galau dan labil itu dua bersaudara

Saya kerap salah. Hal yang manusiawi karena saya seorang manusia. Saya banyak salah. Entah salah bertindak, salah berucap, atau salah menyimpulkan… yang jelas, iya betul saya akui saya salah. dan dari segala tindak tanduk saya, saya jauh dari 100% mulia. Barangkali 80% mulia pun tidak.
Tapi tentang apa yang saya tulis / pernah saya tulis / akan saya tulis disini, semuanya hak saya. Dari kemarahan, kebodohan, kesombongan, kegeeran, kesotoyan, ketidak-tau-maluan, kebohongan, dan kemunafikan yang saya sebarkan di dalamnya, toh saya dilindungi UUD pasal 28 untuk bebas berpendapat.

Kamu juga kok. Kamu bebas berpendapat. Karenanya silahkan berteriak mencaci memaki mencibir menertawai mempermalukan atas salah-salah saya itu. Tapi saran saya, mending kamu hemat-hemat energi. Karena saya ga akan peduli dengan pendapat kamu. Ga akan peduli dengan pembelaan-pembelaan kamu. Whatever. Karena kamu ga penting.
Saya akan tetap pada jalan ini. Dengan cara yang ini.
Walau jengah rasanya. Saya malu juga galau, menyadari betapa labilnya saya beberapa tahun yang lalu sampai saat ini

Dan galau itu menjadi berlipat lipat, karena ternyata saya masih menemukan kamu (tetap) tenggelam dalam kegalauan yang sudah usang! kasihan. apa kamu memang ditakdirkan untuk bersahabat dengan galau? kenapa tidak lupakan saja? ini tidak sehat untuk jiwamu..

Saya pemenangnya. Bagaimanapun juga. Akui saja. 
Kalau kamu belum juga bisa jujur pd dunia, mulailah jujur pada diri sendiri.. itu lebih baik. 
Atau kamu belum juga bisa belajar, betapa pahit dan sakitnya membohongi diri sendiri?
Dunia  itu bukan fiksi kawan, jangan kebanyakan baca satra..  Jangan terlalu banyak bersyair. Kalau tidak ya begini jadinya, hidup bagai main teater lebay tak berkesudahan yang dibuat-buat sendiri. Berperan dalam lakon yang terlalu sering berganti ganti. hingga sadar atau tidak, ujungnya keinginan diri sendiri pun jadi tidak dimengerti, karena dunia nyata milikmu sudah nyaris jadi fiksi.

* jangan coba untuk mengerti maksud tulisan ini, karena dari dulu saya sulit dimengerti.

FunFact:  “Sesungguhnya perut salah seorang di antara kalian penuh dengan nanah hingga merusak ususnya, itu lebih baik daripada perutnya penuh dengan syair (sajak).” (HR. Al-Bukhari no. 6154 dan Muslim no. 2258)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s