Kota Tua – Jakarta

on the way (gw ke empat dari kiri)
KKL kmrn kebetulan nginep di Jakarta Barat yang deket banget sama Kota Tua. Pas malem itu berhubung ada jam bebas yg bisa di gunakan, gw dan teman-teman melancong jalan kaki dari hotel tempat kami menginap menuju Kota Tua. Sebetulnya cukup disayangkan karena kami nyampe hotel hari udah sore… dan museum museum yg ada beberapa dikawasan itu udah pada tutup. tapi better late than never, kita tetep kesana meski malam cukup mendung dan ga bisa melongo masuk ke dalam museum.
gw dan temen2 berpose dengan latar kanal busuk (gw yg paling kiri)
bertiga, di kanal. (david – intan – gw)
  
Sampe kota tua, kita duduk di kawasan mirip kanal-kanal tua yg airnya berbau busuk. meski harus dengan menutup hidung, ternyata disana ramai juga. ada yg sekedar foto-foto seperti gw dan temen-temen. ada yg jualan. ada juga yg mojok duaan dengan tangan ‘bertamasya’ kemana-mana (suer gw ga bohong!). Lanjut perjalanan menuju lapangan Fatahillah, ternyata kawasan ini mirip Benteng Kuto Besak di Palembang, penuh orang buka lapak, muda-mudi nongkrong, gemerlap lampu. Yang bikin beda sama BKB mungkin suasananya. Kalo di BKB kita disuguhi dengan kemegahan serta ‘kemaritiman’ kehidupan Musi, nah di Kota Tua emang berasa Batavia banget. Oldies. Lawas. Vintage. Gw seakan akan merasakan kembali ke kehidupan 300an tahun yang lalu dimana noni-noni dan para menir kompeni mondar mandir disana..
Cafe Batavia! ^_^
Museum Sejarah Jakarta/ Museum Fatahillah/ Balai Kota Batavia (intan – gw)
Beberapa dari temen gw mungkin ga nyadar kalo tempat yg kami kunjungi waktu itu adalah Museum Fatahillah, yang mana dulunya merupakan kantor Gubernur Batavia, Kantor pusat VOC, Balai Kota (stadhuis) Batavia, yang mana sebagai tempat peradilan dan juga penjara bawah tanah! berdiri disana gw berasa kerdil dan merinding, pintunya yg tinggi banget, gedung yg megah dan kokoh, gw hampir ga percaya kalo bangunan itu dibangun tahun 1707. Pandangan gw lantas beralih ke bagian kiri depan gedung, ingatan gw melayang ke satu artikel yg pernah gw baca. artikel yang memuat foto lawas : pribumi pribumi yang lagi di pancung di Balai Kota Batavia. What? Wow! Haloo? tempat gw berdiri ini, beratus tahun yg lalu adalah saksi bisu kekejaman kompeni, saksi bisu bagaimana saudara setanah air yg memberontak di hukum pancung!!! gw bergidik ngeri. dada gw langsung sesak. Perasaan gw campur aduk, antara kagum akan power yg dimiliki Belanda serta kejayaan VOC kala itu, dan miris juga sedih teringat pedihnya nasib bangsa saat penjajahan dulu.
Gw dan Betta – Old City Hotel
Cafe Batavia (lagi) hehehe.
gw dibawah kerlip lampu – one of david’s random-shot

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s