Masih Misteri

Aroma sedikit horor, suasana yang aneh, perasaan yang sulit sekali saya lukiskan petang tadi kembali menghujani saya. Sepulang kuliah karena no one can pick me home, saya melanjutkan perjalanan kerumah dengan menumpang kendaraan umum. Terlahir ditengah keluarga yang tidak memanjakan anak anak nya membuat ini bukan suatu yang spesial, sejak kecil saya terbiasa pulang pergi kemana-mana sendiri. Dari kampus, perjalan harus terhenti di salah satu perempatan jalan di kota ini untuk kemudian berganti meminjam jasa sebuah oplet warna putih beras yang akan membawa saya kurang lebih 6KM kearah barat laut kota Palembang, sebelum akhirnya sampai kerumah.
Seperti umumnya oplet yang ada di kota saya, tempat duduk terbagi menjadi empat bagian, tiga deret dibelakang sopir, dan ada dua kursi disamping sopir. Saya berinisiatif mengambil kursi di deretan tengah, 2 bangku dibelakang sopir. Saat saya naik, saya tidak menutup pintu oplet, toh sebentar juga akan ada penumpang lain yang naik ke oplet ini, begitu pikir saya. Tanpa Memperdulikan sekitar, tubuh sedikit letih ini saya senderkan ke kanan, mendekatkan diri dengan jendela. Tengah saya larut dalam udara senja, seorang perempuan berhijab yang duduk persis di depan saya menoleh begitu saja, menatap lalu tersenyum. Manis, dan terlihat Ramah. Tapi ada sesuatu yang aneh didalam senyumnya. Atmosfer kikuk seketika menyerbu saya! Wajahnya telah berulang kali saya jumpai, dan kondisi seperti ini bukan pertama kali saya hadapi.
Entah kapan, namun saya ingat pernah menjumpainya. Berfikir dan mengingat memori silam, akhirnya saya yakini saya memang benar benar pernah ketemu dengan wanita ini. Seperti kebanyakan pemukiman yang berada di pinggiran kota, daerah semak2 dan lahan kosong masih mudah dijumpai. Saat itu saya diatas motor, sedangkan wanita itu berdiri dipinggir jalanan dekat semak-semak. Sama seperti saat ini, dia tersenyum dan berhasil mengirim saya suatu perasaan aneh yang sulit di urai dengan kata. Kembali memori lain diputar. Lain waktu saya berjumpa dengannya ialah saat hujan, saat itu saya nekat menerobos hujan, sekali lagi saya diatas motor dan dia terlihat berteduh sendirian, menunggu sesuatu. Ia menoleh lalu tersenyum, dan saya seakan tersihir dalam situasi yang sama, deja vu!
Dari pertamakali ketemu, yang saya rasakan senyum itu bukanlah senyum yang asing, senyumnya bagai senyum sahabat dekat yang saya lupa, bahkan tidak tau siapa! Sepanjang perjalanan saya hanya berusaha memikirkan tentang ini, dan 6 KM memakan waktu tempuh yang lumayan jika untuk digunakan berpikir. Akhirnya saya simpulkan : Ya! saya memang tidak mengenal dia!
Yang jadi pertanyaannya ialah, siapa dia? kenapa tiba tiba nemoleh lalu tersenyum? kenapa saya merasa aneh dan seperti tersihir dengan senyumnya? kenapa saya selalu terjebak dalam situasi yang sama saat saya ketemu dia, even if in our first meeting? lantas kenapa saya merasa dekat dengannya, padahal kenal pun tidak?
* dan andai kamu bisa merasakan apa yang saya rasa, situasi seperti ini amat tidak menyenangkan : mencoba mengingat sesuatu yang jelas jelas sebetulnya tidak pernah ada dalam ingatan. Deja Vu!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s