Selaut Cinta Tak Bertepi

Tadi, untuk kesekian kalinya, sepenuhnya kusandarkan raga rapuh ini di tubuh yang kokoh itu, tubuh milik seorang yang aku berharap banyak padanya, seorang pria, yang kuharap dapat menjaga, menemaniku selalu, selamanya. Disana air mata ku bergulir lagi, tanpa ia tau aku menangis dibelakangnya. Andai ia tau, andai saja ia tau…

Tak peduli seberapa letihnya aku, jika untuk kebahagiaanya, maka tiada satu pun kata ‘tidak’ yang bakal terucap, tiada sedikitpun rasa bosan, untuknya kesabaran ini tak kan terpatahkan. Andai ia tau, ada selaut cinta tak bertepi menetap disini. Sebuah persembahan untuknya: sang rembulan, sebuah semangat yang berkobar di dadaku, sebuah mimpi dan cita-citaku, sebuah cinta terindah, seorang pria bernama dia.

Andai ia tau, andai saja ia tau…
Ada selaut cinta tak bertepi disini, diam di dalam hati…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s