the stowaway!

jalur kereta api terpendek se-Indonesia adalah jalur Palembang-Indralaya yang menghubungkan jarak 32 KM saja. jalur kereta ini khusus diperuntukkan bagi mahasiswa Unsri, sebagai jalan alternatif selain jalur darat dengan bus yg memakan waktu tempuh relatif lebih lama. Pada awalnya, efektivitas pengadaan jalur kereta ini menjadi polemik, banyak pihak yg menyangsikan kalau nantinya setelah dibuat jalur ini hanya menjadi sia sia saja karena bus akan tetap jadi pilihan utama para mahasiswa. sebenarnya pendapat tersebut bukan tidak berdasar, akses dari kampus ke stasiun memang tidak bisa dibilang simpel, mahasiswa yg hendak menggunakan jasa kereta harus ke stasiun kertapati yg jaraknya lebih kurang 5 KM dari kampus Unsri di Bukit Besar, Palembang. sedangkan setibanya di stasiun Indralaya mahasiswa juga masih harus menggunakan jasa angkutan lagi untuk sampai di kampus karena stasuin kereta di Indralaya tidak berada di dalam kampus.
Pernah, sekitar dua tahun yg lalu saat saya masih seorang maba, mekanisme keberangkatan ke kampus indralaya sedikit berbeda. Bus yg berangkat sebelum jam 07.00 pagi akan mengantarkan mahasiswa ke stasiun Kertapati, bukan langsung ke Indralaya. menurut kabar burung yg beredar hal ini dikarenakan adanya komplain dari pihak PT.KAI karena sepinya penumpang, statistik menunjukkan kalau mean penumpang perharinya hanya dua orang saja. DUA ORANG SAJA. menyedihkan.
namun sekarang, jalan Palembang-Indralaya sedang dalam kondisi yg tidak fit. jalanan yg memang cuma satu lajur itu rusak parah dengan bolong bolong segede gaban. belum lagi truk-truk pengangkut batu bara yg berjejal memenuhi jalan, juga dengan alat berat mulai dari eskavator-motor grader-tandem roller dsb yg parkir d bahu jalan. kita akan sangat mudah menemukan para pekerja yg katanya memperbaiki bolong-bolong yg menganga itu, atau bus-bus yg saling salip ga sabaran, atau mahasiswa yg menatap jalan dengan jemu. begitulah suasana perjalanan sekarang. penderitaan semakin lengkap karena ditambah dengan debu tebal yg membawa ancaman ISPA bagi siapa saja yg berada disana. Palembang-Indralaya yg dulu ditempuh dalam 45 menit, kini tiada sudah. 2 jam saja sudah syukur.. apes-apesnya pernah 6 jam kejebak macet.
Jenuh, mengantarkan sebagian besar mahasiswa beralih menggunakan kereta. ketidakpraktisan sekarang bukan lagi masalah. daripada harus menebalkan pantat duduk jemu selama 6 jam di lautan debu yg menyiksa? terang saya juga akan lebih memilih kereta! …cuma bukan berarti masalah selesai sampai disini. operasional kereta juga belum memadai untuk menampung penumpang sebanyak itu. alhasil beberapa hari ini tiket selalu sold out. punuh jejal, berdesakan, tidak tertib karena terlalu ramai, dan ruang yg terbatas, juga para pemumpang gelap merajalela. yeah, the stowaways! saya adalah salah satunya… hahaha.. bukan tidak mau membayar, tapi memang tiket sudah sold out. *alibi
jiwa blogger saya tiba-tiba terpanggil untuk mengabadikan suasana dalam sejumlah foto. belakangan ini saya suka tiba-tiba menjadi seorang fotografer dadakan. ūüėÄ saya pikir saya perlu membeli sebuah pocket cam untuk menyalurkannya. hahaha
masi sepi…
para calon penumpang yang bingung 
suasana di gerbong satu
 masih di gerbong satu
 pulang kuliah apa mudik lebaran nih?
  
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s