LUKA

seperti elegi, pilu
bukan drama, apalagi cerita sedih

kau anggap aku apa, hah?
boneka yang bisa seenaknya kau peluk
lalu kau campakkan saat kau bosan

kau anggap aku apa, hah?
pelacurmu yang bisa kau cium, kau sedot habis wangi tubuhnya
dan kau kaparkan begitu saja kemudian

kau anggap aku apa, hah?
seonggok tai kucing di pinggir jalan
yang biar kau injak pun tak punya perasaan

kau anggap aku apa, hah?

(Alfathunnisaa, 0710)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s