krisis jati diri

krisis jati diri. yang seperti ini sebetulnya bisa dibilang telat terjadi mengingat umur saya udah 19 tahun. orang orang bilang usia segini udah masuk fase remaja akhir. well, tahun depan gue dewasa, bukan lagi remaja. semestinya krisis kepribadian hanya terjadi pada anak-anak SMP yang baru puber. bukan saya.

teman teman saya bilang, saya orang yang bisa dibilang berkepribadian keras, berprinsip. tapi menurut saya, saya masih terlalu rapuh untuk ikut tergoyang, lalu terpengaruh orang lain. saya tidak belum mampu menjadi ikan yang bisa tetap tawar meski hidup di air asin.

saya pernah tercatat sebagai
anggota aktif dalam sebuah keanggotaan liqo. rutin kumpul seminggu sekali di masjid yang lokasinya ganti-ganti. kami ngaji bareng, tausiah, dibimbing seorang murrabi memperkaya ruhani dengan ilmu agama. seminggu sekali saya sekejap jadi akhwat dengan jilbab lebar-panjang sepinggang, rok panjang, baju gobor, dan kaos kaki selutut. saya menjaga lisan, menjaga pandangan saya, saya ga pernah bicara cablak, saya menunduk jika berhadapan dengan lawan jenis. saya juga kerap ikut dalam dauroh, dan kegiatan kaderisasi sebuah partai muslim. saya senang berada dalam lingkungan ini. saya : seorang aktivis kerohanian yang santun, jauh dari dandan, jauh dari fashion, anti parfum maupun lipstick.

saat ini saya dipercaya untuk menyandang predikat Wakil I Gadis Kampus Sumatera Selatan. ini menjadikan saya seorang yang mau ga mau jadi cewe banget, dan jaga image banget. saya ikutan modelling class, dancing class, beauty class, pemotretan, dan table manner. saya diharuskan mulai akrab dengan sendal-sendal high heels 7 cm (minimal). dan juga stilleto, saya akrab juga dg sepatu jenis ini. saya  harus terbiasa jalan tegap dengan dagu naik, senyum manis, selempang di pundak, mengapit lengan cowo demi keanggunan dan WTH lain lainnya itu.. hehe 😛 saya diharuskan dandan utk ke acara resmi di griya agung dll, dan karenanya saya tanpa sadar mulai mengoleksi eyeshadow dan lipstick aneka warna, foundation, blush on, mascara, eye lash curler, dan bulu mata palsu serta lem nya di dalam beautykit saya. gosh!!! saya: cewe sok anggun yang dandan parah seperti bencong.

saya tergabung dalam satu tim freelance, anggotanya cowo semua, tampang preman semua, bau, gondrong, jarang mandi, dan jorok semua. berada dekat mereka saya jadi cewe tomboy dengan celana gunung, ransel,  kaos oblong maxi-size pinjem punya abang saya, jilbab di iket kebelakang seadanya. saya duduk ngangkang atau angkat kaki ke kursi, dan feel free untuk ketawa ngakak. saya nyaman berada di antara mereka. saya: seorang cewe tomboy urakan dan ga sopan ga peduli tampang ga peduli minyak diwajah setebel apa.

saya punya beberapa sahabat dekat di kampus, kita cewe semua, sama sama suka dandan, gemar belanja. 🙂 bersama mereka saya jadi seorang cewe fashionista yang mikirin penampilan banget. bersama mereka saya adalah seorang cewe yang akrab dg jeans skiny, atasan babydoll, bros bunga, statement ring, cute flat shoes, parfum dan lipgloss. saya jadi ga pede kaya mau mati klo appearence saya ga oke. saya jadi ikut gila kosmetik ato krim anti jerawat dsb. saya jadi orang yang peduli banget sama model tas keluaran terbaru. saya bahkan hampir ikutan pasang behel dan beli blackberry, karena mode. gosh, saya: cewe-cewe kebanyakan yang suka dandan, mikirin tampilan, dan impulsive buyer.

well, kamu bisa liat betapa kontras nya saya. siangnya saya bisa jadi manusia (yg kelihatannya) alim anti dandan dan lawan jenis. tapi malemnya saya berbaur dengan para bujang bujang, memainkan peran sebagai duta pendidikan sumatera selatan, dan dandan! makeup abis!  begitu juga saya bisa sangat ga peduli dg penampilan, tapi bisa juga parno kaya mau mati takut keliat jelek.  tralalala~ ini dia~ krisis jati diri~

dapat dipastikan bahwa lingkungan adalah kelemahan saya. hmm saya munafik? yaah saya tidak mau dibilang munafik. hanya saja saya selalu berusaha untuk bisa diterima oleh orang orang di lingkungan saya dengan baik. dan ini lah yang sepertinya kerap menjadikan diri saya seekor bunglon yang berubah-ubah warna.

jadi siapakah saya sebenarnya? who am I? I’m spiderman! lol.

yaaa saya ga tau, jati diri saya yang sebenernya ini kaya apa. saya sebetulnya ingin konsisten tapi sulit. mungkin saya memang seekor bunglon yang berganti-ganti ‘warna’ mengikuti tempat dimana saya berada. mungkin saya memang seekor siluman yang ikutikutan mengembik di kandang kambing, dan mengaum di sarang macan.

kenapa saya begini? hummm saya juga sedang bertanya pada diri saya sendiri.  mungkin saya butuh mempelajari selfhipnotize. mensugestikan sendiri tentang siapa diri kita mungkin bisa membantu saya keluar dari krisis jati diri seperti ini.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s