Selamat Datang Mahasiswa 2017

Tadi ada acara Pengenalan Kehidupan Kampus di Fasilkom Unsri. Banyak juga maba ilkom unsri kalau dikumpulin ya. Seketika ingatan saya kembali pada Sembilan tahun lalu saat saya seusia mereka. Dan saya mencoba mengingat-ingat seperti apa rasanya menjadi seorang maba. Excited. Bangga. adalah dua hal itu yang saya ingat meletup menyesakkan dada kala itu.

“Padamu negeri kami berjanji, Padamu negeri kami berbakti, Padamu negeri kami mengabdi, bagimu negeri jiwa raga kami… “

Masih jelas dalam ingatan betapa saya menitikkan air mata saat acara sidang terbuka pelantikan mahasiswa baru sembilan tahun lalu.. lagu Padamu Negeri itu tidak bisa lantang saya nyanyikan lantaran lidah yang lebih dulu tercekat kaku oleh haru dalam dada. Saat rombongan rektor dan senat memasuki ruang acara, merinding saya dibuatnya. Baru kali itu saya liat iring iringan orang bertoga. Semacam tersihir oleh pesona keilmuan yang mereka tebarkan, dan sesaat saya melayang dalam atmoster keilmuan, mereka seperti hendak memberi salam selamat datang, sembari menawarkan untuk mencicipi sajian ilmu pengetahuan. Dalam diam lalu saya berjanji dalam hati. bahwa janji, bakti, pengabdian, dan jiwa ragaku adalah untuk negeri ini.

Apa adik-adik ini merasakan seperti yang saya rasa Sembilan tahun lalu? hanya Tuhan dan mereka sendiri saja yang tau.

Sebagian dari mereka ada yang melangkah dengan ringan, tapi beberapa mungkin hadir dikampus dengan mengorbankan harta milik keluarga. Namun apapun itu, satu yang saya pahami bahwa adalah tiap-tiap mereka pergi dengan rasa bangga orang tua mereka, dengan iringan doa, dengan bergunung harapan dan keinginan agar mereka menjadi orang terpelajar dan sukses. Amiin.. aaminn… semoga tercapai semua keinginan dan harapan yang mulia itu.

dosen

Dosen-dosen Prodi Sistem Informasi Unsri

 

himsi

Para Wajah-wajah baru

 

P.S. I own nothing.  all images above are HIMSI’s property.

Advertisements

Let It Go

saya mengerti, bahwa berlarut larut sedih atas sebuah musibah adalah hal yang salah. tangisku ini bukan karena saya marah pada Allah. bukan karena saya meratapi takdir yang sudah ditetapkan kepada kita. Tangis ku tangis karena cinta, tangis karena sayang, tangis karena ibu rindu anaknya. Bukankah baginda Rasulullah dulu juga menangis saat ananda beliau, Ibrahim, meninggal dunia? maka apalah artinya iman saya jika dibandingkan dengan Rasul yang mulia.

Sudah hampir sepuluh bulan lebih sejak abang pergi. tapi saya masih suka merasa abang disini. lalu ketika kesadaran kembali, saya tau saya salah, saya cuma mimpi.  sekarang saatnya saya bangkit, tapi entah semakin saya berusaha bangkit maka semakin saya terpuruk. semakin saya berusaha melupakan, maka justru setiap detik saya akan teringat.

Tidak anakku, ibu tidak bermaksud melupakanmu. tetapi pola pikir ibu yang seharusnya sekarang berubah, mengenang abang dengan suka cita. abang bersama ibu enam bulan lebih nak, ibu sayang sekali sama abang. Lalu Allah meminta abang.. mengambil abang dari Ibu. Jika apa yang abang mau akan ibu beri, maka seharusnya ibu dengan bangga jika mampu memberi apa yang Tuhan kita inginkan kan nak? Allah mau kamu. Allah meminta kamu. dan Ibu harus memberi. Penjagaan dan cinta Allah tentunya lebih baik dari penjagaan dan cinta ibu. beruntung ya nak.. kamu beruntung, seperti namamu, Zafran: yang selalu menang dan beruntung.

Lalu dua bulan terakhir ini saya berdoa, meminta kekuatan kepada Allah, dan meminta diajarkan hikmah dari semua yang sudah terjadi meminta agar diberikan ilmu serta pemahaman yang baik. Dan Allah menjawab doa saya. saya diberi ilham untuk belajar. dari seratus lebih surat dalam kitab suci, Allah gerakkan hati saya untuk mempelajari satu surat khusus: Al Mulk.

