Girls Talk

I never regret the decision I made one year ago: went to Bandung and made friends with new people..  it gives me a new glasses to watch the world, to see this life. A new window with a better prespective.  Here, I met someone who recently become the one with whom I spend my time the most. We are good friends, good sister, we’re taking care each other, and sometimes we fights. ummm.. no. we fights EVERYTIME, over EVERYTHING. hahaha. 

Everybody is unique, and so is she. Pssst… but don’t tell any body, yes? for one year I know her, she don’t believe in love at all. like… when we do a girls talk, and i cry because of watching so touching dramas, she always give me that face, her I-don’t-give-a-fuck-for-a-love-thing poker face and staring at me as if I just waste my time for a fool thing.

three months ago she met a boy. an awesome one. and guess what? she falls in love.  i see her feeling the same as exactly like i said. it overwhelming. SHE CRIED OVER A BOY finally. and i laught so hard. :’)

Advertisements

Konspirasi

Semakin saya dewasa semakin saya mengerti kalo sebenarnya setiap orang adalah seorang politikus. Kita berpolitik setiap hari setiap saat. Ayah saya pernah bilang kalau dunia politik adalah dunia yang paling kejam, dimana tidak ada kawan sejati, dan tidak ada musuh abadi. Orang-orang tidak berkawan melainkan dengan asas kebermanfaatan dan kepentingan. Sekarang saya pikir saya sedang berada dalam lingkungan seperti itu, hidup bersama para politikus handal. Kita, juga saya, hidup dengan penuh lobi dan konspirasi. 

Setiap orang punya goal. umumnya goal itu untuk jadi sukses, berhasil secara materi, moral dan prestise. Namun sejatinya guru PPKN saya dulu ngajarin, boleh berusaha berada di atas tapi bukan dengan cara menginjak kepala orang. boleh berusaha naik lebih tinggi tapi bukan dengan mencuri tangga milik orang lain. kalo pinjem tangga doang, ntar dibalikin, boleh gak? 😛 

Orang kadang bilang enggak, padahal iya. Didepan senyum, dibelakang gimana. ya ya dunia, saya semakin paham emang begitu adanya. Ganas. disini ketangguhan iman kita di uji untuk tidak ikut tergilas. Saya sendiri, saya rasa, kalau dirasa-rasa, kalau tidak salah rasa, rasanya tidak pernah sengaja menghalalkan segala cara untuk memenuhi tujuan dan mau saya. saya tidak pernah juga sengaja bertindak so evil ke orang lain. saya juga berusaha menjaga muka saya agar tetap satu rupa, bukan banyak bertebaran dimana-mana. berusaha menjaga  konsistensi lisan dengan apa yang ada dipikiran saya. tapi entah orang mau menilai seperti apa. sepertinya yang gak suka sama saya tetep aja banyak. fyuh. haters gonna hate. Selalu akan ada yang namanya haters sebaik apa kamu mencoba bersikap. Bahkan orang dengan akhlak semulia Rasulullah saja dibenci setan.

jaga iman kita, jaga ibadah kita. Orang beriman dan ahli ibadah insyaAllah dijaga Allah dari langkah-langkah yang salah. Setiap kali selesai curhat (nulis.red) ada ruang di kepala saya, isinya seakan tertumpah jadi pikiran tidak terlalu sesak lagi. lega. hmm.. sebenarnya lega sesaat lalu sesal kemudian. sebetulnya saya hanya ingin menuliskan hal yang baik-baik dan inspiratif saja di blog ini, bukan curhat. 

Getting Better

on fire to write this down. All things are getting better, alhamdulillah…

Pindahan. Minggu ini adalah minggu yang sibuk dan menguras pikiran. Adek saya dapet jurusan RIL di ITB, yang mana artinya kuliah dilakukan di kampus ITB Jatinangor. Sebagai kakak yang baik (uhuk uhuk..) saya bertanggung jawab mastiin dia dapet tempat tinggal yang pantas disana. Beberapa hari kemarin berturut-turut saya bolak-balik Bandung-Jatinangor untuk survey kostan dan asrama untuk mahasiswa ITB. alhamdulillah dipertemukan jodohnya dengan sebuah kostan yang bagus, strategis, dan dekat dengan kampus, tempat makan, serta dilewati angkutan umum. Panjar udah, tinggal dilunasin dan kita pindahan.

