Separuh Jiwaku Pergi…

Aku menangis, bukan sekedar, tapi betulan tersedu. Delapan jam yang lalu, semuanya masih biasa saja. Tapi sekarang aku sadari aku sedih betulan. sedih betulan…… benar benar sedih. I’m Fine, dan ga ada yang salah sama semua ini, hanya saja yang ada ternyata tidak seringan yang saya pikir.  Empat tahun lamanya bukanlah waktu yang bisa dibilang sebentar, saya yakin semua sepakat tentang itu. Empat tahun, jiwa saya teracuni oleh apa yang mereka bilang cinta. Keindahan dari kebersamaan dengan seorang adam telah membius, dan jadi candu buat saya.
Bukannya saya ga kuat, atau mengkhianati yang telah saya janjikan pada diri saya sendiri. Shock! Saya rasa kejadian ini terlalu cepat, tanpa ba bi bu pesan singkat sembilan  belas karakter itu berhasil memutarbalikkan segalanya.. Seketika lunglai, dan jadi ga napsu makan. Kau tau? Separuh jiwa saya akan pergi….
Didik Krisna Dwipayana, engkau ksatria yang muncul di setiap potong mimpi….
Hingga jasadku lebur bersama tanah, dan asa ku terbang dibawa angin. kau akan tetap Didik-ku.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s