Puisi Dari Sang Pecinta

Sempat ku lihat senyum itu.

Sebuah senyum Yg tak kau sembunyikan keindahannya dari dunia.

Mata yang indah .
Meski tak lama ku menatapnya.
Wajah yg oriental meski kau bukan gadis cina..
Poni rata dan kuncir kuda.
Hah..
Reda hujan sore itu.
Kau pun branjak pergi meninggalkan aku dan rasa ingintahu ku …
Ingin engkau ku kejar.
Tapi tidak hari ini.
Tidag juga esok ataun pun lusa.
Tp segera.
Tak sempat ku kenal dirimu.
Hai nona bersepatu merah jambu..

Terkisah seorang teman yang jatuh cinta, cinta yang unik dengan gadis yang melulu pengguna behel, entah apa istimewanya gadis berbehel dimata dia. percaya ga percaya ya yang jelas memang begitulah kenyataannya. Cinta miliknya selalu hinggap pada gadis berbehel. Seperti sekarang, ia sedang jatuh cinta dan ngebikin bikin puisi seperti ini untuk kemudian di post di blog nya. Puisi yang bagus menurut saya, sebuah rangkai indah dalam penuturan yang jujur (jauh dari ambigu dan konotasi berlebih seperti puisi puisi lain yang terkadang bikin saya eneg duluan). Inilah bukti, ternyata cinta emang gila ya, penampilan sedikit horror dan pribadi urakan bisa sekejap disulap menjadi ‘merah jambu’ hay hay.. memang katanya dari dulu begitulah cinta. hahaha… 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s