entah kenapa, aku cinta dia.

di satu hari yg berharga, antara palembang dan dumai. ada senang tapi juga pilu.
  
Advertisements

Disconcerting Feeling

Saya tidak tau apa yang sebaiknya saya katakan disini, hmm.. Sedikit perasaan yang cukup membuat bingung juga meresahkan (jika memikirkan akibat yang bisa ditimbulkannya di esok hari). Ini mengenai cara berpikir yang secara ga langsung mempengaruhi sikap yang di ambil oleh seseorang. Saya sadari dan tahu betul bahwa cara berpikir antara satu orang dengan orang yang lainnya itu emang beda-beda, dan ga kan mungkin bisa bener2 sama.  Tidak dapat dipungkiri ketidaksamaan pola ini bisa menimbulkan masalah apabila tidak disikapi dengan benar. Maka satu-satunya jalan adalah meng-komunikasi-kan pikiran dan kehendak masing-masing agar terciptanya titik temu yang satu. Namun apa yang akan anda perbuat apabila cekcok kecil selalu terjadi antara anda dan patner kerja anda yang disebabkan oleh perbedaan cara berpikir? dan hal ini kerap menimbulkan perasaan tidak nyaman dalam diri anda.

Saya, anda, atau siapapun saja pasti berkeinginan untuk dipahami oleh orang lain. Karena bukan diri kita saja yang ingin dimengerti maka sebaiknya kita mencoba untuk mengerti perasaan orang lain terlebih dulu sebelum menuntut agar orang lain mengerti kita. Tapi apa yang akan anda lakukan saat patner kerja anda tampak acuh tak acuh saja?? Mungkin bukan acuh tak acuh, tapi sikap yang mereka ambil tidak sesuai dengan yang kita harapkan sehingga
terkesan acuh tak acuh saja. Seperti misalnya suatu saat kita bersikap “dingin” dengan maksud memberi waktu kepada mereka untuk berpikir mengenai hal yang apabila mereka melakukannya akan membuat tidak kita suka,  yang mereka tangkap justru sikap “dingin” yang kita perlihatkan adalah sikap tidak mau di ganggu. Terang saja kalau begitu komunikasi untuk mencapai suatu titik terang tidak akan pernah terjadi!

Apa saya harus mengungkapkan  semua ketidaksukaan saya atas sikap patner kerja saya secara terang-terangan dan gamblang? Jika betul begitu, saya khawatir emosi saya akan meledak dan itu tidak lebih dari sekedar usaha memperburuk suasana. Yang saya inginkan adalah mereka bisa membaca prilaku/sikap yang saya tunjukkan karena saya rasa saya sudah cukup sering menunjukkan sikap seperti ini bila ada sesuatu yang tidak saya sukai. Pertanyaan bagi saya, apa yang membuat patner kerja saya tampaknya tidak pernah belajar dari pengalaman yang sudah-sudah?? Atau justru masalahnya terdapat di diri saya sendiri (saya yang kurang bisa mengerti mereka)?

Distorsi perasaan kembali menyerang saya. Apa yang harus saya perbuat?

– sekedar mempublish tulisan yang telah terlalu lama mengendap dan hampir mati membusuk di dalam draft. entah kapan tulisan ini saya buat 🙂

krisis jati diri

krisis jati diri. yang seperti ini sebetulnya bisa dibilang telat terjadi mengingat umur saya udah 19 tahun. orang orang bilang usia segini udah masuk fase remaja akhir. well, tahun depan gue dewasa, bukan lagi remaja. semestinya krisis kepribadian hanya terjadi pada anak-anak SMP yang baru puber. bukan saya.

teman teman saya bilang, saya orang yang bisa dibilang berkepribadian keras, berprinsip. tapi menurut saya, saya masih terlalu rapuh untuk ikut tergoyang, lalu terpengaruh orang lain. saya tidak belum mampu menjadi ikan yang bisa tetap tawar meski hidup di air asin.

