Bernyali Seperti Banci

“Mami, panggil aku Joko. Saat aku mati ingin aku menjadi laki-laki, sama seperti waktu mami melahirkan aku dulu.. Biar hidupku seperti binatang, tapi aku ingin mati sebagai manusia. Tolong makamkan aku sebagai seorang pria, Mami.”

sial! gw malah berlinang air mata.. cengeng begini bikin gw mikir, nih gw ato dia yang banci? haha. sepenggal cerita diatas tentang alm Avi alias Joko model waria yang beberapa tahun yang lalu sempat ngetop. abis bobo siang tiba-tiba gw terbayang muka si Avi dengan gayanya yg centil pake gaun ungu lari-lari sambil ketawa ketiwi. kenapa terbayang? ga tau juga.yg jelas gw langsung googling  mencari apa aja info yg bisa gw dapet tentang dia. seinget gw si Avi ini udah meninggal beberapa tahun lalu.

bicara soal banci, waria. yaah gw sih lebih suka bilang banci ketimbang waria.. soalnya banci itu lebih pas aja di lidah. waria itu lebih ke bahasa tulisan. kalo bahasa lisan gw cenderung pake kata banci. hehe. oke. menurut gw banci itu makhluk yang memberi warna antara wanita dan pria.. bukan cuma unik, mereka lucu, dan sometimes *maaf* sometimes mereka mengerikan. ya tergatung jenis banci seperti apa dulu. iya, banci juga banyak jenis nya.

apa yang ada di pikiran elo ketika denger kata banci?

kalo gw, yang pasti terlintas di benak adalah lenggak leggok kemayu, suara sengau serak-serak parau, rambut palsu, prostitusi, free sex, homosexual, kerja di salon, dan silikon. hahaha.

terlepas dari semua itu,  menjadi banci bukan mudah, bukan asal seneng. dibalik senyum itu mereka mengalami pergolakan batin yang rumit pedih dan menyakitkan. walau kita sama-sama tau kalo pilihan untuk jadi banci adalah pilihan salah jalan, tapi coba deh bisakah kamu membayangkan punya jiwa dan fisik yang tidak singkron? belum lagi hukuman publik yang akan didapatkan? kehilangan restu orang tua dan cinta keluarga? di usir dari rumah? sulit dapat pekerjaan? dicaci orang sepanjang hayat? di benci Tuhan?

Mereka menerimanya, mereka ambil konsekuesi itu. Jadi gw sudah seharusnya bilang kalo banci sebetulnya hebat.

jadi kalo lo bilang banci itu cemen?

elo jelas salah,

mereka orang orang bernyali besar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s