Sampah Juga Bisa Bicara

Caprice, Tadi siang aku liat kamera saku punya Papa ngapar begitu aja di atas meja rias dikamarnya, sarung kameranya ada dari kain yang mirip mirip kapas gitu. Malang karena emng umurnya yang ga baru lagi, dan bokap gw emng orang nya rada ‘suka suka dia’ , sarungnya makin tipis dan ada bagian yang bolong… (T _ T) * sebuah pemandangan yang ‘ga banget’.
Nah pucuk dicinta ulam tiba, pas ngeberesin isi lemari aku nemu sepucuk kaos kaki yang udah buntung (bagian tapak kaki nya udah digunting, jadi nyisa bagian betisnya doang), aku inget tu kaos kaki buntung pernah aku jadiin manset dadakan duluuu banget pas jaman gw baru2 pake jilbab. Jorok abis yaaaa! hahahaha. Tapi kaos kakinya bagus kok, putih bersih, ga kudel dan ga bau. ya ga beda beda amat lah ama manset beneran. Berbuah keisengan, awalnya sih tuh kaos kaki cuma mau aku jadiin media jahit menjahit (lagi pengen belajar nyulam sebenernya), tapi pas nyoba nyoba satu variasi sulam (namanya tusuk faston kalo ga salah) aku dapet ide kalo ni kaos kaki yang lagi gw pegang bisa gw sulap jadi something yang lebih berguna.
Inget sarung kamera yang bolong tadi, akhirnya ya itu, aku sulap kaos kaki buntung nya jadi sarung kamera yang cantik! okwowkwkwkwkk… ini dia hasilnya…. jreng jreng jreng… taraaaaaa….

mau coba bikin juga, gampang kok. alat dan bahan:
1. Kaos kaki ga kepake lagi (kondisi bagus, ga bulukan)
2. Benang jahit (aku pake warna item karena yang ada cuma itu hehehe)
3. Jarum tangan
4. Sedikit Kreativitas (^ ,^)

So, daur ulang itu asik banget. Jangan asal buang barang bekas di sekitar kita, amati lebih jeli sebelum membuang, siapa tau dapet sarung kamera cantik seperti saya… hehehhe.. (~ ,^)
Advertisements

Catatan Christiane

“Ibu” Apa yang ada dalam pikiran kamu ketika mendengar kata Ibu? Seorang wanita penuh kasih kah? yang rela melakukan dan mengorbankan apapun demi buah hatinya? Ibu, tidak berarti begitu bagiku. Ibu yang selama ini aku panggil sejatinya bukanlah orang yang melahirkanku, Ibu adalah kakak dari Mama. Mama, seorang wanita yang tidak ku ingat bagaimana kasihnya, Mama yang tidak pernah ku belai cintanya.
“Jangan jadi seperti Mama kamu! Pembangkang bodoh!” Itu yang selalu ibu katakan saat ia marah, kadang aku bosan dan ingin berteriak saat berulang kali ia berkata begitu. Hatiku perih saat ia dengan penuh kebencian bilang Ibuku seorang pembangkang, yang tolol, tidak tahu diri. Sesak rasanya, Ibu bahkan seakan tidak pernah bisa memaafkan Mama, meskipun sejatinya Mama telah pergi 7 tahun yang lalu. Meninggalkan Kami semua.

