Dompok

ngek ngok

suara biola di gosok

 

bongok

otak tumpul alias dompok

macam kurang satu sendok

entah karena sudah kagok

atau memang dasarnya bongok

 

biola tak lagi digosok

tak ada lagi ngek ngok

Advertisements

Hectic

 

Minggu yang sibuk. dan hectic! kadang ada masa dimana otak saya freeze lantaran banyak hal yang harus dikerjain. katakanlah namanya tugas, atau kewajiban, you name it. beberapa minggu terakhir saya dikejar-kejar makhluk ini dan betapa kompaknya mereka deadlinenya tanggal 30 agustus semua… ah man.  kalo bisa bikin skala prioritas seperti biasanya sih enak. nah ini semua sama pentingnya, sama mendesaknya. if only i could membagi tubuh jadi dua, yang satu di palembang yang satu di bandung. atau kalau saja aku punya lebih dari 24 jam yang bisa dipakai dalam satu hari.

tapi semuanya hanyalah ‘kalau saja’…

kondisi sekarang kurang tidur, banyak makan. badan tambah lebar, muka tambah bulet. gosh. dan mulai merasakan keluhan ibu hamil trimester tengah ya… setelah trimester kemarin teler dihajar mual dan muntah. sekarang kaki saya mulai bengkak. sepertinya harus cari sepatu/sendal teplek yang dua nomer lebih gede deh biar aktivitas jadi nyaman. dan ditengah kesibukan yang mengharuskan saya hana hene kesana kemari, bukannya ngeluh sih, cuma curhat.. lelah rasanya.. punggung mau patah.

by the way, i feel something moving inside my belly. kamu ya ntil? nendang-nendang ibu ya nak? 🙂 belum tau sih ini si until-until dalem perut cewe apa cowo. saya dan suami sih feelingnya ni baby cowo. dan aku punya previlege untuk ngasih namanya nanti dong hehe. if it is a baby boy, i’ll name it Agrapana Abhipraya,  alias Arya. and if it is a baby girl it has to be Dineshcara Naisha . panggilannya apa ya?

 

Dosen

Mulai Agustus ini insyaAllah aku mulai aktif ngajar di Unsri, mengamalkan ilmu yang sudah aku dapet beberapa tahun belakangan.. dan yaa itung-itung turut mengabdikan diri berkontribusi bagi usaha mencerdaskan kehidupan bangsa.  ini bukan karena aji mumpung, tapi emang menjadi pengajar itu adalah passion aku (selain menjadi dokter yang kemudian cita-cita ini kandas long long time ago hehe)….

yang aku rasa, mentransfer ilmu itu menyenangkan, gimana kita membuat yang tidak mengeri menjadi mengerti, bagaimana membuat yang tidak tau menjadi tau, dan yang penting memberikan sudut pandang dan cara berpikir yang lebih baik kepada yang diajar. Dulu, pas jadi tenaga pengajar lembaga pendidikan, saya ngajar anak-anak SMA mata pelajaran eksak, terasa banget bahagianya saat mereka berhasil mengerti konsep yang kita tanam dan mampu menyelesaikan soal dengan baik. bahkan pas UAS atau UAN yang deg-degan malah saya, bukan mereka.. hehe.

menjadi dosen adalah hal baru untuk saya, saya fresh graduated dari S1 langsung nyambung kuliah S2, trs ngajar deh. beda sama temen2 yang dulu mungkin mengawali karir dunia dosen dari jadi laboran, saya ini jam terbang face-to-face dalam kelas agak kurang…. mahasiswa tentunya beda sama anak-anak SMA yang dulu jadi murid privat saya dulu. mahasiswa (harusnya) sudah dewasa, dan menyikapinya juga seperti kita menyikapi orang dewasa. tantangan bagi saya sih ini, bagaimana berinteraksi dengan mahasiswa, memposisikan mereka sebagai orang dewasa, bukan murid, tapi partner berbagi ilmu kali ya.

tantangan satu lagi adalah bagaimana saya membangun karakter diri saya sendiri. menjadi dosen berarti bukan cuma menjadi pengajar yang mentransfer ilmu, tetapi juga penjadi pendidik yang menanamkan moral. karena saya ingin mahasiswa saya nanti punya role model yang baik untuk mereka tiru. bisa tidak ya? bismillah..