Friends? #HafizEdition

Abdul Hafiz, biasa dipanggil Fiz, Hafiz, Abdul, Dul, Bedul, Cino. ini seorang sahabat yang juga yang bisa menerima saya apa adanya, bersama orang ini, saya akan feel free untuk jadi diri saya sendiri, diri saya yang sebetul-betulnya diri saya. Mulai kenal Hafiz di SMA, karena satu ekstrakulikuler, lanjut naik kelas dan tergabung di organisasi yang sama, OSIS. selanjutnya saya ternyata punya minat yang sama dengan orang ini: “clubbing” ditepian lapangan upacara. catet yaaa, namanya sih boleh clubbing, tapi ga ada acara joget joget, ga ada dentuman musik, ga ada DJ apalagi lampu ajep-ajep. Clubbing kami in dengan sekantong eskrim, dengan bermangkuk-mangkuk bakso, dengan sejuta kelakar, dengan ngakak ngakak sampe perut  dan rahang keram.

Monyet latdis. itu julukannya. Hafiz adalah orang yang pelor banget alias nempel-langsung-molor. nah ceritanya, MOS di SMA saya semi militer nih, dilatih oleh anggota TNI beneran, dan kedisiplinan kita ditempa. saking pelor nyasi Hafiz ini, sampil baris pun dia bisa tidur. HAHAHA. lagi apes, ketauanlah kalo dia tidur oleh kakak pembina, jadi Hafiz dihukum disuruh manjat pohon seperti monyet, dan hebatnya diatas pohon pun dia lanjut tidur lagi.. menurut cerita yang saya dengar sih gini, tapi saya pernah crosscheck sama Hafiz, katanya ga sampe sigitu juga sih penyakit pelornya… tapi saya tetap lebih percaya sama rumor yang hangat dibicarakan anak-anak seangkatan itu BHAHAHAHA. sebenernya saya ngomong gini bukan ga berdasar loh, beberapa kali saya nemu bukti nyata tentang penyakit pelornya. Hanya Hafiz yang bisa bikin seisi mobil teriak karena pas nyetir dia tiba-tiba nepiin mobil, nyalain lampu sen kiri, terus dengan sekonyong-konyong dia tidur. tidur! padahal sebelumnya masih ketawa ketawa. dahsyat dia ini emang.

Hafiz ini, saya ga tau juga punya keturunan chinese apa engga, saya pernah nanya sama dia dan jawabnya engga. tapi saya ga percaya gitu aja sih, secara tampang dia cina banget. NYAHAHAHA. Oiya, Hafiz dilahirkan sebagai anak ketiga dari lima bersaudara. jadi Hafiz ini enak banget loh…. beruntung banget karena dia ngerasain punya sodara komplit, sepasang kakak dan sepasang adik. andai saja dia juga punya sepasang sodara kembar, mungkin dia ga butuh apa-apa lagi untuk hidup di dunia ini.

sama seperti Gilang, Hafiz adalah orang yang ga hitung hitungan, dia orang yang rela repot repot anter jemput saya, anter jemput Tiwi,  padahal rumah kami itu jauh banget dari pusat kota. Hafiz adalah orang yang bisa dipercaya, dan saya mempercayakan banyak rahasia saya padanya. satu yang saya suka dari hafiz, isi kepala dia, saran saran yang keluar dari mulutnya ga jarang merupakan saran brilian, yang nampar, tapi benar. ide dia selalu menarik. dan dia juga suka nulis, tulisannya apik, saya selalu nunggu-nunggu untuk dia bikin tulisan lagi.  ya karena itu tadi…. isi kepalanya yang brilian suka bikin saya takjub…. “ya ampun…. Hafiz yang suka tidur dan hobi kentut bisa juga nulis beginian?? ini bagus banget! ga nyangka deh…. ini Hafiz gitu loh. Hafiz!” MUAHAHAHHA..

Meski tergabung dalam sebegitu banyaknya organisasi dan kegiatan pahit manis asem sepet perjuangan, entah kenapa pas jaman sekolah dulu kedekatan saya dan Hafiz ini bukanlah kedekatan personal, frekuensi barengan, curhat, ato cerita cerita, saya memang lebih sering sama si Fathur.  cuma anehnya semakin akhir SMA semakin saya dan dia menjadi dekat, bahkan setelah pisah kota justru makin sering ngobrol.

kenangan saya tentang Hafiz pastilah perjuangan perjuangan seru yang melibatkan saya juga dia didalamnya, mulai dari kami yang pernah sama-sama terbakar semangat untuk memajukan ekskul Rohis yang kami huni, juga perjuangan menyukseskan proker-proker OSIS yang memang banyak banget, juga yang ga kalah berkesan adalah pengorbanan untuk jadi “orang dapur” saat menyusun pusaka angkatan: Album Kenangan Sembilan, masih ingat betul saat itu bagaimana menghadapi orang orang yang berkuasa, bagaimana sepak terjang lobi sana lobi sini yang kami tegakkan. atau saat saya dan dia membentuk tim kecil kecilan untuk kemaslahatan anak-anak seangkatan: Timses UAN. hahahaha.  aah… dalam kenangan saya, seorang Abdul Hafiz adalah orang yang memang dilahirkan untuk berorganisasi.

Hafiz, seorang sahabat baik yang saya anggap saudara saya sendiri. Hafiz seorang partner yang cerdas, bijak, dan smart, yang cara berpikirnya suka bikin saya terpukau (hahahaha) dan konyolnya, kekonyolannya justru yang bikin saya betah lama-lama sama-sama dia.

 

Advertisements

One thought on “Friends? #HafizEdition

  1. Pingback: Migrasi | Nabila Ibrahim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s