selempang

bagi kebanyakan awam, selempang mungkin ga berarti apa-apa. tapi taukah anda kalo selempang adalah representasi dari sebuah gelar?

hampir semua kontes kecantikan akan menganugerahi pemenangnya sebuah selempang. mulai dari kontes busana muslim tingkat RT sampe Miss Universe yg tingkat jagad raya, mereka semua pake selempang. nah karena kebanggaan yg melekat pada selempang itulah ga heran kalo “memenangkan selempang” jadi suatu hal yg kedengarannya menantang. beberapa teman saya terobsesi untuk mengoleksi selempang. beragam kontes kecantikan, kontes-kontes pemilihan duta daerah, duta pariwisata, dll. di ikutinya. beberapa teman saya yang lainnya bahkan bukan hanya terobsesi, tapi memang telah berhasil mengoleksi selempang selempang itu. jujur saya juga kagum, karena tidak bisa di pungkiri memenangkan satu selempang itu sulit kawan. butuh perjuangan, pengorbanan, dan modal (tenaga, pikiran, materi, waktu, psikologis, dll.). Saya menjadi tidak ada apa-apanya dibanding mereka (teman-teman saya) yang memang terobsesi, lihat saja : cuma dua selempang yg berhasil saya menangkan sampai saat ini.

banyak sekali selempang-selempang dari kontes-kontes yang menantang untuk dimenangkan. tapi satu selempang yang aku idam-idamkan sekali, yang aku bernazar untuk bisa mendapatkannya. sebuah selempang yg bukan selempang biasa, tapi selempang wujud eksistensi kognitif diatas rata-rata. selempang kuning itu… kapan bisa teraih? doakan saja..

 

Advertisements

antara puyeng, diskriminasi dan ketidakadilan

discriminated! not fair! something like that.. you know, I just do some effort to reach what I want, I do as hard as I can, as honnest as human can do. I know and everybody know, I reasonable to get it, but no one knows what destiny will bring to me. I am not somebody’s somebody.. dan tanpa dekeng, jaman sekarang kejujuran sepertinya gak laku lagi man! tapi haruskah saya menempuh jalan miring seperti yg kebanyakan orang lakukan? nope, hati nurani saya masih bertentangan untuk itu.

pesimis. terdiskriminasikan. pasrah tanpa bisa berbuat apa-apa. muak. saya seketika mengerti kenapa para gelandangan yang saya wawancara beberapa waktu lalu anti sekali dengan janji-janji. mereka telah terlalu sering dikecewakan.

    

Far Away.. Palembang-Dumai

we’re so far away babe
nothin’ we can do on our way
waiting’ each other is only way…
to gettin closer with you
babe just pray, just pray
so i can come back to you
with same way…

” jalani sendiri penuh dengan sepi sunyi
kulewati semua tanpa ada yang menemani
tak jarang waktu ku isi dengan separuh hati
tanpa hadirnya serasa jiwaku setengah mati
jauhnya sebuah jarak yang jadi pemisah
antara aku dan dia yang berada di beda kota
kian tersa saat sang rindu mulai merasuk
menusuk tulang, membuatku sedikit terpuruk
semakin rindu akan belaianya yang lembut
mengingatkan aku akan waktu saat kita terbalut
buaian masa yang kita jalin bersama
begitu indahnya hingga hadirkan pesona
agaknya semua harus mulai bisa kuterima
kita berdua harus bisa lebih dewasa
kita hanya terpisahkan oleh jarak
tidak hati, dan aku pasti akan kembali lagi… “

we’re so far away babe
nothin’ we can do on our way
waiting’ each other is only way…
to gettin closer with you
babe just pray, just pray
so i can come back to you
with same way…

” kau tau sayang jauh bukan tanpa alasan
aku disini mengejar suatu tujuan
wujudkan suatu impian untuk menjadi mapan
kejar masa depan sesuai dengan harapan
ini tuntutan sebuah kehidupan
karena kewajibanku sebagai lelaki kedepan
memberi nafkah lahir batin serta membahagiakan
belahan hati siapapun itu nanti kuemban
jadi ku harap kau mengerti akan hal ini
pengertianmu kan membuatku bisa tetap berdiri
lewati hari hari, walau hanya sendiri
setidaknya kau selalu setia menemani
di hati, dengan sedikit cinta yang kau beri
sungguh memberi arti, disetiap jalan yang kutiti
yang pada akhirnya aku bisa wujudkan
semua angan untuk kita berdua kedepan… “

to gettin closer with you babe just pray, just pray….
untuk bisa deket sama kamu, berdoa saja.  yeah  just pray…

