tentang perempuan

gw adalah pengagum para perempuan single parent yang berani mengambil sikap cerai daripada merana karena ulah suami yang semenamena. bagi gw perempuan itu harus berani mengambil sikap dong yaa. kenapa musti ketar ketir dengan status janda kalo emg itu adalah solusi terbaik. ppl are not meant to be together forever.

takut anak jadi korban? hei buka mata dong.. membiarkan anak-anak tumbuh d keluarga yang dikit-dikit ribut itu jg ga sehat man! suasana yg ga tentram blum lagi klo ditambah dengan adegan kekerasan, teriak-teriak, melihat satu sama lain tersakiti yang disajikan di depan mata mereka secara live! erggh gw sih emoh. yaa ga bsa d pungkiri menjadi single parent membesarkan anak2 broken home sendirian itu ga mudah.. selain si istri jg perlu waktu dan kekuatan untuk menata dirinya sendiri lebih dulu.

nah entah kenapa mungkin di alam bawah sadar gw, gw punya trauma ttg hal seperti ini… gw pny bnyk role model para perempuan yg terzolimi suami. karenanya dalam mindset gw perempuan harus punya penghasilan sendiri.. just in case suami nantinya menelantarkan ato ya amit2 deh misalnya suami ga berumur panjang ato sakit sakitan minimal kita perempuan ini bisa cari makan sendiri..  we have something to do for living dan pastinya punya kekuatan utk enggak nadah doang ke suami.

well mungkin gw masih terlalu hijau untuk bisa memahami jalan pikiran istri-istri yg setengah mati mempertahankan pernikahan mereka meski lahir batin tersiksa, merana, terintimidasi, tertindas.  tapi ya itu  seperti yg sering gw bilang: jgn panggil gw nabila kalo pikiran gw ga mendobrak streotype…. perempuan itu mesti independen.

Advertisements