Usiaku kini 14 tahun, duduk di kelas 2 SMP Kristen ternama di kota ini. Artinya telah 8 tahun aku tinggal bersama Ibu dan terlepas dari bayang Mama. Ibu dan Ayah adalah pasangan suami istri yang tidak memiliki anak, aku kadang berpikir, sebuah keberuntungan (atau malah kesialan?) bagi mereka untuk bisa mengasuh (atau memungut?) aku sebagai anaknya. Dalam hati aku berterimakasih untuk bisa tinggal ditengah mereka, setidaknya mereka tidak membiarkannku hidup menggelandang. Ayah, seorang kristen taat yang penuh kasih, sosok ayah benar benar aku dapatkan darinya entah karena aku yang memang tidak pernah merasakan kasih ayah sedari aku lahir, atau memang cinta kasihnya begitu tulus yang telah menganggap aku sebagai anaknya sendiri. Lain halnya dengan Ibu, Ibuku seperti sosok mengerikan
di dongeng dongeng, seperti ibu tiri dalam cerita cinderella, seperti ursula di kisah little mermaid, seperti curella devil di 101 Dalmatians. Sebenarnya agak berlebihan aku menyebutnya begitu, kadang kadang Ibu baik kok, hanya saja sangat jarang terjadi. Pandangan mata Ibu adalah pandangan mata kemarahan, pandangan mata marah. kemarahan yang tidak tersalurkan, Kemarahan pada Mama.
Rio adalah seorang TNI putra asli NTB, ia cerdas juga tampan, kegagahannya telah membius seorang wanita, menumbuhkan benih benih cinta dalam hati Eliza, Mamaku. Jatuh cinta dan menikahi seorang muslim adalah cikal bakal kenapa Ibu sangat membenci Mama, Mama dianggap membangkang dan tidak tahu di untung, mama di cap sebagai wanita yang matanya dibutakan oleh cinta. Tapi Mamaku sangat teguh pendiriannya, ia dengan yakin ikut memeluk Islam, menikah dengan Papaku, dan melahirkan aku. Aku terlahir dengan nama Agusstin Hakiem, seorang bayi yatim yang beragama Islam! Ya aku seorang yatim, Papa meninggal dunia saat usia kandungan Mama 6 bulan.
Sepeninggalan Papa, Mama memutuskan untuk pindah mencari kehidupan yang lebih baik di Jakarta. Di NTB toh Mama juga bakal hidup sendirian, Papa sebatang kara dan tidak punya keluarga lagi, jadi lebih baik ke Jakarta, nasib akan lebih gampang menyapa jika kita berada di pusat kota. Mungkin seperti itu pikir Mama kala itu. Dan pindahlah aku serta Mama ke Jakarta. Mama seorang mualaf yang teguh, aku didaftarkannya ke taman pendidikan alqur’an, Mama mau aku ikut belajar mengaji disana. Rupanya cahaya Islam menyapa Mama, ia menjadi muslim bukan karena kecintaannya pada Papa, melainkan pada Islam itu sendiri.
Taklama, saat aku berusia enam tahun, Mama sakit, kata Mama, ini sakit yang sama dengan yang diderita Papa dulu. Aku takut sekali. Tapi apa daya ku? aku hanya seorang anak kecil yang tidak bisa berbuat apa apa, aku hanya bisa berdoa kala itu, “Tuhan, sembuhkanlah Mama”. Kendati telah dibujuk (lebih tepatnya dipaksa) oleh saudara saudaranya untuk kembali ke jalan sebelum islam, Mama terus saja menolak. Hingga saat itu, wujud pembangkangan terbesar yang pernah Mama lakukan, yang menambah tumpukan kekecewaan dalam diri Ibu. Kekecewaan yang terakumulasi menjadi amarah: Mama menghembuskan nafas terakhirnya dengan keislaman yang tetap melekat.
Dunia seakan runtuh, apa yang kamu lakukan jika berada di posisiku saat itu? aku teramat sedih dan tak henti menangis meraung-raung di pinggir jasad kaku Mama. Tinggallah aku sang gadis kecil yatim piatu. Ibu dan suaminya, Ayah, berinisiatif mengasuhku, mengangkat aku menjadi anak mereka. tapi semua itu dengan satu syarat: mengkristenkan aku terlebih dahulu. Keputusan ini bukan pilihan. Aku bahkan tidak punya pilihan. Papa dan Mama tiada. Aku tetap harus hidup bukan? Aku pasrah saja ketika dibaptis, namaku kini Christiane. Ibu tersenyum penuh kemenangan, tapi sorot mata amarah itu masih tetap ada.
Hmm.. Tujuh tahun aku hidup dengan kristen ku. Kadang terbesit dalam hati untuk kembali belajar mengaji seperti dulu, sayangnya jangankan bertindak lebih jauh, berpikir kearah sana pun bisa membuat aku ditendang dari rumah ini. Tapi jauh di dalam hati, sungguh aku ingin seperti Papa dan Mama: Mati sebagai seorang muslim.
“Ristiiiiiiiiin…….”
Ah, Ibu jejeritan lagi. Ups! aku lupa, kami akan mengikuti misa di gereja pagi ini. Aku belum mandi! bodohnya…
“Iyaa Buu…… Tunggu sebentar!”

