Dibalik Laptop Ada Doa

hola fela. masih berkaitan dengan post sebelumnya : laptop. Saya berterima kasih sekali sama si pacar yang berbaik hati tukeran laptop. Vaio tipis ini betul-betul nyaman sekali untuk saya yang mobile. kalo dari segi performa sebetulnya toshiba saya yg gede itu juga masih mumpun sih. tapi ukuran bobot, wah Vaio ini juara. beratnya cuma sekilo berapa ons gitu, batere up to 5 hours. emang masih kalah sih sama Macbook nya Bang Yos, Reni, ato Putra. tapi buat saya baterai laptop bertahan up to 5 jam itu sudah Alhamdulillah sekali.

kemarin, saya memburu inspirasi lagi seperti biasa menghabiskan separuh hari di cafe bene. Kala rehat, saya yg tipe pemikir langsung mikirn apa aja yg bisa saya pikirin, termasuklah betapa bersyukurnya saya atas nikmat rezeki berupa laptop ringan tipis seperti ini, punggung gak pegal lagi. dan saya pun bernostalgia dengan searching laptop toshiba lama saya. googling. and found. dan saya tiba-tiba teringat sm laptop acer saya yang pertama kali beli pas kelas 3 SMA dulu. zaman itu yg punya laptop baru beberapa orang, harganya masih mahal, dan punya laptop itu masih berasa mewah sekali. acer saya warnanya hitam, bentuknya masih kotak dengan sudut-sudut yang kaku. tapi saya lupa itu acer seri apa.. acer yg berjasa yg menemani saya berkenalan dg dunia coding-codingan. hahaha.

lalu, jaman sekarang ini siapa sih anak kuliahan yg gak punya laptop? teman-teman dekat saya di magister IF semuanya punya laptop. klo dilihat lebih makro lagi, teman sekelas gak ada juga yg gak punya laptop. orang-orang dirumah Papa, Abang, Adek juga masing-masing punya laptop. flashback beberapa tahun lalu, pernah ada sedikiti reasearch, bukan research sih sebetulnya cuma pendataan kecil-kecilan pas S1 jadi intinya semua mahasiswa yang terdata ternyata memiliki laptop. laptop sejatinya sudah seperti handphone. hampir semua orang punya.

dan berapa banyak uang yang orang tua saya habiskan untuk membekali masing-masing anaknya dengan laptop? bagaimana jerih payah orang tua saya memeras keringat untuk laptop-laptop itu? betapa besarnya harapan yang ada dalam dada orang tua saya saat membelikan anaknya laptop? doa seperti apa yang menyertai? Dalam benak saya muncul suara Mamaa dan Papa, lirih berucap, “Anakku ini mama dan papa belikan laptop. mungkin bukan yang terbaik, bukan pula yang termahal. Namun semoga dengan laptop ini study kamu sukses, kegiatan belajar kamu tidak menemui kendala apa-apa. Anakku, rajinlah belajar, tuntutlah ilmu untuk bekalmu.”

Hiks. iya Mama, Papa. doakan anakmu ini ya. Ya Allah terimakasih atas semua nikmat dan rejeki yang telah Engkau limpahkan kepadaku. Alhamdulillahhirobbil’alamiiiiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s