saya pernah tercatat sebagai
anggota aktif dalam sebuah keanggotaan liqo. rutin kumpul seminggu sekali di masjid yang lokasinya ganti-ganti. kami ngaji bareng, tausiah, dibimbing seorang murrabi memperkaya ruhani dengan ilmu agama. seminggu sekali saya sekejap jadi akhwat dengan jilbab lebar-panjang sepinggang, rok panjang, baju gobor, dan kaos kaki selutut. saya menjaga lisan, menjaga pandangan saya, saya ga pernah bicara cablak, saya menunduk jika berhadapan dengan lawan jenis. saya juga kerap ikut dalam dauroh, dan kegiatan kaderisasi sebuah partai muslim. saya senang berada dalam lingkungan ini. saya : seorang aktivis kerohanian yang santun, jauh dari dandan, jauh dari fashion, anti parfum maupun lipstick.

saat ini saya dipercaya untuk menyandang predikat Wakil I Gadis Kampus Sumatera Selatan. ini menjadikan saya seorang yang mau ga mau jadi cewe banget, dan jaga image banget. saya ikutan modelling class, dancing class, beauty class, pemotretan, dan table manner. saya diharuskan mulai akrab dengan sendal-sendal high heels 7 cm (minimal). dan juga stilleto, saya akrab juga dg sepatu jenis ini. saya  harus terbiasa jalan tegap dengan dagu naik, senyum manis, selempang di pundak, mengapit lengan cowo demi keanggunan dan WTH lain lainnya itu.. hehe 😛 saya diharuskan dandan utk ke acara resmi di griya agung dll, dan karenanya saya tanpa sadar mulai mengoleksi eyeshadow dan lipstick aneka warna, foundation, blush on, mascara, eye lash curler, dan bulu mata palsu serta lem nya di dalam beautykit saya. gosh!!! saya: cewe sok anggun yang dandan parah seperti bencong.

saya tergabung dalam satu tim freelance, anggotanya cowo semua, tampang preman semua, bau, gondrong, jarang mandi, dan jorok semua. berada dekat mereka saya jadi cewe tomboy dengan celana gunung, ransel,  kaos oblong maxi-size pinjem punya abang saya, jilbab di iket kebelakang seadanya. saya duduk ngangkang atau angkat kaki ke kursi, dan feel free untuk ketawa ngakak. saya nyaman berada di antara mereka. saya: seorang cewe tomboy urakan dan ga sopan ga peduli tampang ga peduli minyak diwajah setebel apa.

saya punya beberapa sahabat dekat di kampus, kita cewe semua, sama sama suka dandan, gemar belanja. 🙂 bersama mereka saya jadi seorang cewe fashionista yang mikirin penampilan banget. bersama mereka saya adalah seorang cewe yang akrab dg jeans skiny, atasan babydoll, bros bunga, statement ring, cute flat shoes, parfum dan lipgloss. saya jadi ga pede kaya mau mati klo appearence saya ga oke. saya jadi ikut gila kosmetik ato krim anti jerawat dsb. saya jadi orang yang peduli banget sama model tas keluaran terbaru. saya bahkan hampir ikutan pasang behel dan beli blackberry, karena mode. gosh, saya: cewe-cewe kebanyakan yang suka dandan, mikirin tampilan, dan impulsive buyer.

well, kamu bisa liat betapa kontras nya saya. siangnya saya bisa jadi manusia (yg kelihatannya) alim anti dandan dan lawan jenis. tapi malemnya saya berbaur dengan para bujang bujang, memainkan peran sebagai duta pendidikan sumatera selatan, dan dandan! makeup abis!  begitu juga saya bisa sangat ga peduli dg penampilan, tapi bisa juga parno kaya mau mati takut keliat jelek.  tralalala~ ini dia~ krisis jati diri~

dapat dipastikan bahwa lingkungan adalah kelemahan saya. hmm saya munafik? yaah saya tidak mau dibilang munafik. hanya saja saya selalu berusaha untuk bisa diterima oleh orang orang di lingkungan saya dengan baik. dan ini lah yang sepertinya kerap menjadikan diri saya seekor bunglon yang berubah-ubah warna.

jadi siapakah saya sebenarnya? who am I? I’m spiderman! lol.

