masih tersendat

ah, fvck you. saya ingin memaki. mencaci. saya betulan jadi benci. entah kenapa rasanya kok suntuk sekali, dari pada planga plongo saya lalu ketak-ketik ini. sekarang sudah jam satu lewat tapi paper belum juga beres. saya sudah tidak tau lagi apa yang harus saya perbuat. besok apa ya yang bisa saya “suguhkan”? entah.

rasanya, ingin menarik diri. tapi nanti malah jadi seperti tidak punya harga diri. mau mengaku pintar, ya nyatanya tidak cukup pintar. Terlanjut tercebur baiknya lanjut berenang toh sudah basah, sekalian biar basah semua. mau menyerah? banget, tapi pengecut jadinya. Pengecut itu bukan saya. 

hmm. jadi ingat tadi. tentang seorang hawa yang merasa saya mengancam dia, tadi kejadiannya. dia terancam, insecure, yang artinya dia tidak cukup pede untuk mendongak wajah. sayang sekali, padahal dia cantik, dan terpelajar. if only you read this. saya gak akan ganggu kebahagiaan anda, sekarang dan selamanya. santai saja tuan putri..  you have nothing to fear. saya heran, ternyata cemburu bisa berimbas hingga segitunya ya.

tersendat. masih tersendat. saya butuh serat. bukan, bukan tersendat tidak bisa boker, tapi otak ini loh… dan tulisan ini jadi semakin random. ah, fvck you.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s