Tabarokalladzi biyadihi mulku wahuwa ala kulli syai’in qodir….  Al ladzi kholaqol mauta wal hayata liyabluwakum ayyukum ahsanu amalah. Wahuwal azizul ghofur….. Mahasuci Allah yang menguasai seluruh kerajaan, Ia maha kuasa akan segala sesuatu. yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.

dua ayat pertama dan maha besar Allah yang maha memiliki ilmu.. saya ditampar keras. saya diajarkan ilmu. dan diberikan hikmah. bahwa Allah maha kuasa atas selanya dan bahwa Allah menciptakan mati dan hidup untuk melihat siapakah  di antara manusia yang paling baik amalannya. Allahu Akbar. Berderai air mata. 

Saya percaya nanti akan ada masa dimana Allah mempertemukan kita lagi. saya, suami saya, dan abang akan berkumpul bersama. berpeluk erat. melepas rindu. ada masa dimana ibu akan bisa peluk abang menatap mata abang dan kita berpelukan lagi. Indah sekali.

Maka setelah malam ini ibu janji tidak akan ada lagi air mata sedih karena rindu saat ibu mengenangmu. ibu akan mengingat-ingat abang hanya  dengan rasa bangga, dengan suka cita, dengan penuh bangga, bahwa ibu punya seorang anak penghuni surga.

 biar ibu puas-puaskan menangis, malam ini saja.

Move On

lawangwangi

Desperate karena mikirin jarum timbangan yang makin ke kanan. how I miss my old body at that time when I was younger.  Photograph above was taken in Bandung on late 2013 or early 2014, I’m not really sure. my body mass was around 47-48 kilos…  and  drastically increased during my pregnancy last year. I don’t blame being pregnant for what happened to me. I’m grateful for had Zhafran in my womb, and If given choice between underwent what I’ve been through or not, I would love to choose to hold my Zhaf over again. No Regret. At All. He’s blessing.

And it’s been nine months since my loss. I need to move on as soon as possible. My planning is to make up my mind, make over my appearance, since this thick body make me sick. it is unhealthy… and my obsgyn said it is better for me to lose some weights, in order to try-to-conception agenda.  I’d like to go swimming again like I used to be. maybe I shoud start it next month….. ? wish me luck.

Zhafran

And I know… somehow He listens my prayer. Today my relative – my Dad’s cousin, bring her newborn son to my arm. Guess what, its name is also Zhafran.

Tears burst. My eyes become wet. I always miss my tiny little Zhaf… and now I hold (another) Zhafran in my arms. Her Zhafran. Not mine. I want mine. can’t I?

But still.. this is a gift. He answers my prayer to hold Zhafran one more time… Thank God..

IMG_20170626_180131_601

Hari Raya

Siang ini liat timeline di path.. Seorang teman SMA saya yang kebetulan adalah dokter update status yg katanya sekarang dia sudah dokter spesialis : Anisa, SpPB. Kependekan dari spesialis potong buncis.  Terus yg lain menimpali. Saya juga SpSK : spesialis susun kue. Baca guyonan teman saya itu bikin saya jadi senyum sendiri.. 

Lebaran H-1 selalu jadi hari penuh kerepotan tapi menyenangkan juga sebetulnya.. seperti dua temen saya yang dokter tadi saya juga ada tugas tugas rutin tahunan yang selalu saya kerjakan. Sebutlah memotong-motong buncis.. kalo susun kue sih jadi tugasnya adek laki laki saya. Yg jadi tugas saya juga adalah bebersih, nyapu2, atau ganti2 taplak dan sarung bantal kursi tamu. And thank God pekerjaan mengaduk santan sudah saya tinggalkan beberapa tahun yang lalu karena Mama sudah beralih ke santan kental kemasan yg cenderung tidak mudah ‘pecah’..

Tahun ini adalah hari raya Eid Al Fitr saya yang ke dua bersama suami dan sekaligus yang pertama kita berdua balik ke Palembang (setelah menikah). Pak suami sampe sore ini pun masih di Jakarta. Nanti abs buka puasa baru dijemput di bandara. And I can’t wait to bring him meet my big family. Pak suami keluarganya tidak sebesar keluarga saya dan kebiasaannya juga berbeda. Kami berdua sepakat tahun ini akan ikut silaturahmi keluarga besar saya, which is akan super melelahkan ngider sampe sore. Dan hati2 perut mencret karena makan terlalu banyak jenis makanan. But still, I can’t wait! 
Setelah sebulan puasa tiba juga ke penghujung Ramadhan ini. Sedih, haru, bahagia, campur aduk rasanya. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan memberikan kepada kita pahala yang banyak…. saya dan keluarga meminta maaf sebesarnya untuk semua salah, semua khilaf, semoga kita kembali fitrah… amiiin… Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. 

