Anak Gajah

lama gak ngisi apapun di blog, malem ini dengan modal internet cukup kenceng yang difasilitasi kost-kostan dan niat yang dikuat-kuatkan, saya login ke blogger. tapi tangan dan pikiran saya seakan singkron, sama-sama kelu. kaku. saya bingung apa yang hendak saya tulis disini. berkali-kali beberapa kata teruntai jadi kalimat, kalimat tersusun jadi paragraf, tapi berkali kali juga tuts backspace saya tekan lagi. text area ini saya kosongkan lagi. Padahal, sebetulnya ada banyak hal yang bisa saya bagi.

lets start from what have been going on. hari ini saya resmi jadi anak gajah (baca: anak ITB). tadi pagi udah foto untuk kartu mahasiswa, sekarang kartunya udah stay di dompet. resmilah sudah saya jadi mahasiswa lagi… mahasiswa dikampus yang katanya kampus teknik terbaik di negeri ini. yah semoga betul-betul membangun diri saya menjadi pribadi yang lebih berwawasan, berpengetahuan, dan tentu saja bermoral.

adek saya, namanya Bagus, keterima juga di ITB. jalur tulis loh.. notebene nya lebih berat daripada jalur undangan. Ya, I proud of him. anak laki-laki ini saya tau betul memang punya keinginan tinggi untuk bisa jadi anak gajah. tahun kemarin kami rame-rame ke Bandung, dia ngajakin saya untuk memisahkan diri dari rombongan demi ke ITB, sementara yang lain pergi shopping. adek saya begitu antusias. mana sih ITB? sampe di ITB dia foto itu gerbang depan.. yang ada bunga-bunga penyambutan mahasiswa baru itu loh. and guess what? if only you know, foto itu sampe hari ini jadi wallpaper blackberry nya. di kamar ada tempelan segede gaban. “FTSL ITB!!!” and he got it. kalimat  “Selamat ada diterima di FTSL ITB” betulan saya jumpai pas ngecek pengumuman SMBPTN kemarin (pas pengumuman adek saya lagi di Yogya untuk ujian masuk UGM, saya deh yg beruntung jadi orang pertama yang lompat-lompat kegirangan). He inspire me damn much. kegigihannya, dan proses dia meraih apa yang dia mau menginspirasi saya begitu besar.

sekarang saya dan adek udah di Bandung, jadi anak rantau. kami satu tempat kos tapi beda lantai. semula mau nyari sewaan aja. tapi karena waktu yang mepet dan gak mau beli kucing dalam karung, diputuskanlah kami berdua kos dulu ambil yang bulanan. nanti kalo sempat dan ketemu sewaan yang worth it, ya kita pindah. sementara ini saya sepertinya betah disini. kosannya nyaman sekaliii hehehe. soal harga sewa, ya ada uang ada rupa. 😥

beberapa hal yang saya simpulkan setelah beberapa hari jadi anak cisitu lama, orang sini mayoritas bukan orang sunda tapi orang datengan sama juga seperti saya. dan kebanyakan cuek bebek sama orang.. rasa individualnya tinggi sekali. di kosan ini saya belum ada temen (kecuali adek saya sendiri) dan sepertinya saya adalah satu-satunya penghuni perempuan di kosan ini. oh no! (sumpah… belum ketemu cewe dari kemarin-kemarin mah)

oiya, tadi udah bagi-bagi NIM, dan dosen wali (kalo di kampus S1 saya mah namanya dosen PA), saya dapet dosen wali seorang ibu yang cantik, ketua prodi saya. semoga perwalian dan entry matakuliah saya lancar-lancar saja. amiin. selanjutnya tinggal menata diri membiasakan jadi orang sini. karena ya lain padang lain belalang, lain lubuk lain ikannya.

bytheway, I miss Palembang already. I miss my BF. I miss my cat.  😥

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s