G.A.M.A.N.G

Saya pernah punya sebuah mimpi, mimpi yang muncul dari keinginan yang sangat kuat berakar di dalam hati saya, keinginan yang telah muncul sejak kecil. Menjadi seorang Dokter! itulah mimpi saya. Mungkin sebuah mimpi yang sederhana bagi orang lain, tapi tidak bagi saya! mimpi itu begitu luar biasa, mimpi itu bisa mengukir senyum bangga di wajah ayah dan ibu saya, mimpi itu yang bisa memenuhi permintaan kakek saya. Mimpi seorang anak yang ingin menggapai cita nya. Walau sekarang mimpi luar biasa itu hanya sebuah mimpi abadi mungkin, mimpi yang selamanya akan jadi mimpi.

Orang-orang mungkin menilai saya sebagai orang yang berputus asa, saya memang baru berhadapan dengan satu kali kegagalan tapi telah menyerah begitu saya. Semangat saya terbang begitu saja. Jujur, entah mengapa setelah gagal meraih mimpi saya tersebut saya jadi anti dengan kata2 kedokteran, kesehatan atau apapun yang menyangkut mimpi saya tadi. Sebuah rasa kecewa yang menjelma jadi antipati, teramat antipati! Saya tau sikap saya salah, seharusnya saya kejar mimpi itu, bukan malah berpangku tangan pasrah saja membiarkannya pergi. Saya sadari, dalam hal ini saya rapuh..

Tentang jurusan yang saya pilih(SI), dari dalam palung hati saya masih ada rasa gamang, rasa ga karuan gitu, emang ga bisa dipungkiri rasa cinta dan bangga akan jurusan saya yang saya pilih saat ini masih 50:50, antara iya dan tidak. Saya sangat menikmati kuliah2 saya di sini serta sahabat2 baru yang memberi warna ajaib, suasana dan dunia ILKOM. Tapi disisi lain saya merasakan ada tanda tanya yang besar dan sedikit perasaan tidak nyaman yang berkecamuk di dalam diri saya, apa mungkin ini dapat diartikan sebagai suatu penolakan atas pilihan yang telah saya pilih?

UAs akhirnya rampung juga. Waktu sepertinya emang beneran terasa lebih cepat berlalu ya, ga terasa kurang lebih saya udah setahun ngerasaain seru dan cape nya kuliah.. suka dan duka jadi mahasiswi! Libur panjang sekarang didepan mata, rentang waktu yang lebih dari cukup bagi saya untuk beristikharah, menimbang dan memutuskan apa yang akan saya lakukan selanjutnya, mengokohkan hati dan berpuas diri terhadap apa yang telah saya dapat sekarang, atau mengubah ‘mimpi abadi’ menjadi ‘kenyataan yang hanya tertunda’? Sebuah pilihan yang sulit.

Ya Allah ya Rahman, yang mahamengerti isi hati makhlukNya, sungguh tiada sesuatu yang mudah kecuali Engkau jadikan sesuatu itu menjadi mudah, dan Engkau ubah yang sulit menjadi mudah.. Allah yang mahapengasih dan pemberi, berikanlah hamba ilmu yang banyak serta pemahaman yang baik.. Ya Allah yang maha memberi petunjuk, terangilah hati hamba dengan nurMu sehingga pilihan yang hamba pilih tetap berada di koridorMu. Ya Allah yang maha mengabulkan, Engkaulah pemilik semesta raya, hanya padaMu hamba memohon dan meminta pertolongan, Ya Allah yang maha mendengar, kabulkanlah doa hamba.. Aamiiin yarabbal’alamiin..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s