Grows Up

Kemarin malam adalah jadwal buka bersama alumni SD tempat saya bersekolah dulu. Memang sudah beberapa tahun terakhir, buka bersama seperti diagendakan sebagai ajang reuni oleh teman-teman masa kecil saya itu. Meski hampir setiap tahun di tiga tahun terakhir ini saya bertemu mereka, tetap saja tidak menyurutkan rasa kangen dan penasaran saya. Sebelum tiba hari H buka bersama, saya suka menebak-nebak seperti apa ya sekarang bentuknya tampang-tampang innocent yang terekam dalam ingatan. Sudah menjelma jadi lelaki gagah kah? wanita anggun? Mungkin. Acara buka bersama nya diadakan di suatu resto di bilangan Kambang Iwak Besak, Palembang. I came with my bf. Ya gakpapa lah, beberapa teman saya ngajakin suami dan anaknya malah. hehe. Sampe disana ternyata baru saya dan Ivan yang hadir, si ketua pelaksana. baru 30 menit menjelang buka puasa, temen-temen yang lain mulai bermunculan satu persatu. Terus gimanakah penampilan teman-teman masa kecil saya dulu? makin cantik? ganteng? banyak yang begitu. Tapi beberapa yang lain justru sedikit ajaib.

Alay. beberapa bukannya makin oke malah menurut saya, sorry, tapi kok jadi alay. dandanan yang terlalu dipaksakan. cara bicara yang dibuat-buat. ada juga yang sedikit over, berusaha menjadi pusat perhatian. hehehe. but I love them. mereka ini orang-orang yang berteman dengan saya dengan tulus, tanpa udang di balik batu, tanpa peduli saya anak siapa, merek baju atau makeup yang saya pakai, atau mau jadi manusia seperti apa saya kedepannya. they don’t mind. mereka berkawan tanpa alasan. our childhood friends are the most genuine friends we ever had in live.

Poin yang mau saya angkat bukan tentang dandanan atau cara bicara orang ya, itu urusan masing-masing. Tapi dari pertemuan singkat tersebut ada beberapa hal yang saya jadikan pelajaran, bahwa betul pendidikan dan lingkungan merupakan faktor penting yang membentuk pribadi kita. Mengamati teman-teman saya kemarin, sungguh tanpa bertanya lebih lanjut mengenai profesinya saat ini atau tingkat pendidikannya, kita bisa menyimpulkan orang dengan kualitas seperti apa mereka, cuma dari caranya berbusana, caranya berbicara dan bersikap. “Lingkungan” does matter! itulah perlunya membesarkan anak dalam lingkungan yang baik, menjaga agar pergaulannya baik, membekalinya dengan pendidikan yang baik, hingga kelak sang anak tumbuh dewasa tidak menjadi orang-orang hilang arah yang terlambat mencari jati diri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s