Dumai Merengut Dia

Tentang ini telah saya siapkan jauh jauh hari. Saya sadar ini konsekuensi, apa yang saya pilih itulah yang harus saja jalani. konsekuensi yang pada awalnya saya berani bilang Ya. Tapi kenapa ada kecewa yang mengusik? tetap saja mengusik meski saya sekuat tenaga mengusirnya. Ada rasa sedih yang menyelinap, meski saya telah sepenuh jiwa menepisnya. Kecewa dan sedih, harus kah? Seharusnya tidak.

Hari ini, jam ini, menit ini, detik ini, hitung mundur dimulai. Mamas bilang masih tersisa beberapa hari kedepan sebelum hari itu datang. Sebelum Dumai benar-benar merengut dia….

  

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s