Friends #FathurEdition

Saya barusan mikir.. Kalo ada orang bilang bahwa kehadiran saya diharapkan, keberadaan saya dicari-cari, kalo saya ga ada yang kurang lengkap, rasanya seneng ya.. Paling ga saya jadi tau kalo hidup saya di dunia ini masih memiliki arti bagi orang lain. Ya saya masih punya teman yang peduli saya, dan menganggap saya bukan “pilihan terakhir”, seneng banget loh.

Tempo hari, sudah agak lama, saya pernah bikin satu post yg didedikasikan khusus buat sahabat-sahabat saya, kali itu edisi khusus Tiwi. Dari lama sebenernya pengen ngelanjutin seri post itu, dan mungkin sekarang waktunya. Kali ini siapa dulu yaa… Si Iman deh.

Kms. M. Fathurrahman. Dipanggil Fathur oleh temen-temen sekolah dan temen kampus. Tapi dikenal sebagai Iman di lingkungan keluarga dan teman teman kecil. Berdarah Palembang asli, lahir tanggal 19 September 1990 sebagai anak bungsu dari dua bersaudara yang laki-laki semua. dia laki-laki yang halus perasaannya, penyayang banget terutama sama ibunya. Ga suka dibanding-bandingkan. Suka makan, suka kentut, suka ngelawak, suka cewe, dan suka cemen. Hahaha.

Saya kenal dia ga sengaja tanpa perkenalan beberapa tahun yang lalu dan menjadi dekat dengan sekonyong-konyong, begitu saja. Kami ga satu ekskul, ga satu organisasi, berasal dari sekolah yg berbeda, ga punya hubungan darah apa-apa, bukan tetangga, bukan juga teman masa kecil. Tapi terlalu banyak kesamaan yang saya dan dia punya.

Boleh dibilang dia ini mungkin kembaran saya dikehidupan yang sebelumnya.. (sayangnya Islam tidak mengenal reinkarnasi). Percaya ato ga, banyak kebetulan yang terjadi dan bikin saya juga dia terheran-heran. Seperti saya harus absent karena sakit, eh ga taunya dia juga ga masuk karena sakit, dihari yang sama, dengan penyakit yang sama. Bukan sekali, tapi beberapa kali. Pernah juga saya jatuh, dan luka memar di betis kiri. Besoknya saya cerita sama dia ttg luka dibetis itu eh dia lantas nunjukin bekas luka memar juga, dibetis kiri juga, karena ternyata dia kemarin jatuh juga. Sulit di percaya?

“Mana, Fathur? Biasanya ada Nabila ada Fathur..” omongan macam itu bukan sekali dua kali mampir dikuping saya. Ga heran sih karena dikelas saya melulu sama dia, ngapa-ngapain juga sama dia, moving class, ngadem, cerita, tidur dikelas, juga sama dia. Nebeng pergi les, ke tempat temen, juga sama dia lagi. Pssst.. Saya kasih bocoran yah, kalo mau tau tentang saya, tanyalah Fathur. Karena dia punya semua kunci rahasia saya. Dia hampir tau semua isi kepala saya. Dan tanyalah saya kalo kamu mau tau tentang Fathur, karena saya juga banyak pegang kartu dia. Hahaha. *peace Iman.

Masih inget saat-saat saya cerita sambil nangis, ato kebalikannya dia yg cerita sampai nangis. Masih inget juga saat saya cerita penuh semangat karena sedang naksir seseorang, atau giliran dia yg cerita dg excited banget karena habis nelponin gebetan dia. Ato pas ketawa-ketawa najong, cerita cablak ttg pengalaman pertama dia mimpi basah, hahaha. Ampuuun.. Kurang kerjaan memang. Tapi begitulah kedekatan saya dan sahabat saya satu ini.

Satu lagi kesamaan yang kami punya, kami berdua sama-sama dinobatkan sebagai penghuni asrama terramah oleh temen seangkatan. Saya ketawa ngakak begitu tau kalo peraih kategori putra terramah ternyata dia.. Kenapa bisa Fathur sih..? orang yang hampir selalu sama saya, kemana-mana. 🙂

Satu yang ‘Fathur banget’ dan ga saya temui di sahabat-sahabat saya yang lain adalah dia mikirin saya banget, memperlakukan saya dengan hormat banget. Dan dia akan ingat dengan detil hal sepele apa saja yg pernah kami lalui.

pas hari sedang panas, terus dia ngilang mau beli aqua, ga pernah dia beli satu, dia pasti beli dua, dan satunya dikasih ke saya. pas nongkrong, ga cukup kursi buat semua orang duduk, dia lantas ngilang utk ngambil kursi, dan kembali ga pernah dengan satu kursi, dia pasti bawa dua, satunya untuk saya. Yang begini ini mana bisa saya lupa dari seorang Fathur.

Cerita tentang Fathur, ga akan habis karena sampai sekarang ceritanya masih juga dirajut, belom kelar2. Periksa deh hape saya, dan kamu bakal nemuin rentetan panjang obrolan kami. Dia ini, meskipun jauh dimata, tapi dekat di hape. Hahahaha.

Dia sahabat beda jenis kelamin yang paling punya banyak kenangan dalam hati saya, dia punya tempat khusus disana. Saya akan berdiri disampingnya, untuknya. Bukan cinta, bukan naksir, bukan cuma sahabat, tapi dia saudara saya.

Advertisements

One thought on “Friends #FathurEdition

  1. Pingback: Migrasi | Nabila Ibrahim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s