Tentang Putih

Apa mesti aku teriak biar semua tau tentang luka yang belum kering itu?????!
Apa mesti aku hingar bingar agar mereka bungkam???

Mereka tertawa seolah aku tak merasakan apa-apa
Seperti kekecewaan hanyalah sebuah fase biasa
Mengolok-olok dan memberi semangat seadanya
Kawan… aku baru saja kehilangan mimpi

Semua melarangku menangis, hatiku tak boleh menjerit
Tapi mereka tertawa… bukannya memapah jiwaku yang lemah
Kumohon tolong, berhentilah tertawa!

Aku hanya ingin engkau tahu, bukan menertawakanku
apalagi menghujatku…

Jika tak bisa kau berikan aku empatimu
Jika tak bisa kujadikan engkau penguatku

Kumohon berikan aku ruang sunyi
untuk mendamaikan diri,
tuk membangun semangatku lagi…

*Apa memang Tuhan tak ingin aku melupakan ‘putih’ ya, baru saja aku berniat mengubur ‘putih’, tapi putaran waktu begitu saja membawa aku kedalam sebuah percakapan singkat, yang mungkin bagi mereka biasa. tapi tidak bagiku. Perasaan saya begitu rapuh saat bersinggungan dengan hal ‘itu’, terdengar berlebihan? Ya, mungkin aku yang berlebihan….

     

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s