Gado Gado Malem Minggu

WOI!!! kepala udah hampir pecah! dada sesak mau meledak! kenapa provider selular saya kualitasnya kalo malem beneran ga bagus sih?! 😦 u know, i miss someone, buat ngobrol say hi aja susah nya minta ampun… aku jg ga tau ni kendala rumah gw yang lokasinya jauh dipinggiran kota, apa providernya overload kebanyakan pelanggan, apa hape gw yang hang tiap malem, atau… ah, whateva! (>_<)" dan ini bikin aku pengen marah tapi ga bisa, karena ga tau mesti marah ma siapa… (- _ -)'
*barusan gw telp, ternyata lagi hang out sama temennya.. (sedih jg sih ngangkat nya rada jutek, mungkin malu klo ketauan temen2nya dpt telp dari aku ya?) Syedih nya malming sendirian, but ga boleh ego dong, he need much time wif his besties, Okay this sat-nite for friends not for ‘friend’.. Senyum Bil! biar providernya beres jg emng ga rejeki lo buat bisa ngobrol. simpen aja kangennya hahaha*
eniwe, i’ve found beberapa comment yang bilang Caprice ku bagus… seneng deh, syukur alhamdulillah klo yang liat pada suka (^ ,^). Dan hobby lama nyerang lagi, gila blogwalking! hehehe… aku kunjungan ke blog orang, terus nyasar kesalah satu blog link yang ada disana, dan begitu seterusnya ampe berpuluh puluh blog. Ga terasa ntar jarum jam udah diangka 12 aja. hehehe. Well, aku baru menyadari sesuatu. Sebenernya aku cukup tertinggal… huhuhu. kenapa? coz banyak blog yang aku singgahi rata rata punyanya anak SMP gitu. Sedih dikit, disaat para anak SMP udah mahir blogging, aku yang kuliahan justru baru mau mulai.. but ga ada kata telat ya ga? hehe *mbela diri (~ ,-)a* kalo ga punya anak SMP, punya orang dewasa yang tulisannya pada ‘berat’ semua.. mana nih blogger kuliahan yang amatiran seperti saya, pengen kenala jadinya.. hohhoho.

Masih Misteri

Aroma sedikit horor, suasana yang aneh, perasaan yang sulit sekali saya lukiskan petang tadi kembali menghujani saya. Sepulang kuliah karena no one can pick me home, saya melanjutkan perjalanan kerumah dengan menumpang kendaraan umum. Terlahir ditengah keluarga yang tidak memanjakan anak anak nya membuat ini bukan suatu yang spesial, sejak kecil saya terbiasa pulang pergi kemana-mana sendiri. Dari kampus, perjalan harus terhenti di salah satu perempatan jalan di kota ini untuk kemudian berganti meminjam jasa sebuah oplet warna putih beras yang akan membawa saya kurang lebih 6KM kearah barat laut kota Palembang, sebelum akhirnya sampai kerumah.
Seperti umumnya oplet yang ada di kota saya, tempat duduk terbagi menjadi empat bagian, tiga deret dibelakang sopir, dan ada dua kursi disamping sopir. Saya berinisiatif mengambil kursi di deretan tengah, 2 bangku dibelakang sopir. Saat saya naik, saya tidak menutup pintu oplet, toh sebentar juga akan ada penumpang lain yang naik ke oplet ini, begitu pikir saya. Tanpa Memperdulikan sekitar, tubuh sedikit letih ini saya senderkan ke kanan, mendekatkan diri dengan jendela. Tengah saya larut dalam udara senja, seorang perempuan berhijab yang duduk persis di depan saya menoleh begitu saja, menatap lalu tersenyum. Manis, dan terlihat Ramah. Tapi ada sesuatu yang aneh didalam senyumnya. Atmosfer kikuk seketika menyerbu saya! Wajahnya telah berulang kali saya jumpai, dan kondisi seperti ini bukan pertama kali saya hadapi.
Entah kapan, namun saya ingat pernah menjumpainya. Berfikir dan mengingat memori silam, akhirnya saya yakini saya memang benar benar pernah ketemu dengan wanita ini. Seperti kebanyakan pemukiman yang berada di pinggiran kota, daerah semak2 dan lahan kosong masih mudah dijumpai. Saat itu saya diatas motor, sedangkan wanita itu berdiri dipinggir jalanan dekat semak-semak. Sama seperti saat ini, dia tersenyum dan berhasil mengirim saya suatu perasaan aneh yang sulit di urai dengan kata. Kembali memori lain diputar. Lain waktu saya berjumpa dengannya ialah saat hujan, saat itu saya nekat menerobos hujan, sekali lagi saya diatas motor dan dia terlihat berteduh sendirian, menunggu sesuatu. Ia menoleh lalu tersenyum, dan saya seakan tersihir dalam situasi yang sama, deja vu!
Dari pertamakali ketemu, yang saya rasakan senyum itu bukanlah senyum yang asing, senyumnya bagai senyum sahabat dekat yang saya lupa, bahkan tidak tau siapa! Sepanjang perjalanan saya hanya berusaha memikirkan tentang ini, dan 6 KM memakan waktu tempuh yang lumayan jika untuk digunakan berpikir. Akhirnya saya simpulkan : Ya! saya memang tidak mengenal dia!
Yang jadi pertanyaannya ialah, siapa dia? kenapa tiba tiba nemoleh lalu tersenyum? kenapa saya merasa aneh dan seperti tersihir dengan senyumnya? kenapa saya selalu terjebak dalam situasi yang sama saat saya ketemu dia, even if in our first meeting? lantas kenapa saya merasa dekat dengannya, padahal kenal pun tidak?
* dan andai kamu bisa merasakan apa yang saya rasa, situasi seperti ini amat tidak menyenangkan : mencoba mengingat sesuatu yang jelas jelas sebetulnya tidak pernah ada dalam ingatan. Deja Vu!