Say Hi to Sam!

So this is my first time blogging via my new samsung galaxy s8. It’s kinda nice stuff you know. The price is worth the quality. And its long life battery drives me lil bit crazy..

I’ve been thinking for replacing my cell phone for two months.. TBH my iphone 5 was the great one I’ve been using it for 4 years. I had nothing problem but the internet. My old cell phone doesn’t provide dual sim fitur. Since I use telkomsel as my network provider and telkomsel’s fee for the internet is pain in the ass.. too pricey you know. Since I am internet junkie and I can spend my whole day to surf the internet and do nothing else.. I should use another network provider to support my activities. All this time I used to be using two different devices. My iphone for phone call, and most of the time I let my modem or tablet near me to connect the internet. This is tiring. I CANT handle it for more. I’m sick of this condition.

So, I tell my husband that I need a new gadget with dual sim.. maybe xiaomi, or oppo is OK.. and BOOM! He bought me this Samsung Galaxy S8. Samsung flagship smartphone. THIS IS INSANE. Tho I’m happy AF…

Thankyou so much my darling. And Thank God, You give me him. 

Sebal

Dear mahasiswa! if only you read this post. kalo kalian berhalangan untuk ikut UAS, kontak dosen yang bersangkutan. via email, via socmed, via sms/telp apapun itu. kasih kabar, dan tanya kelanjutannya kapan kalian bisa ikut ujian pengganti. fyi, pekan input nilai itu cuma satu minggu setelah UAS. which is klo lewat dari itu maka nilai tidak bisa di ubah lagi. makanya kalo ngerasa ada utang UTS atau utang UAS cepetan dibayar utangnya, cari dosennya! kami, pada dosen, juga butuh waktu utuk ngoreksi, ngerekap nilai segala macem. kalo anda baru nongol sehari sebelum pekan input nilai berakhir, maka mending gak usah nongol sama sekali deh! akan lebih mudah bagi saya. jangan sekali kali berlaga gak peduli, menganggap enteng, menganggap mudah. Karena yang butuh nilai itu kalian para mahasiswa, dosen cuma fasilitator saja, maka anda para mahasiswa dituntut untuk proaktif. Sudah seharusnya mahasiswa yang nyari dosen.

ini kok kebalik?

maybe next time,  I’ll just tell you in the begining of the class. ujian susulan/pengganti/perbaikan dilaksanakan selambat lambatnya tiga hari setelah tanggal ujian. lewat dari itu tidak ada kata susulan. semester depan saya tidak akan mencari-cari lagi mahasiswa yang tidak ikut UTS/UAS, saya tidak akan berbaik hati untuk nawarin mahasiswa mau ikut ujian tidak? kamu belum uas, kapan mau uas? SEBODO AMAT!

Ceritanya, ada seorang mahasiswi saya tidak ikut UAS. terus yang bersangkutan gak nyari saya mau minta ujian susulan. kalo gak dicari kagak nongol. diajak ketemuan malah ngaret. Maunya saya, kalo ada halangan mbok ya kasih kabar, klo ada kendala bilang kek, hari gini mau telpon sms atau line wa email rasanya sudah push notification ke hape semua. kalo gak tau ruang dosen, ya nanya. jangan nanya dengan orang, anda cari dan liat pake mata kepala sendiri dong. pekan setelah UAS ini pekan yang sibuk. saya sudah bela-belain ke kampus anda pikir saya tidak ada kerjaan lain apaa…. hadeh

kurang-kurang, anda pake acara ngaret pula…. 40 menit ngacangin saya. helooooo who do you think you are? saya sudah sebal tingkat dewa dan mau balik ke rumah aja. maka begitu yang ditunggu-tunggu menampakkan muka, terjadilah jatuh satu korban. saya ngomel-ngomel. untung hape butut ini gak sampe kelempar. untung meja gak sampe terbalik. saya meluapkan emosi, meluapkan harga diri yang tadi jatuh. saya marahi dia. ya daripada nyampe rumah kepala saya pusing nahan marah?

Eh eh terus dianya kok.. begitu.. matanya berkaca-kaca. kok dia nangis…. oh, Come on.  looking at her tears, it hurts my heart….. please don’t cry.  Saya marah, karena saya sayang. Alhasil saya sudahi acara ngomel, saya kasih lembar jawaban saya suruh kerjain ujiannya. terus dia bilang  “Bu, boleh pinjem pena?”

GUBRAK.