yaaa saya ga tau, jati diri saya yang sebenernya ini kaya apa. saya sebetulnya ingin konsisten tapi sulit. mungkin saya memang seekor bunglon yang berganti-ganti ‘warna’ mengikuti tempat dimana saya berada. mungkin saya memang seekor siluman yang ikutikutan mengembik di kandang kambing, dan mengaum di sarang macan.

kenapa saya begini? hummm saya juga sedang bertanya pada diri saya sendiri.  mungkin saya butuh mempelajari selfhipnotize. mensugestikan sendiri tentang siapa diri kita mungkin bisa membantu saya keluar dari krisis jati diri seperti ini.

 

six facts

ini tentang kami. maksudku, tentang aku dan kekasihku.

  1. kami tidak pernah merayakan anniversary. karena kami tidak ingat tanggalnya 😦
  2. “maukah kamu jd pacarku?” …ga pernah ada kejadian begitu..
  3. kami menjalani ini sudah hampir lima tahun, TANPA sambung-putus. 🙂
  4. kami sama-sama punya pengalaman pahit sekali soal cinta 🙂 yg membuat kami banyak belajar
  5. kami pernah merahasiakan hubungan ini selama satu tahun sebelum akhirnya membiarkan sahabat sahabat kami tau
  6. saat ini saya kangen dia, kangen berat. 

    I do! and twice!

    do you ever trap in one condition which you still can’t escape your self despite you have tried so hard ? or do you ever feel like you be traded like a slave -nothing way to escape- who have to do something you don’t wanna do? I do! and twice!
    saya memang bukan manusia pemberani yang bisa dengan mudah berkata tidak, saya bukan manusia pemberani yang bisa memutuskan dengan mudah untuk bertindak radikal. saya tau saya seorang pengecut, sampai bagaimana orang memandang dan menilai saya pun jadi suatu hal yang sangat saya pikirkan.
    saya iri dengan mereka yang punya keberanian untuk jadi orang betulan independen, yang ga mikirin bagaimana seseorang menilai mereka. saya iri terhadap mereka yang bisa dengan lantang berteriak “I’ll do what I wanna do, no matter what those say”.
      

    Alone

    hari ini nyantai, mama pergi dinas daerah dan baru pulang besok malem. papa outta town juga dan ga tau pulang kapan. mungkin lusa. dengan ditemani kakak laki laki saya yg sepanjang waktu ‘autis’ game, saya jadi tidak ada bedanya dengan sendirian sekarang. fiuuh…

    …krik krik krik..

       

    liburan? apa tuh? gue ga kenal

    gue-elo mode : on
    gue sebenernya ga gitu suka liburan, kenapa? soalnya gue adalah manusia yang almost ga pernah have a trip for holiday. that’s mean liburan gw boring~ kaya sekarang ini ni, dari pagi ampe pagi lagi gue cm ngabisin waktu d ranjang melototin laptop-item-amat-berjasa punya gue smbil internetan. bokap-nyokap gue adalah tipikal pria-wanita karir yang sibuk ngantor, yg kerap pergi pas gue masih tidur dan pulang pas gue udah tidur lagi. mereka pekerja keras dan hampir ga pernah juga ngambil hak mereka untuk cuti kalo ga beneran kepepet. ini mungkin salah satu penyebab knp gue hampir ga pernah liburan. 
    mungkin lo mikir, knp gue ga liburan ama temen/sepupu aja? well, bisa dipastikan klo gue ga punya sepupu seumuran. semua sepupu gue terpaut hitungan tahun diatas gue dan ini bikin rada sulit ngatur waktu, punya kesibukan sendiri-sendiri, gue libur mereka sibuk sama studi S2 nya, kerja, bisnis, ato emng mereka lebih interest ngerjain hal lain ketimbang pergi liburan bareng gue. gue ga tau. 
    dan knp gue ga nyoba liburan breng temen? beberapa kali gue nyoba bilang ke bokap, berapakali juga dia bilang ‘ga’ buat gue. oke, bokap-nyokap gw emang protective banget. ditambah possesive pula. lengkap.
    mungkin nanti kalo gue udah punya laki, gue baru bisa liburan.
    gue-elo mode : off

    Be POlite!