Euforia Angka Seratus

Hahay….. pakabar pakabar? aku lagi semangat nambah nambahin gadget nih di Caprice! Barusan banner Email Me nya ku tambahin, dan kemarin malem juga nambahin banner Plurk. Atribut nya dibikin pake paint, dan insert word nya pake photoshop *thx to jojo yang ngajarin trik trik mudah, gimana ngambar pake paint* yep, masih banyak planning yang mejeng in my-WhatToDoList untuk mewujudkan theme impian, paling ga tiada hari tanpa perubahan yang lebih baik ya, untuk sekarang aku nambahin banner2 itu dulu, yang ringan2 aja dulu, heheheh.
Tadi siang semesteran matkul OS cuy, setelah tertunda beberapa hari akhirnya bisa terselenggara juga tuh uas nya, dan puji syukur i’ve got perfect score! Yippie! Euforia angka 100 sebagai nilai uas dengan suksesnya menarik keatas sudut sudut bibir saja, imbasnya saya tersenyum sepanjang jalan.. sejauh 32 kilometer, palembang – indralaya (lebayyyyyyy huahahhahaha). Ya seneng gitu deh, ga sia2 belajar *getting good by doing good! (^ ,^)
Satu lagi keberuntungan sepulang ngampus, ada tawaran makan ayam bakar gratisan bersama besties2 gokil, FengChow, IsMoy, Uttemon , AsTole, dan VidCiaw (nama disamarkan). So pulang kerumah perut keennnyang! huaa…

Bukan Cuma Rencana..

First, Happy Birthday untuk Mama yang ke 46, moga Mama panjang umur, sehat selalu, bertambah segala kebaikan dan dijauhkan dari semua kejahatan. I love U Mom… (^ ,^) -sebenernya ultahnya sih kemarin… hehehe-
Back to topic, See? ada yang beda sama Caprice? hehehe.. yup, saya (sekali lagi) mengganti template yang saya pake. Dan emang seperti rencana sebelumnya, saya akan me modif sendiri themes yang mau dipake (sumbernya aslinya sih dari beberapa themes orang, ntar di tebengin deh di footer). Sebenernya, utak atik XML, HTML, dan CSS untuk theme ini ga ribet ribet amat kalo ngerti, hahaha. dan masalah nya saya ga sepenuhnya mengerti. well, lebih tepat klo dibilang udah puyeng duluan liat deretan tag tag yang mirip mirip semua. ini juga yang jadi kendala bagi saya untuk mewujudkan sebuah theme impian yang sejak dulu bersarang di kepala. huuuft..
Ada beberapa ‘mimpi’ yang terwujud di blog kali ini. Theme yang borderless, hihihi. Di bagian Header, hohoho sumpah I love it! Aku suka awan dan kupu-kupunya yang bergerak gerak seperti ditiup angin. Lalu untuk bagian main alias tempat postingan, juga nge’klik’ sama yang satu ini. Side bar nya aku bikin sendiri loh untuk twitter dan facebook bannernya, dan ada juga kata kata yang juga aku bikin dalam bentuk gambar, desainnya cute kann?? hehhehee ya dong…! Cuma masih kurang puassss… aku mau kolomnya tuh di pinggir pinggir semua….kanan dan kiri gitu… ( T _ T) Tadi udah dicoba utak atik, seringnya malah jadi kacau. pernah berhasil, tapi apa apa yang justru aku suka banget malah ilang. huhuhu. dan ini udah menghabiskan berjam jam waktu yang aku punya. dan (sekali lagi) mesti tertunda mengingat kerjaan yang aku punya bukan cuma untuk ngedit2 ni blog. poor me.
Okeh, emang harus berusaha lagi yaaa.. Beberapa hal yang bakalan aku kerjakan selanjutnya : Edit Sidebar (paling penting) , Edit border sidebar, Edit Icon readmore, Bikin Halaman Profile yang sekarang link nya masih kosong, Halaman Gallery, dll, dsb, dst… moga semangat untuk mewujudkan themes impian ini ga ilang ditiup jenuh. Semoga Aja.

