Belum Sembuh Benar

Salahnya padaku jua, bukan kamu.
Siapa yang menuai dia yang memetik, bukan?
*Sial, lagi lagi ucapan si bedebah pepatah itu tepat…

Dulu mimpiku putih,
Hingga terjerumus pada biru ini pun, mimpiku tetap putih..
Pusaran takdir hari ini membawaku ketengah tengah putih
Tapi aku bukan putih, kan? Putih itu mimpi!
Hanya mimpi untuk jadi putih….

Batas antara cinta dan benci itu tipis…
itu pepatah yang bilang, bukan aku.
Aku cinta menjadi putih…
Bukan!!! Lebih tepat mungkin begini,
Aku benci karena aku bukan putih…!!!!

27Juni10. Parkiran motor, terjebak
dengan mereka para putih..

*mimpi membawa luka,
aku memang belum sembuh benar

Advertisements

Sekadar Silam…

Lima tahun silam aku pernah di sini. Duduk menyilang kaki di sini, dengan kaki yang ini.*menulis ini seperti aku punya tiga pasang kaki saja. aku normal kok, kaki sepasang, kiri dan kanan 🙂 Lima tahun silam aku pernah di sini, disore yang sejuk, beradu pandang dengan lapangan ini. Lima tahun silam aku pernah di sini, tapi tidak dengan jiwaku yang ini…. jiwaku yang lain lagi.
Lima tahun silam aku pernah di sini, dengan sepotong hatiku yang dibawa raja pergi. Lima tahun berlalu, sekarang aku kembali disini dengan sepotong hatiku yang juga dibawa pergi, BUKAN oleh raja yang kemarin, tapi oleh seorang Ksatria yang lain…  🙂
Sabda langit, dan janji yang Esa, Entah ada apa dibalik kelabu kita. Lima tahun silam aku tidak pernah menyadarinya, bahkan aku tidak pernah bersyukur seperti ini. Aku nista…. dan maha sucilah Ia….
Bukan puisi, cuma coret2, merasa sepi ditengah keramaian.
*27 Juni 10. Tempat berkesan di belakang Aula.
sebuah coretan saat ingatanku melayang kemasa itu

Tentang Qulsum…

“Dek, kamarnya dirapihin, gih! ntar ada tamu nginep sini, tidurnya sama kamu yaa?”
“Okeh, Papah”

Jumat sore Papa ngasih tau kalo bakalan ada warga yang mau kesini, berhubung kamar dirumah pas-pasan dan ga da kamar tamunya, rencananya tamunya ntar –yg cewe- tidur sama aku deh mpit-mpit-an, heheu. Papa orang Nakertrans yang akrab sama warga transmigran, dan otomatis, udah menjadi tugas nya untuk memfasilitasi warga yang ada urusan di Palembang. Mulai dari yang datang untuk berobat, sekedar singgah, ato ikut tes. Kek sekarang ada warga yang mau ikut SNMPTN, dan butuh tempat tinggal sementara. ^ ^
 Minggu siang, tamu yang dinanti akhirnya sampe, Mbak Yem, Pak Min, Idah, dan yang mau SNMPTN sebut saja namanya Qulsum. Seperti yang kubayangkan, Qulsum dan Idah berperawakan kurus, kulit sawo matang, dan rambut panjang sebahunya yang di kuncir kuda. Style warga -maaf- pedesaan.  Pun begitu, Qulsum dan juga Idah adalah gadis yang Fun, cepet akrab, ramah, rajin dan sedikit pemalu, tipikal gadis asli Indonesia! ^ ^

Nyalain laptop + nyolokin modem = Online!

