a cup of coffee

hola. sekian lama tak jumpa, sekarang disempetin nulis lagi ditengah kejenuhan dan pikiran stuck ini. saya melakukan sebuah dosa. saya menghilang lagi. ‘menghilang’ belakangan ini jadi kata yang haram sepertinya. bapak pembimbing saya yang baik hati beberapa kali memarahi saya karena saya suka menghilang. dan setiap bimbingan ditutup dengan pesan “jangan menghilang lagi, kamu!” ehh iya pak, iya… -_-‘

pikiran saya sebetulnya terkuras dengan sebuah rencana, kelangsungan perhelatan besar dipertengahan tahun ini. jadinya tesis seakan terbengkalai.. sebetulnya gak terbengkalai kok, dia selalu ada dalam pikiran saya hehe. ya memang cuma bates dalam pikiran aja sih. tapi bukan kah kenyataan itu berawal dari mimpi. mimpi berada dalam pikiran? *eh bisa aja nih ngeles*

nah jadi saya hari ini sudah membulatkan tekad untuk menjadikan mimipi itu kenyataan. nah kenyataannya, saya bingung apa yang mau saya tulis untuk bahan bimbingan lagi. ada sih saya tertarik pada logika yang ditawarkan oleh paper bikinan orang jepang dan taiwan, saya pikir ini bisa jadi bagus kalo dipakai untuk tesis. tapi kenapa menerjemahkan notasi matematika sederhana dari mereka sepertinya otak saya gak bisa muter.. aduh.. bahkan minta tolong anak semester tiga yg masih fresh gitu ya dari penggodokan TPB di ITB, dia juga gak bisa kasih solusi, ih sebel. penjelasan nya terbatas, rumus yang tertampang rada bribet dg variabel yang saya sukar sekali untuk paham. oke lupakan.

sekarang saya ditemani minuman cangkir kedua, secangkir cappuccino dengan double shot, setelah sebelumnya ditemani dengan green tea latte yg non coffee itu. foam diatas cappuccino ini gak dilukis-lukis, begitu saya minum bibir atas jadi cemong putih kena foam dan saya berharap ada pemuda tampan tiba-tiba nyipok utk bersihin foamnya ala-ala film korea nyahahhaa! tapi apes ih ternyata di caffee bene ini extra espresso nya pait banget dan tidak ada pemuda tampan yg datang sodara-sodara!. saya pikir paitnya doble shot ini sama seperti starbucks yg masih bisa saya tolerir. zonk deh saya. nasib….nasib… tau gitu shot nya biar normal aja. hot green tea latte nya IMHO enakan starbuck juga.  tapi td nyoba ice green tea latte with less ice di caffee bene ternyata lebih enak dari punya starbucks. kalo soal harga ya bersaing ya… dan saya menghabiskan >IDR100K hari ini untuk mejeng disini. makkk… kempes kantong!

bukan mw sok sok gaya sih, cuma kadang inspirasi atau mood itu memang harus dibayar mahal. di kosan cuma gulgulja alias guling-guling manja aja. ya mending saya kesini lah mengasingkan diri dari kejamnya kasur kosan dengan daya hipnotisnya yang kuat sekali. nyahahaha. so doakan berbie ya teman teman!

random notes:

perbincangan hangat antara saya dan reni hari ini adalah, ketakjuban kami berdua terhadap cewe-cewe kekinian yang seliweran di socmed yg pada piawai ngelukis alis. adakah korelasi antara kemajuan teknologi dan kemudahan akses internet terhadap kemampuan cewe-cewe kekinian melukis alisnya? mungkin bisa diangkat jadi judul tesis.haha

saya tadi ke bank untuk ganti buku tabungan yang udah penuh, dan saya disapa sama banker nya, “haloo… saya tuti…. (nama disamarkan)…. mau ganti buku tabungan? ooo bolehh….”  dengan suara melengking dan nada mendayu dibuat-buat. suaranya bikin saya inget sama suara marsha, pelatih virtual bikinan saya utk matakuliah multimedia. penasaran suara di tuti? mirip suara dolphin di dunia binatang di trans7. wkwkwkkw…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s