grows up

beberapa hari yang lalu di perjalanan pulang Indralaya-Palembang, tibatiba saya teringat tentang metana etana butana dan teman temannya. iya! itu rantai karbon ikatan tunggal. entah kenapa teringat, dan penasaran saya mengulang dalam hati urut-urutan ‘nama’ gugus karbon tersebut. dari satu, sampai sepuluh. ternyata meski sudah hampir 3 tahun tidak bersentuhan dg kimia, dalam kepala saya masih cukup fresh ingatan tentang itu. heran ya, alkana alkena dan alkuna sepertinya kok gampang sekali. padahal dulu saat saya kelas X di SMA, saya setengah mati melototi modul kimia untuk bisa ngerti kenapa karbon karbon itu bisa berikatan. kenapa pula ikatan ikatan itu bisa banyak rupanya, bisa banyak namanya. kenapa juga bisa berikatan rangkap, atau kenapa ikatannya tunggal. tapi meski saat itu udah belajar setengah mati, toh tetap, angka di rapor saya cuma 75 untuk matapelajaran kimia. šŸ˜¦
tersentak, saya jadi berpikir kenapa hal yang dulunya sangat sulit dimengerti kok sekarang jadi terlihat sederhana sekali? padahal saya ga pernah ngulangin belajar ttg gugus karbon lagi, dan di study saya sekarang juga ga ketemu subjek kimia. dengan kata lain pengetahuan saya tentang gugus karbon itu ga nambah sama sekali loh. hanya pemahaman saya tentang itu baru ‘ketemu’ sekarang. telat yaa
saya jadi ingat kata mama tentang masalah. menyelesaikan masalah itu bagai mengasah otak, begitu katanya. mama juga bilang jangan pernah takut sama masalah, masalah justru memberikan jalan pada kita untuk belajar, untuk mengasah otak, sehingga nanti kalau muncul masalah lagi kita sudah tahu bagaimana cara menyelesaikannya. atau nanti saat kita punya masalah lebih besar kita punya pegangan untuk bagaimana mencari penyelesaian berdasarkan pengalaman kita sebelumnya. otak yang biasa berhadapan dengan ‘pelajaran’ yang rumit dan masalah yang besar tentunya ga akan merasa kesulitan untukĀ  menghadapi masalah sederhana. kesimpulannya: masalah itu nutrisi otak. *what?*Ā  hehehe ga ding, kesimpulannya: kemampuan otak kita terus berkembang.
dan itulah gunanya kita sekolah, kuliah, mencari ilmu mencariĀ  pengalaman. semuanya adalah proses pembelajaran diri, langkah kita untuk menjadi manusia yang bijaksana dan dewasa secara akal dan mental.Ā 
untung saja otak kita buatan Tuhan,Ā  jadi kita bisa mensyukuri nikmat atas anugerah hardisk bermuatan tak hingga ini. kalau saja otak ini buatan China, pasti… emm.. saya tidak mau membayangkannya.
yok belajar! belajar apa pun yang bisa kita pelajari, selama itu demi kebaikan.

Ā 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s