Hal yang mungkin biasa bagi kita, tapi tahukah anda kalo disekitar kita ada banyak sekali mereka yang belum terjamah teknologi?? Qulsum yang kebetulan berbagi ranjang denganku selalu ‘bengong’ ngeliat apa yang aku kerjain, well, sedih juga sebenernya, dan aku juga takjub begitu dia nanya, “Ngapain Mbak? Itu mainin apa?” –a weyy dalem ati aku ngomong gini “Serius kamu ga tau internet? Lha kamu daftar SNMPTN pake apa? Bukannya daftar SNMPTN sekarang udah pake sistem online, kaan??”
…Usut punya usut ternyata ikut SNMPTN ini Qulsum didaftarin sama kepala sekolahnya dg kata lain di ga tau-menau tau-tau nomor peserta ujian udah ada. Dari sekian banyak siswa SMA nya, Cuma dua orang yang mau nyambung pendidikan ke bangku Universitas.  Kepala sekolah yang memfasilitasi pendaftaran coz berhubung dan berhubung ternyata di desanya Qulsum belom ada internet apalagi komputer… Lha gimana mau komputer, wong listrik aja belom ada!!! LISTRIK AJA BELOM ADA, GAN!!! (T.T)  …maka beruntunglah kita yang begitu lahir, terus melek mata, ni dunia udah terang lampu dimana-mana… ‘tul? *bersyukurbersyukurbersyukur*
Qulsum bilang, dia pengin jadi pioneer, orang kampung nya belum ada yang kuliah. Dia punya cita-cita jadi guru, dia pengin untuk nantinya bisa membuka jalan bagi adik-adik satu kampung yang mau nuntut ilmu juga di Palembang. Qulsum juga bilang,  kalo ntar dia jadi kuliah, tentunya urusan adik-adik sekampungnya ntar ga sesulit dia yang ga tau ini–itu. Qulsum, aku dipaksain juga buat OL bareng aku, belajar bikin email,  belajar untuk ngoprasiiin Laptop dll, tapi dia ga mau… (T.T)  Dengan nada datar, apa coba dia yang bilang : “Ga ah, aku ga bisa mainin itu…!!” Aku sedih deh tapi ga bisa ngapa-ngapain lagi, paradigmanya ternyata seperti itu ya, internet itu mainan..  (T.T)
Semoga sukses ya dek yaaa… di doain lulus deh…  aaaamiiin….

Antara

Libur udah di depan mata, bukan didepan mata ding, tepatnya sekarang emng sedang libur. Dan jangan tanya kenapa karena saya juga ga tau jawabnya, ditengah kerjaan yang lagi kosong, pikiran saya melayang pada hal-hal di judul itu….. antara panti jompo, panti asuhan, dan kuburan. Ada ‘sesuatu’ yang memanggil saya untuk segera melangkahkan kaki kesana..

Traalala~ Selamat Hari Lingkungan Hidup Ya……

“Selamat Hari Lingkungan Hiduuup…!! Bu, Pak, Kami dari Ikatan Bujang Gadis Kampus Sumatera Selatan, mengajak masyarakat palembang untuk terus mencintai dan melestarikan lingkungan, ini ada saputangan yang bisa digunakan sebagai upaya meminimalisasi penggunaan tissue, silahkan diambil Pak, Bu, gratis kok. Permen dan stikernya juga yaa… jangan lupa ditempel, biar kita ingat terus sama lingkungan…  Terimakasih ya, Pak, Bu. Selamat Hari Lingkungan Hiduuup…!! “
“Bumi kita sekarat! terdengar menyedihkan, tapi itu sungguhan!” Semboyan itu kemarin terasa lengket sekali di kuping saya, pun serentet kata-kata diatas. IBGK tepat pas peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, tanggal 5 Juni kemarin mengadakan sebuah acaray yang specta! ahaha~  IBGK GOES GREEN, GREEN GENERATION START HERE! …………Ceritanya kami ngumpulin dana lewat daur ulang barang bekas dan sumbangsih uang seikhlasnya, partisipasi lebih dari 1000 pemuda di kota Palembang. Uang yang terkumpul dijadiin modal untuk beli bikin saputangan, ni maksudnya untuk sosialisasi pengurangan penggunaan kertas tissue yang notabenenya dibikin dari pulp alias bubur kayu yang asalnya dari pohon (kedengeran ribet! haha). Puncaknya setalah bagi2 saputangan, stiker dan flyer, kita longmars dari charitas sampe bundaran air mancur…. hohoo~
FYI, satu pohon menyumbang oksigen untuk 8 orang loh, @0,5kg/orang. nah buat numbuhin pohon biar gede kan butuh waktu lama tuh, kesian pohon nya ditebangin mulu, mending pake saputangan aja yaaa… biar pohon pohon kita tetap lestari.. Okay, saya ga akan bicara panjang lebar lagi, saatnya berbagi fotofotofoto… hohoo.. lets cekidot beybehh! ^^ 
ket.foto
1. Start dari Dinas Pendidikan Prov.Sumsel Jl.Kpt.A.Rivai no.47
2. Simpang Charitas, bagiin Flyer, Stiker, Permen dan Saputangan
3. Longmars,(bener kagak ni tulisan? hehue), simpang cinde
4. Longmars, shooted from jembatan pusri Jl.Jend.Sudirman
5. Finish di Bundaran Air Mancur, Masjid Agung Palembang
6. Singgah ke Hexagon, take a rest for a while (itu apaa coba, kak Ardi kenapa kepalanya? hehue)
7. When I in BAM foto diapit dua bujang (kak Tyan dan kak Bona), 
baru menyadari actually I LOVE THIS CITY, SO MUCH….!!