TAMAT

He died when there are a lot of problem unfinished, leave it for the next chance that he wished, now he lying alone in front of heaven’s door, waiting it to open. these all make me speechless, all that happended yasterday is like a bad dream, what a nightmare! you know these are too unbelievable to be believed. 
kabut hitam menyelimuti keluarga kami, sekali lagi setelah sebelumnya belum empat puluh hari berselang dari kematian nenek. ini terjadi begitu cepat. dan sampai detik ini aku masih berharap ada yang mengguncang tubuhku, membangunkanku dari mimpi buruk yang begitu nyata. tapi tak kan ada toh ini bukan mimpi. ini bukan mimpi. 
berkaca pada pahit getir kehidupan seorang kerabat, aku hampir saja jadi orang tak beriman. bagaimana bisa  kehidupannya direngut saat ia baru mau berubah, saat ia tengah berusaha meninggalkan kelamnya. bagaimana seseorang bisa terlahir, tumbuh, hidup dan akhirnya mati dalam kondisi setidakberuntung itu? aku hampir saja menyalahkan takdir, aku hampir saya menyalahkan Tuhan. Ya Rabb… hamba sejenak terguncang, sejenak tak percaya pada realita yang ada di depan mata hamba.

***
kamu tau bagaimana rasanya saat kamu melihat ada banyak sekali masalah, kekacauan, kesemerawutan, kekusutan yang sedang ditata dan dibenahi dan hampir selesai tapi kembali terbengkalai karena sang empunya masalah tiba tiba pergi? kamu tau bagaimana rasanya kecewa, tapi tidak bisa apa-apa? kamu  tau rasanya  sedih dan kesal karena rencana dan anganmu kacau bukan karena salah siapa siapa? kamu tau rasanya tidak memiliki kesempatan kedua untuk memperbaikinya, kamu dipaksa ikhlas, kamu dipaksa pasrah, kamu tau rasanya??? aku tahu.
aku bahkan sekarang tidak percaya pada “tidak ada kata terlambat untuk berubah”. aku punya buktinya, semua usaha  yg dua hari yang lalu masih ada sekarang menguap bersama asa. semuanya terlambat. waktu mengalahkan sepak terjang, maut lebih dahulu menjemput ia.

***
biarlah Paman, biar saja waktu mengalahkan kita. biarkan saja semuanya  yg belum sempat dibenahi. bagaimanapun kau adalah bagian dari kami. dan atas apa yang kau lakukan di akhir hidupmu, kami bangga akan itu. so if you wanna go, just go. just go with no regret uncle! because we love you! we LOVE you!

 
  

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s