terdampar.. di perpustakaan

sekarang, saat ini, now! lagi rada bete sama makhluk di samping kanan saya entah makhluk fakultas mana, kenapa sih udah tau minta tolong tapi tuh tampang ga di set dulu biar keliatan ramah dikit kek, yang ada malah sok pinter banget, bete tau! dan hahahah barusan dia keluar ga tau kemana, moga aja ga balik lagi.. XD

hari ini setelah menempuh perjalanan panjaaang *terasa panjang banget karena bus kampus yang saya tumpangi mogok, tepatnya sih bukan mogok tapi ada kesalahan sama mesinnya yang ga bisa di pacu kenceng.. sooo tu bus udah kayak beca aja saking leletnya, hhuft..* akhirnya bisa nyampe juga di lokasi Pelatihan ICT, not bad sih, cuma menurut saya sedikit mengecewakan dari segi materi kuliah sejauh ini belum ada tambahan informasi yang saya dan temen temen ilkom dapet coz sebagian besar yang dipaparkan adalah hal yang udah kita tau, tapi ni menyenangkan dari segi makanan dan suasana. hahay… well, selang waktu 2 jam aja kita udah dua kali disuguhin makanan, dan seperti ini saya ampe sempet post blog karena kita dikasih fasilitas komputer dan koneksi internet yang bebas pakai. Muka gratisan sih, jadi saya suka suka aja ikutin ni pelatihan.. hehehe. kompensasi nya ga ngerugiin deh. Dan tentang makhluk disebelah kanan saya, sampe posting ini di post-kan batang idung nya blom nongol lagi, moga aja beneran pergi tu orang, rugi kan suasana asik gini rusak gara gara muka nyebelin nya dia. hoho maaf yaa mbak… (^ ,^)’ cuma ga suka cara kamu aja.
Advertisements

anak indigo.. kenapa bisa ada?

Pada pertengahan tahun 1970-an seseorang bernama Nancy meneliti warna aura manusia dan memetakan artinya untuk menandai kepribadiannya. Tahun 1982 ia menulis buku Understanding Your Life Through Color. Penelitian lanjutan untuk mengelompokkan pola dasar perangai manusia melalui warna aura, mendapat dukungan psikiater Dr. McGreggor di San Diego University. Warna itu bisa dilihat dengan Foto Kirlian atau dengan alat generasi baru sejenis seperti Video Aura. Warna nila menempati urutan keenam pada spektrum warna pelangi maupun pada deretan vertikal cakra (dari bawah ke atas), dalam bahasa Sansekerta disebut Cakra Ajna, yang terletak di dahi, di antara dua mata.
Anak indigo adalah anak-anak yang memiliki aura dominan berwarna nila, namun fisiknya sama seperti anak lainnya. Di samping itu anak indigo memiliki roh yang sudah tua (old soul) sehingga dalam keseharian, tidak jarang memperlihatkan sifat orang yang sudah dewasa atau tua. Anak-anak ini memiliki kesadaran yang lebih tinggi daripada kebanyakan orang, mengenai siapa diri mereka dan tujuan hidup mereka. Seringkali anak indigo tidak mau diperlakukan seperti anak kecil dan tak mau mengikuti tata cara maupun prosedur yang ada.

Menurut Jan Tobler dalam pengantar buku The Care and Feeding of Indigo Children ada 10 ciri anak indigo:

1.Mereka datang ke dunia dengan rasa ingin berbagi;
2.Mereka menghayati hak
keberadaannya di dunia ini dan heran
bila ada yang menolaknya;
3Dirinya
bukanlah yang utama, seringkali menyampaikan ‘siapa
jati dirinya’ pada orang
tuanya;
4. Sulit menerima otoritas mutlak tanpa alasan;
5. Tidak
mau/sulit menunggu giliran;
6.Mereka kecewa bila menghadapi ritual dan
hal-hal yang tidak memerlukan pemikiran yang kreatif;
7.Seringkali mereka
menemukan cara-cara yang lebih tepat, baik di sekolah maupun di rumah, sehingga
menimbulkan kesan “non konformistis” terhadap sistem yang berlaku;
8.Tampak
seperti antisosial, terasing kecuali di lingkungannya. Sekolah seringkali
menjadi amat sulit untuk mereka bersosialisasi;
9.Tidak berespons terhadap
aturan-aturan kaku (Misalkan: “tunggu sampai ayahmu pulang”);
10.Tidak malu
untuk meminta apa yang dibutuhkannya.

dan kenapa bisa ada anak anak indigo? sebuah kelebihan atau suatu kelainan? itu dia yang saya pikirin akhir akhir ini. next saya bikir kita masih berkutat dengan topik indigo. mengenai anak anak indigo dan kesehariannya, juga tentang pandangan keluarga terdekat saya pikir bisa jadi sebuah topik seru untuk perbincangan di precious caprice!

see ya next time. ^____^a….