#nangiskangen

maaf (lagilagi) random

so long not see, ada banyak hal yang mau saya bagi. tapi (lagilagi) hanya berupa potongan kejadian dan pemikiran random saya yang ga terlalu panjang utk dijadikan satu post baru. menyesal (lagilagi) saya hanya bisa menghadirkan sebuah post merged dari ke-random-an pikiran tsb.
tadi bad shoe day deh! kebangetan! crtany saya kondangan ke nikahan sodara dari seorang temen, cukup mendadak dan tanpa persiapan memadai saya dandan seadanya, pke bju seadanya dan asal main comot sepatu sendal yg lama ga dipake terus cabut pergi. wuuuz. IDK, ternyata itu sepsen (baca: sepatu-sendal) ngelupas!!! dan lapuk!! saking ga pernah dipake kali ya. arrrrgh gila bete banget. untungnya, jurus cuek berhasil menyelamatkan saya.I have to go to get a new proper shoes as soon as possible (when I already get the money). haaa. ‘victory loves preparation’, saya makin terhipnotis dg kata kata itu. persiapan sebelum bertempur emng segalanya.
Vita, lagi di Palembang, dan masih akan berada d Palembang untk satu minggu kedepan. pengennya jalan sama dia ajakin temen2 yg laen, apa daya kuliah saya full senin-sabtu. mungkin kamis saya bisa ngeluangin waktu. pangen ngajakin dia wisata kuliner atoapa kek. ato nyoba ke waterfun. ato nyemplung lagi ke OPI maen pisang. kita lihat nanti.
belakangan saya cukup rutin berenang. saya suka renang, tapi ga mahir renang. oke, saya ga tau cara renang yang baik dan benar. itu jg mungkin yg bikin badan saya biasa aja, ga bidang selayaknya seorang perenang. ga masalah sih karena tujuan saya renang bukan utk mbentuk badan, renang memberi saya sensasi yg ga bisa saya katakan, memberikan refleksi. dan sekarang jadi candu buat saya. at least twice a month saya mesti nyemplung, kalo ga leher saya pegel. kaki saya kaku. dan badan saya rasanya berat sekali. ‘refleksi itu candu’ sepertinya emng benar.
saya baru saja menolak utk memberikan no hp pada seseorang. I happy to make friend, saya suka ngobrol sama siapa saja, dimana saja. dengan catatan selama itu yg umum umum saja. ngobrol dengan orang yg duduk satu kursi dlm bus adalah hal yg saya lakukan setiap hari. atau chat melalui facebook, yeah I feel free to do that. tapi GA BANGET klo udah nanya-nanya no hape utk smsan ato sekedar ngobrol kosong ga da juntrungan. saya ga suka, betulan saya ga suka. saya ga suka menjalin komunikasi dg orang yang tidak memiliki kepentingan scr khusus, melalui hp baik sms ato telp. bukannya sombong ato apa, hp saya on 24 jam untuk keluarga, sahabat dan orang orang terbaik saya, dan on 18 jam untuk rekan bisnis dan patner kerja saya. hp saya HANYA untuk mereka. berhubungan dengan hp adalah privilege bagi mereka, dan saya ga akan mencemarinya dengan menggunakan jalur pribadi (baca: sms dan telp) untuk ngomongin hal ga penting, ato pendekatan yadda yadda, ato bicara ringan ga jelas alurnya. maaf, no hp saya barang mahal. dan ini prinsip. silahkan kontak saya lewat facebook, mention saya di twitter, ato kirim email saja ke saya. maaf ya.
jaga hati, well, saya akrab lagi sama kata kata itu hanya saja dalam konteks yang berbeda. saya sedang berusaha menjaga hati sekarang. intensitas komunikasi antara saya dan sang pacar sedikit berkurang dikarenakan kendala utama : kesibukan. tapi selama saya bisa menjaga hati saya, tetap lurus dan teguh dengan apa yang selama ini saya pegang, itu semua ga masalah. saya harus jadi cewe tangguh. yg “meskipun komunikasi ga selalu, tapi hati aku tetap untuk kamu” #aah ujung ujungnya kita bicara ttg cinta.
what a messy face! iya! muka saya berantakan, jerawat dimana mana, kusam pula. heeeh. saya harus menurunkan tingkat stress nih. dan harus cukup istirahat, mengurangi jam bagadang juga tampaknya.
boros. kondisi keuangan saya morat marit. secara nominal sih masih diatas garis kemiskinan, tapi kok manajemennya seperti amburadul gitu. saya ga bisa membedakan mana uang yg mesti disisihkan lalu ditabung, yg memang jatahnya utk dibelanjakan (hehehe), atau yg mana seharusnya saya jatah utk ongkos perharinya. fyi orang tua saya tipikal orang tua yg ngasih duit bulanan ato mingguan. jadi kondisi finansial saya selama sebulan kedepan bergantung pada manajemen keuangan yg saya buat sendiri.
aaah saya terlalu penuh. saya harus mengosongkan jiwa biar lebih fresh lagi. saya semakin tidak produktif, tidak ada yg saya hasilkan akhir akhir ini. bahkan untuk menghadirkan tulisan bermutu dihadapan kalian saja saya tidak mampu.

