Tersendat

stuck. pikiran saya kacau, sudah mandul ide dari beberapa hari yang lalu. seperti putus asa saya lalu berpikir apa jangan-jangan saya memang tidak terlahir untuk jadi seorang peneliti? mencari sebuah pokok bahasan yang unik dan orisinil serta belum banyak dibahas orang, yang “seksi” dan “menggoda” itu bukan main sulitnya. 

Sudah jam setengah satu malam, tapi tumpukan paper orang ini cuma terbaca tanpa melahirkan apa-apa. Besok seharusnya adalah batas waktu saya submit paper ini. Kompetisi katanya, tapi saya kok seperti tidak berkompetisi, dalam hati saya juga seperti bukan meneliti, tapi cenderung mencari-cari: cela, kesalahan, kekurangan, dan apa saja yang bisa saya “angkat” kepermukaan.

Sebenarnya bisa saja, tapi tentunya asal jadi. Kali ini bukan mau saya untuk yang asal jadi. Sungguh kalau ada idenya, tau tools nya, beri saya waktu dua jam saja maka akan saya selesaikan semua. Iya, semua.

Saya baru tiba sedang teman-teman saya justru hengkang dari kota ini, mau berlibur katanya. Setelah rampung paper ini saya harus ke satu kota dipinggiran Jawa Barat, menghantar adik saya pindahan. Secepatnya saya juga harus mampir ke rumah juragan kos, menyampaikan titipan dari ibu. Mata saya berat, saya pingin tidur. Konsen saya pecah sudah. Bukan, bukan pembelaan, bukan mencari pembenaran. Saya stuck sepertinya memang karena saya kurang cerdas saja. Mungkin, asalnya otak saya kurang satu sendok.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s