Sudah Cukup, Lelah Aku Sudah

Aku suka sunyi, aku suka sendiri. Dalam sunyi dan sendiri selalu dijanjikan sebuah ketenangan, tapi sunyi dan sendiri juga yang kemudian membawa pikirku mengelana, jauh, sampai tersesat dan kadang tidak pulang pulang. Terkadang, aku merasa aku ini sakit. Bukan dengan tanda kutip, tapi betulan sakit. kronis. akut. butuh penyembuh.

Dalam duduk diamku, dalam baring sunyiku, dan dalam sela setiap aktivitas yang aku lakukan setiap harinya. Aku selalu bertanya tanya mengenai apa yang sudah aku lakukan dalam hidup ini. Apakah aku sudah melakukan sesuatu yang seharusnya manusia lakukan di usiaku? apakah aku sudah melakukannya dengan benar? Tapi kemudian aku mempertanyakan  apa itu “yang seharusnya manusia lakukan”  dan apa itu “melakukannya dengan benar”. lebih penting lagi, “apa tujuanku?”. Lalu aku mulai tersesat.

Banyak sekali pertanyaan yang muncul di dalam kepala. beberapa menunggu terjawab. beberapa lagi bahkan aku tidak yakin akan ada jawabnya.  Sudah cukup. Lelah aku sudah. Bagaimana ya caranya berhenti?

Segala sesuatu itu katanya tercipta bagai dua sisi mata uang, ada yang baik di dalam yang buruk, dan akan selalu ada yang buruk di dalam yang baik. Sekarang aku merasa bias. Aku gamang mana yang benar mana yang salah. Mana yang baik mana yang buruk, apakah ini suatu kebaikan dalam keburukan, ataukah sebaliknya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s