    

Dina, Dini dan Deni.

Dina dan Dini, classmate yang udah berteman sejak SD. bisa dibilang kemampuan akademik keduanya bersaing, walau lebih sering Dina yang sedikit lebih unggul daripada Dini. suatu ketika keduanya berkesempatan utk ikut kompetisi bergengsi yang ga sembarang orang bisa ikut serta. Hari pertama kompetisi, sejenak sebelum kompetisi dimulai:

Dini: “Na, gw cemas.. ni orang-orang pada pinter-pinter semua…”
Dina: “ah Jangankan elo~ gue ajah cemas!”
Dini: “!@#$~%^”

Deni dan Dini, sama sama tergabung dalam pengurus kepemudaan yg cukup eksis. Dini sempat beberapa waktu ‘menghilang’ dari rapat-rapat kepengurusan dan acara-acara organisasi karena kerjaan kampus yang ga bisa ditinggal. Deni lalu berbaik hati mnghubungi Dini utk kembali aktif dlm organisasi

Deni: “Din, ayo. bantuin ya, ni proker terakhir loh.. selanjutnya kan kita ganti kepengurusan”
Dini: “Iya, tar gw bantuin. btw gw d kepanitiaan apa ya? lo tau?”
Deni: “kagak tau.. oke deh klo gitu, ygjelas lo jgn menghukum diri sendiri ajah”
Dini: “ap mksudnya menghukum diri sendiri..??”
Deni: “yaa jangan minder sama anggota yg laen mksudnya..”
Dini: “?????????” (dalem ati) “ni org ngapain ngomongin minder sih. kenapa juga gw minder??”

apa yg kamu dapet simpulkan setelah baca dua penggalan dialog diatas? hehe. well, yg pertama itu ttg orang sombong sengak ga nginjak bumi lagi saking angkuhnya. dan yg kedua itu ttg orang sotooooy~ sotoy sotoy sotoy nyebelin! mereka berbeda, tapi mereka sama : sama-sama ngerendahin Dini secara tersirat. sama-sama secara ga langsung bilang kalo Dini adalah makhluk inferior.

saya beberapa kali ada di posisi Dini. dan saya beberapakali juga membenci ga suka sama orang orang semacam Dina dan Deni. dalam catatan harian Dini:

kenapa lo mikir orang itu lebih rendah, lebih ga bisa, lebih ga mampu segitunya? klo iya juga oke itu terserah elo.. mungkin elo-elo ngerasa superior. tapi bisa ga sih kalo mau ngomong yg sopan? bisa ga kata-katanya dipikirin dulu? bisa ilangin sikap angkuh elo?

“jangankan elo! gw aja cemas!”
what??? lo mau bilang kalo udh sepatutnya gw cemas gitu??? lo mau bilang kalo “gw yg lebih pinter aja cemas apalagi yg bodoh kaya elo….” gitu?? sombong banget ya! ga guna tu ilmu lo! ampe mampus juga ga ada org yg suka sama elo! kelaut aja orang kaya elo ga pantes! ikan-ikan juga pada muak liat tampang elo!

“jangan minder sama anggota yg laen…” oke makasih udah mau ngajakin, dan ngingetin gw. tapi ni kaliamat maksudnya apa ni??  lo mau bilang gw orang ga punya duit jadi patut minder? lo mau bilang klo yg laen gaul dan gw engga, jadi gw patut minder? lo mau bilang kalo yg lain cantik-cantik sedangkan gw engga, jadi gw patut minder? lo mau bilang yg laen pake BB, nyetir sendiri, fashionable dan gw engga makanya gw harus minder? lo mau bilang gw lebih rendah dari mereka dan elo gitu?? halooooo! gw samasekali ga minder tauk! gapernah terlintas sama sekali. apa yg mesti gw minderkan? aku bahagia gini, dengan apa yang aku punya! jangan sotoy ya, gw ga pernah terlintas buat minder at all. kamu terlalu sotoy ttg apa yg aku rasa sehingga ngasih advice nyakitin ati kaya gitu.