    I’d like to help somebody, helping other give me something worth to smiling at. especially when those asking me something politely. eah, please asking politely when you need something! u shouldn’t shout at me, or speak with ur high tone, even glance me on the horrible way, bossy, or sumtin like that. it makes me feel unsafe, uncomfort, and I guarantee I’d rather run away than think to help you. absolutely.

    I can be a very annoying person to ppl who treat me wrong way. I could shout back at you, even slap you so hard! no, I could kill you! HAHAHA! decapitate and dice you into small piece! then I’ll eat you! I am a carnivore! I am cannibal! HAHAHA!

    the point is, you should remember that I am not your slave, being polite to me is better than you get killed. lol.

    I kidding you, dude!

      

    random

    It’s holiday, and I just spend my all day with watch on some movies. romantic. sarcastic. funny. 🙂 thx so much to Tami whose those movies belong to. I’ll be wait for your next nice recomended movies.
    I went out with Tiwi for swimming as usual. after that we went lunch, and i found new worth lunch menu, sapi cah cabe. soo hot~ it tastes delicious~ and terrible yummy ya know~  ^_^
    I bought some stationaries, like new pens, notebook, yadda yadda. with its purple-pinky, those are being fuckin cute 🙂  perhaps it could be my mood booster *whooozz~* say welcome to new semester..!!
    I’ve gotten A for my internet-programming-lab. I wish I’ll get full of A filled my KHS.
    I got Fathur back to my arms! hehehe. he is the one and only my-lil bit weird-fuckin great-funny-male-friend who knows and understands me so much. I’ve been make friend with him for almost six years. and there’s just too much the time cannot erase between us. wkwkwkwk. long time not make a joke at ya, dude!
    *on this couple years we anyway kinda “be a part” due to study time and etc.. but i promise I’ll keep this friendship as possible as I can. I promise to never forget your birthday like last year. I feel soo~ guilty, I’m sorry friend.. hiks…
    otherwise, I feel alone. kinda pathetic when my bf doesn’t gimmie time as much as usual. knowing that he is bussy make me try to be patient, hehe, i’d love to, but I’m afraid I can’t honey. but i’ll try 🙂  I really miss him. I really miss my bf , to whom I always share my stories, my life, and my love with. I miss him.
      
      
     

    don’t be stupid

    Do you ever stalking someone who don’t know you? or do you ever worried about someone who actually don’t mind about you? I do.

    Consciously or not, I might actually be a paparazzi for somebody’s life. stalking someone anytime, open their social account just for ‘wanna know’ everything about ’em, then I start to comparing. I often feel inferior when seeing someone smarter, richer, happier, someone more beautiful, or more stylish than I. I feel inferior when seeing someone could did anything that I couldn’t.

    why did I do that stupid things? wht’s I get from it? errrr…. actually there is nothing I get from these all.  I didn’t get anything moreover I feel unsafe, and worry. what a fuckin stupid! yeah I realy stupid!

    but now, not anymore.  Thnks God, I realize it. What we see about them is not always what we get, ya know. It isn’t their real life, right?

    They can be soooooo beutiful on photos, but who knows they let their photo edited to be look like a porcelain, it just about camera trick. Other can be look like the richest ppl in d world by riding  their new  fantastic car but who knows actually they have so many debt. or you can look somebody sooo happy with their Mom doing fuckin sweety things. but who knows actually the family was broke up. who knows actually his Dad leave him. and who knows that they just publish their best family time to make other convinced that they are happy but actually not! who knows? no one.

    we never know surely about their life anyway. even you can’t judge someone who always smiling in their virtual profile as a happiest girl. you never know what’d happened actually til you know their real life. what we see in virtual world might be only big falsehood. even a monkey, ppl don’t know it is monkey when  it use internet. so how could we feel unsafe? lol.

    and “try to stop comparing” comes to be my resolution. yeah, I dont wanna comparing anymore. 🙂