Perwalian. Semester 3. which means ini semester terakhir saya di ITB (kalo tesis tidak ada kendala dan bisa dikelaran satu semester). Tadi udah pertemuan tatap muka sama dosen wali, rencana study sudah disetujui. Tapi ada kabar kurang baik dari temen-temen seangkatan, banyak teman saya nyangkut nilainya di satu mata kuliah. sampe nilai yang didapat itu tidak mahasiswawi sekali… E loh. setau saya sih E adalah nilai untuk mahasiswa yang cuma ngisi KRS doang tanpa ikut ujian dan gak ngumpulin tugas. Saya agak-agak gak habis pikir… tapi ya dosen punya hak ya. dan beliau pasti punya penilaian sendiri. sekedar terpikir kalo saya yg di posisi teman-teman saya itu, harus ngulang lagi matakuliah itu untuk ketigakalinya. Gosh….. saya jadi bersyukur meski nilai pas-pasan.

Penelitian. Dosen wali saya adalah dosen partner penelitian yg kemarin saya ceritain. tadi udah ketemu dan udah ada perbincangan ttg betapa stuck nya saya. beliau kasih saya saran, seneng sih karena setidaknya ada arahan mengenai apa yang harus saya lakukan. Selanjutnya saya harus lebih sering bertengger di perpus.. ngerjain paper haha. tapi mungkin br bisa prima setelah adek selesai pindahan.

Love life. beberapa sahabat sedang suka-sukanya menjadikan saya tempat curhat. problema percintaan memang suatu hal yang ga akan ada habis habisnya untuk dibahas. banyak persoalan dari sahabat ini yang bisa turut saya petik hikmahnya. Allah memberi apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. klise sih… tapi emang bener kok.

masih tersendat

ah, fvck you. saya ingin memaki. mencaci. saya betulan jadi benci. entah kenapa rasanya kok suntuk sekali, dari pada planga plongo saya lalu ketak-ketik ini. sekarang sudah jam satu lewat tapi paper belum juga beres. saya sudah tidak tau lagi apa yang harus saya perbuat. besok apa ya yang bisa saya “suguhkan”? entah.

rasanya, ingin menarik diri. tapi nanti malah jadi seperti tidak punya harga diri. mau mengaku pintar, ya nyatanya tidak cukup pintar. Terlanjut tercebur baiknya lanjut berenang toh sudah basah, sekalian biar basah semua. mau menyerah? banget, tapi pengecut jadinya. Pengecut itu bukan saya. 

hmm. jadi ingat tadi. tentang seorang hawa yang merasa saya mengancam dia, tadi kejadiannya. dia terancam, insecure, yang artinya dia tidak cukup pede untuk mendongak wajah. sayang sekali, padahal dia cantik, dan terpelajar. if only you read this. saya gak akan ganggu kebahagiaan anda, sekarang dan selamanya. santai saja tuan putri..  you have nothing to fear. saya heran, ternyata cemburu bisa berimbas hingga segitunya ya.

tersendat. masih tersendat. saya butuh serat. bukan, bukan tersendat tidak bisa boker, tapi otak ini loh… dan tulisan ini jadi semakin random. ah, fvck you.

Tersendat

stuck. pikiran saya kacau, sudah mandul ide dari beberapa hari yang lalu. seperti putus asa saya lalu berpikir apa jangan-jangan saya memang tidak terlahir untuk jadi seorang peneliti? mencari sebuah pokok bahasan yang unik dan orisinil serta belum banyak dibahas orang, yang “seksi” dan “menggoda” itu bukan main sulitnya. 

Sudah jam setengah satu malam, tapi tumpukan paper orang ini cuma terbaca tanpa melahirkan apa-apa. Besok seharusnya adalah batas waktu saya submit paper ini. Kompetisi katanya, tapi saya kok seperti tidak berkompetisi, dalam hati saya juga seperti bukan meneliti, tapi cenderung mencari-cari: cela, kesalahan, kekurangan, dan apa saja yang bisa saya “angkat” kepermukaan.

Sebenarnya bisa saja, tapi tentunya asal jadi. Kali ini bukan mau saya untuk yang asal jadi. Sungguh kalau ada idenya, tau tools nya, beri saya waktu dua jam saja maka akan saya selesaikan semua. Iya, semua.

Saya baru tiba sedang teman-teman saya justru hengkang dari kota ini, mau berlibur katanya. Setelah rampung paper ini saya harus ke satu kota dipinggiran Jawa Barat, menghantar adik saya pindahan. Secepatnya saya juga harus mampir ke rumah juragan kos, menyampaikan titipan dari ibu. Mata saya berat, saya pingin tidur. Konsen saya pecah sudah. Bukan, bukan pembelaan, bukan mencari pembenaran. Saya stuck sepertinya memang karena saya kurang cerdas saja. Mungkin, asalnya otak saya kurang satu sendok.