#kala emosi mengalahkan logika

   

random (lagi)

Unpredictable thing was happend, Randen Tjandra Pratomo Samiadji Massaid a.k.a. Adji masssaid was die. I’m sad a lot. diam diam saya adalah fans setia beliau. bukan hanya sosoknya yang orang bilang macho,  bukan juga hanya badan tegap tinggi atletis yang memikat, tapi karisma yang dipancarkan dari seorang anggota DPR itu sungguh sungguh membuat saya cinta. beliau adalah salah satu putra terbaik bangsa, seorang ayah yang penyayang, seorang suami yang bertanggung jawab, dan seorang lelaki yang tampan. :hammer: selamat jalan mas Adji, Allahhumma firlaha warhamha wa afiha wa’fuanha…
peluh memenuhi tubuh saat saya nyoba nulis ini. saya baru saja selesai melakukan sebuah tugas suci 🙂 “victory loves preparation”, pernah denger quote itu? saya setuju sekali kalo ada yg bilang keberhasilan itu butuh persiapan, dan pagi ini saya telah melalukan persiapan kecil -tapi penting- untuk kembali ke kampus. that’s : washing three pairs of shoes manually, by my hand, dengan bantuan sebuah sikat, deterjen segenggam, dan air seember gede. hahaha. iya! nyuci sepatu!
sedikit kejutan muncul dari dunia per-ilkom-an. you know what, semester ini perbaikan yang aku suka banget, terjadi. mulai dari kartu rencana studi yang bisa di isi tepat waktu no ngaret ngaret, jadwal kuliah yang nongol jauh hari sebelum kuliah mulai, dan penandatanganan kartu rencana studi yang terjadwal detil..! ya  saking detilnya sampe tanggal, jam dan ruangan juga dijadwalkan.  I swear to God, I’m happy to hear that. ini benar benar membantu, paling tidak para rekan mahasiswa ga ada cerita kesulitan nyari penasehat akademik masing-masing. :2thumbup
badan saya sakit-sakit semua, imbas dari maen banana boat sama hafiz gilang dan tiwi belum hilang juga nih.  sekujur punggung, pundak, bahu sakit semua. sepertinya saya butuh pijat refleksi. bibi urut oh bibi urut.. aku merindukanmu
     

Cinta Satu Malam – Afgan

youtube youtube youtube… post saya akhir akhir ini ttg youtube aja 🙂 dankedepan mungkin juga masih tentang youtube. gapapa lah ya. btw banyak banget yang kita bisa temukan di youtube ya, seperti yg satu ini..

beberapa waktu lalu, udah lumayan lama juga. teman2 SMA saya heboh sama Cinta Satu Malam versi Afgan yang katanya keren abis. saya yang bukan seorang penyuka televisi kecewa karena ga sempet liat, tapi ternyata sekali lagi saya harus bilang “Oh thanks God you give Youtube to me.” ada aja orang yang upload videonya! hahaha! check it out!

keren banget yaaaa????? jadi ngejazz gitu… beneran deh ternyata penyanyi dan aransemen berpengaruh banget thd citra lagu. begitu Afgan yang nyanyi.. kesan alay berubah keren. dari ajep-ajep jadi ajiiiiiib~ hehehehe. I love Afgan. Fakta membuktikan kalo ‘pelaku’ mempengaruhi tingkat ‘kealayan’ suatu tindakan. wahahaaha…

 

belajar dari Youtube

masih liburan :). liburan ga selalu menyenangkan. seperti saya, meski waktu luang yg saya punya banyak banget tapi kocek yg saya punya terbatas, jadi apa yang bisasaya lakukan juga terbatas 😦 huhuhu naseb. tapi bukan berarti ga kemana mana itu ga fun loh. ada bnyk hal yg bisa kita cari tahu, kita pelajari 🙂 dan youtube! itu adalah sarana tepat buat nambah ilmu secara fun! ^_^
ada yang pernah tau cara ngelipet baju ala ninja? ngelipet super cepet yg cuma perlu waktu 5 detik utk ngelipet satu baju? hehehe I do I do! hasilnya rapi looh. kemarin saya nemu videonya dan saya berhasil dg sukses praktekin sendiri. orang jepang itu kreatif ya, bahkan hal sepele gitu mereka kepikir aja buat nemuin tekniknya biar lebih efisien. coba klo para bibi lipet baju di Indo pake teknik ini, berapa banyak tuh tenaga yang bisa mereka hemat. berapa juga waktu yang bisa disisihkan utk ngerjain hal lain. waaaah…

