Ngisi Liburan (part 1)

Saya adalah salah satu dari beribu orang yang berpendapat bahwa merantau itu seru. Sebelumnya, sempat terpikir kalau kuliah di unsri *kandang sendiri* itu ga asik banget, ga seru banget. Saat itu saya pikir alangkah malangnya saya, di saat teman teman saya belajar beradaptasi dengan lingkungan dan masyarakat yang baru nun jauh disana dan berkutat dengan pengalaman dan tempat-tempat yang asik untuk ‘dijelajahi’, disini saya justru terpenjara dalam rutinitas menjemukan. Menjadi mahasiswi yang mesti kuliah di kampus yang terpisah jarak 32 kilometer dari pusat kota Palembang (tu berarti kurang lebih 42 kilometer dari rumah orang tua saya, di barat daya kota ini) bukan suatu kegiatan mengasyikkan, sepanjang perjalan kita hanya disuguhi pemandangan hutan, semak, rawa, sawah dan sungai. sekali dua kali, ya cukup seru. tapi jika setiap hari? yang hadir justru jemu. tapi sekarang, setelah satu setengah tahun menjadi mahasiswi, saya rasa kuliah di kota sendiri bukan pilihan yang buruk. Positifnya saya ga perlu pusing berhadapan dengan yang namanya homesick, ga perlu ribet mikirin pulang kampung. Dan yang penting, disini ada banyak hal positif yang bisa saya lakukan bersama teman2 ‘senasib’, hal2 yang  berkontribusi besar dalam membuat masa muda saya lebih berarti dan ‘berisi’.hehehe..
Kemarin 17 Januari 2010, saya dan beberapa teman-teman berkunjung lagi ke panti asuhan tempatnya 9olden9en bakti sosial Ramadhan kemarin.. Semuanya berawal dari short message service yang dikirim ibu pengurusnya ke hp temen saya. “mengharapkan bantuan sembako”. kurang lebih inti pesannya begitu. Saya bangga punya temen-temen yang sigap, cepat tanggap, dan cermat. Secara dadakan kita semua berinisiatif untuk ngumpulin duit dan barang yang masih pantas untuk disumbangkan. Uang pun terkumpul sekitar tigaratus ribuan, sekejap lantas lami sulap jadi sekarung beras, 2 kilo minyak, 2 kilo gula, 2 kaleng ikan kalengan, 1 botol kecap, 2 bungkus abon sapi, 2 kardus mie instant, 2 kaleng susu, 1 bungkus biskuit crakers kacang, 1 kaleng chocolate stick. dan apa lagi saya lupa. ada juga berpuluh potong baju bekas yang terkumpul dan beberapa pasang sepatu second yang layak pakai. Semuanya langsung dianter ke panti asuhan hari itu juga. Saya nulis ini bukan riya ato pengen pujian. Ini gambaran bagi kita semua para generasi muda, kalau sesungguhnya kita bisa mengisi hidup kita dengan hal2 bermanfaat. kita bisa saling membantu sesama dengan hal2 kecil, seperti yang telah kami lakukan disini.
*Adalah sesuatu yang khas dari bakti sosial kepanti asuhan :
Degup jantung yang mengencang saat kau lihat anak-anak itu menanti kedatangan mu di ujung lorong. Mata mereka penuh harap, bibir nya menyungging senyum. Kemudian akan ada rasa haru saat anak-anak itu menyambut dengan cara mereka : berebut mencium tanganmu lalu mengucapkan terimakasih karena kamu peduli pada mereka.  Mata nya yang menatap nanar pada kantong2 dan kardus2 yang kami bawa,  seakan bicara “apa isinya? apakah suatu hadiah untukku?” menjadi suatu pemandangan yang pasti akan kau dapatkan. Dan saat mereka tau apa isinya, saat tercipta satu senyum dari bibirnya dan kau ikut tersenyum, maka saat itu kau akan pahami nikmatnya berbagi.
ada beberapa foto yang sebetulnya bisa saya share, ASAP posting ini akan saya update.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s