thinking about 5 things : penting ga penting

*lem aibon (uppps!! sebut merek :P)
Tadi, dari kampus menuju ‘lapangan’, saya dan seorang sahabat cina (peace Fe!) bernama Fe menumpang bus, kami duduk sempitsempitan dua kursi dibelakang sopir. tau? tu sopir ugal ugalan banget! tapi disini yang lebih menggores pikiran adalah lingkungan sekitar si sopir. 3 pasang bangku terdepan seperti punya dunia sendiri, mereka temen temennya si sopir. Ada dua cewe berseragam SMA yang parasnya lumayan manis, hanya saja ga terawat kurang bersih dan ga rapi.. 😦 lebih disayangkan lagi ialah cara ngomongnya vulgar, seperti disengaja untuk membangkitkan libido para lelaki disana. Selain sopir ada juga dua lelaki tampang teler yang ga pake baju. makin lama kami di bus itu makin yakinlah klo dua cowo itu bukan sekedar tampangnya aja yang teler, tapi emang beneran teler! Baju-baju mereka ga dipake, tapi dijadiin penutup kepala+wajah, makin lama kepala mereka terus tenggelam dibalik senderan kursi, semerbak tercium oleh kami aroma khas lem aibon. O MAI GAT!! itu dia ternyata kerjaannya.hmm.si cowo2 makin teler, si cewe2 omongannya makin gatel. hmmm Saya dan Fe duduk persis di belakang mereka, dan sumpah, pemandangan ini bener bener bukan pemandangan yang nyaman, dari mulai aroma aroma yang bikin pusing, sampe orang-orangnya, begitu MENG-ENEK-KAN!!!

*hujanhujanan
turun dari bus, hujan menghadang kami, almamater kuning yang kami bawa serta merta beralih fungsi menjadi payung, haha, nyatanya payung dadakan itu ga banyak membantu, tetep aja kita basah. ga basah basah banget sih, lembab gitu n bikin dingin… kita langsung ke mushalla yang ada di bagian luar gedung, untuk kemudian shalat dan sedikit membenahi penampilan yang bentuknya udah ga karuan (muka berminyak, jilbab mencang-mencong, baju yang lembab karena keringetan bertransformasi jadi lembab karena kehujanan, bisa bayangin?). si Fe sih santai, Rambut Fe jelas basahnya, dia lebih mirip habis keramas. 🙂

*birokrasi
telah saya ceritakan di entry sebelumnya, birokrasi berhasil bikin kami sedikit jengkel.. hmm untungnya bapak dan ibu ibu disana benar-benar ramah dan mengayomi. ilang deh jengkelnya.. hehehhe…

*bak(so)mai
dingin+capek=laper. Saya dan Fe, berinisiatif untuk ngeganjel ni perut dulu sebelum pulang kerumah. jadilah acara hunting bakso dimulai, warung bakso di depan gedung ‘lapangan’ hari ni ga buka, entah kenapa, mungkin kami yang kesorean. perburuan bakso dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan raya, ada kali 1 kilo kami jalan kaki! tapi ga berasa sih, soalnya sore yang dingin, dan penuh dg tawa aja sepanjang jalan. sampe suatu tempat yang emang rame sama pedagang makanan, kami dihadapkan dengan dilema antara bakso dan siomay.. hehehe dan yang beruntung adalah siomay! wkwkw 😛

*pusing
Kenapa hari ni saya pusing ya? curiganya sih ini gara gara gigi. Geraham saya belum nongol seluruhnya, yang dalam tahap pertumbuhan ada dua geraham, dan gusi saya sedang sakit-sakitnya disodok oleh si bakal gigi. hmmmmmm….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s