    

ber-wifi ria dengan speedol~

liburan ini hidup saya datar sekali, seharian ngerjain hal yang itu itu aja, inet-an melulu. dan hidup saya seperti berputar putar pada facebook-kaskus-youtube-facebook-kaskus-youtube lagi. selingan juga  paling ke yahoo answers, dan googling.. lumayanlah nambah wawasan ttg apa apa yg sempat bikin saya penasaran.

o iya, udah hampir sebulan ini saya ganti koneksi inet, rencananya udah lama mau ganti tapi bru kesampean, saya udah lama ngiler buat pasang koneksi wireless d rumah seperti rumah sorada sorada nyokap, mereka pake mdp, ada jg yg pke elnus, bukan speedol. akhirnya kesampean cooyy! dan itu ga sengaja pula 🙂 jadi ceritanya telkom speedol lg promo, mbak-mbak marketingnya getol nelponin kerumah  tiap hari (beneran tiap hari, gue ga lebay!) buat nawaran dia punya produk. tawarannya sih cukup menarik, kita cukup bayar biaya instalasi, modem kita dapet gratis, biaya perbulan di diskon smpe setahun kedepan, dan tanpa ngurus apa-apa lagi. adminstrasi dll, dsb, ga perlu dipikin, ga perlu ngisi form ini itu. mudah banget yak? tinggal bilang ‘iya’ dan mas-mas tukang instal akan datang kerumah kita. ya udiin deh, akhirnya saya bilang aja iya, wahahahaha!

pic. penampakan  modem IM2
yang saya relakan wariskan  pada adek utk dbawa ke asrama

cuma… sebelumnnya saya sempat dilanda ragu selama hampir dua minggu, pasang ga pasang ga pasang ga begitu seterusnya. soalnya klo emng mau gnti koneksi, saya maunya yg wireless sekalian, biar bisa dipake bareng sama orang dirumah dan ga perlu antri utk make inet lagi. soalnya saya mikir, klo tu speedol ga dibikin wireless alias cm dipake di dekstop doang ya artiny cm abang saya sendiri lah yg bisa make nya? apa bedanya sama im2 klo gitu.. toh klo mau make ngantri.. fiuuh~ tul ga? tul..!

setelah tanya-tanya kiri depan kanan belakang, tanya2 forum IT dan browsing juga, ternyata speedol bisa dibikin wireless dg bikin access point, nambah router, dan what the hell lain lainnya itu… wtf gua ga ngerti jaringan coy!!! mati aja ni, ga jadi deh gnti speedol -_-a hohoho tapi setelah korespondensi sama mbak-mbak yg nelpon tiap hari itu ternyata modem speedol ada dua jenis (maklum gw awam bgt masalah beginian), yaitu modem wireless buat wifi sama modem biasa yg buat di dekstop. kita boleh milih mau yg mana tralalalla~ gue beneran jadi ganti speedol. ^_^

pic. wireless usb adapter Rp69.000
 yg dibeli biar dekstop dirumah bisa ikut inetan pke wifi


pic. penampakan ADSL2+ Modem Router gratis dr speedol

setelah saya iya-in, besoknya dua mas-mas tukang instal beneran dateng, nyolokin modem ke kabel telepon, setting modem ga sampe 10 menit, gue tanda tangan di berkas, bayar duit mapuluhribu. dan taraaa~ hotspot nyala. mudah abis cooy! mau nyoba juga?? hubungi telkom di kota anda! wkwkw 😛

btw, muncul masalah satu lagi, setalah pake hmpir sebulan, dan ini udah masuk bulan baru. that’s mean udah waktunya bayar speedol dong.. sebagai konsumen yg baik saya berusaha menghindari tunggakan -_-a tapi belief it or not, gw ga ngerti prosedur pembayaran speedol -_-a liat-liat menu ibank BNI sih ada pilihan utk bayar speedol, tpi hrus tau id pelanggan. nah sumpah bahkan id pelanggan saja saya ga tauuu -_-a wajar dong ya gw ga tau apa-apa ttg administrasinya, lah wong pas masang saya ga ngurus apa-apa, cuma bilang iya, tanda tangan dan bayar 50 ribu… keknya besok perlu nelpon 147 deh buat nanya nanya lebih jauh. wahahaha!