anak indigo.. kenapa bisa ada?

Pada pertengahan tahun 1970-an seseorang bernama Nancy meneliti warna aura manusia dan memetakan artinya untuk menandai kepribadiannya. Tahun 1982 ia menulis buku Understanding Your Life Through Color. Penelitian lanjutan untuk mengelompokkan pola dasar perangai manusia melalui warna aura, mendapat dukungan psikiater Dr. McGreggor di San Diego University. Warna itu bisa dilihat dengan Foto Kirlian atau dengan alat generasi baru sejenis seperti Video Aura. Warna nila menempati urutan keenam pada spektrum warna pelangi maupun pada deretan vertikal cakra (dari bawah ke atas), dalam bahasa Sansekerta disebut Cakra Ajna, yang terletak di dahi, di antara dua mata.
Anak indigo adalah anak-anak yang memiliki aura dominan berwarna nila, namun fisiknya sama seperti anak lainnya. Di samping itu anak indigo memiliki roh yang sudah tua (old soul) sehingga dalam keseharian, tidak jarang memperlihatkan sifat orang yang sudah dewasa atau tua. Anak-anak ini memiliki kesadaran yang lebih tinggi daripada kebanyakan orang, mengenai siapa diri mereka dan tujuan hidup mereka. Seringkali anak indigo tidak mau diperlakukan seperti anak kecil dan tak mau mengikuti tata cara maupun prosedur yang ada.

Menurut Jan Tobler dalam pengantar buku The Care and Feeding of Indigo Children ada 10 ciri anak indigo:

1.Mereka datang ke dunia dengan rasa ingin berbagi;
2.Mereka menghayati hak
keberadaannya di dunia ini dan heran
bila ada yang menolaknya;
3Dirinya
bukanlah yang utama, seringkali menyampaikan ‘siapa
jati dirinya’ pada orang
tuanya;
4. Sulit menerima otoritas mutlak tanpa alasan;
5. Tidak
mau/sulit menunggu giliran;
6.Mereka kecewa bila menghadapi ritual dan
hal-hal yang tidak memerlukan pemikiran yang kreatif;
7.Seringkali mereka
menemukan cara-cara yang lebih tepat, baik di sekolah maupun di rumah, sehingga
menimbulkan kesan “non konformistis” terhadap sistem yang berlaku;
8.Tampak
seperti antisosial, terasing kecuali di lingkungannya. Sekolah seringkali
menjadi amat sulit untuk mereka bersosialisasi;
9.Tidak berespons terhadap
aturan-aturan kaku (Misalkan: “tunggu sampai ayahmu pulang”);
10.Tidak malu
untuk meminta apa yang dibutuhkannya.

dan kenapa bisa ada anak anak indigo? sebuah kelebihan atau suatu kelainan? itu dia yang saya pikirin akhir akhir ini. next saya bikir kita masih berkutat dengan topik indigo. mengenai anak anak indigo dan kesehariannya, juga tentang pandangan keluarga terdekat saya pikir bisa jadi sebuah topik seru untuk perbincangan di precious caprice!

see ya next time. ^____^a….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s