Semoga Ga Sekedar Rencana

Sekejap terlintas di pikiran untuk “menghack” blog saya ini, dari dulu pengennya sih punya tampilan yang taste nya berasa lebih, ga gini gini doang. huhu.. dan saya dengan sukses ganti theme sekali lagi. hww.. Untuk kedepan, ada beberapa planning nih.. aku mau tambah efek, edit cursor, edit page, sumbernya mungkin dari edit themes orang.. ada themes yang menurut aku headernya bagus banget, tapi body nya kagak. ada juga yang bodynya oke tapi blogside nya jelek, sepertinya sih mix and match nya bakalan seru, tapi butuh waktu yang ga sedikit… maklum amatir. huhuhu dan omg, besok aku uas, terpaksa planning nya di tunda sampe waktu yang ga tau jg sampa kapan. semoga aku ga keilangan mood saat ntar waktu nya udah ada.

Senyumnya Masih Ada

Hahay.. Aih bete jg ni, u know why? Mlm ni q ga bs OL pke lepi cz modemny di kamar adek,dan si adek tdur dg pintu terkunci. *Lantas ap masalahnya?* masalahnya adalah : itu manusia kalo ga bdanny d guncang2, ga bkalan bangun, apalagi dg modal diteriakin doang! Huhu lengkap, mlm ni q ga bsa tdr, ga bs puas OL. NGAPAIN JADINYA?? Huft.. Lets cekidot! (-_~)a
Bete sndiri,akhrnya q maen k kmar sodaraku yg satunya, beruntung kmarnya ga d kunci. Hehe. MasukLah q ksana dan nimbrung d kasurnya. KK gw lg asik sama game PC ny,dan keliatan lg bad mood gitu. Well,td sore q emg dpt crita dari si adek, klo si kK abis putus cinta. (T_T).
Q deket ma sodara2 q, tp bhubung mreka cowo smua,dan gw cewe sndiri. Mreka jd kya punya dunia laen yg q ga ngerti. Ttg curhat ato msalah hati gitu, okay q akui qt brtiga bkan org yg suka curcol, ga suka ikt cmpur urusan org laen. Ni bkan brarti ga care satu sama lain, tpi cenderung mnyelesaikan mslah sndiri2. KK q n cewenya pake cincin kmbaran, dan tadi kbtUlan liat tu cincin ngapar d atas meja. Mancing2 gitu gw nanya ma si kK. “Cincinnya ngapar doang gitu, Lu putus bang?” gw pura2 ga tau ajah. Hehe. Dan akhrnya *yes!* umpan gw kemakan, dy crita ttg kandasnya prahara cinta nya itu. Hehe.
Matre. Itu ternyata masalahnya. Tu cewe minta duit ma kK gw, 4 JUTA! *inget ni MINTA bukan PINJEM!* Dan ga mo ksh tau tu duit untuk apaan. Hwhw.. Buat kami,4 jt bkan angka yg kecil. Gaji bokap aja ga sampe segitu.. Huft. Dan si kK jujur aja ke cwe ny kalo ga bsa bntu, n t cwe mlah marah2. APA COBA?!
Aku bkan seorang adek yg suka ngungkapin rasa syg k kK gw. Tp gw syg kok sm dia. Mo gimana dia, dia abang gwe. Dia ga ganteng, jg ga pinter2 amat, sm adek2ny jg ga baik2 bgt, tp ya it td, mO kek mana bentuknya jg,dia abang gw. Dan q bkal marah sama orang yg ga ngehormati dy. Q bkal tsinggung kalo ada org yg nghina dia. Dalam hati,aku sayang dia,dan aku peduli tentang semua yang terjadi padanya. Kasian bgt sodara ku yg satu ini, tentang cinta : ia selalu kalah. But positifnya,dia ga terlalu ambil hati saat kali ini cintanya kandas lagi, mungkin udah biasa. Pas gw mo hengkang dari kamarnya,dia bilang gini. “Dek, duit 4 juta kalo buat beli chitato ampe mencret2 lo makan nya!” dan dia ngakak sendiri. Syukurlah,tu cewe brengsek ga bkin abang gw ga bsa ketawa.

DKD

Aku mencintaimu sejak awal mula
mencintaimu dengan apa ada nya
bukan mencintai karena ada ‘apa’ nya
Seandainya aku hanya bisa menjadi temanmu,
bahkan jika hanya itu tempat untukku dihatimu,
maka akan ku terima itu dengan bangga.
‘kan ku jalani dengan suka cita.
Kau, Cerita
yang tertulis dengan pasti, selamanya.. dalam pikiranku..