2016 passed!

Demi waktu, sesungguhnya manusia dalam keaadaan rugi. Kecuali yang beriman dan yang beramal sholeh.

Maka demi waktu, iya memang sungguh berlalu. perassa begitu cepat waktu berputar, tau tau sudah di penghujung 2016 saja. seperti setiap akan pergantian tahun, saya biasanya membuat resolusi apa-apa yang hendak dicapai tahun depan. dan pastinya saya juga akan mereview apa-apa yang sudah tercapai tahun ini.

untuk remind kejadian-kejadia yang sudah terjadi, jadilah saya rollback gallery handphone. Buat saya, 2016 adalah tahun yang berat. sangat berat. banyak hal yang saya alami di tahun ini. banyakan susahnya kalo dihitung-hitung mungkin ya.. tapi ada senangnya juga. ya yang jelas banyak pelajaran yang saya dapatkan. banyak pelajaran yang harganya mahal sekali… let me post some photos here

img_5772

2016 Jan – Mecca

img_5777

2016 Jan – Medina

img_6122

2016 March – Dufan

img_6477

2016 May – we got Zhafran!

img_6687

Oct 2016 Oct – He take it back.. 😦

Processed with VSCO with b1 preset

2016 Oct – My Convo Ceremony

img_7011

2016 Agt – New Job!

img_7097

2016 Des – take a break from reality

the hardest is losing Zhafran…. hiks.

dan resolusi 2017. kira kira begini:

  1. be a good me. a better wife. a better mom. a better daughter. a better sister.
  2. selalu mengutamakan sholat di awal waktu! khatam quran setidaknya dua kali.
  3. learn how to conduct a research properly, pahami dengan baik dunia berdosenan. tridarma perguruan tinggi, dll
  4. punya anak. amiiin…. 🙂
  5. belajar tata busana. pengen bisa jahit… *ni kynya dah empat kali masuk resolusi tahunan, gak tercapai terus..
  6. belajar bahasa asing (lagi). mungkin france. atau jepang? let see next.
  7. tingkatin skill masak! harus banyak belajar menu baru.
  8. membaca habis PALING SEDIKIT TIGA buku bahasa indonesia dan DUA buku bahasa asing.
  9. punya pembukuan keuangan yang lebih rapi dan disiplin.
  10. nabung! …atau punya investasi apa gitu.
  11. pergi ke tempat yang belum pernah dikunjungi. PALING SEDIKIT SATU tempat baru.
  12. mencapai ke-11 poin di atas. hehe.

semoga tercapai itu resolusi ya. semoga tahun depan menjadi tahun yang menyenangkan, tahun yang berkah, tahun yang bahagia. amiiin….Happy New Year! welcome 2017!

Advertisements

Jangan Nyontek!

Pekan ujian akhir semester di kampus tempat saya mengajar dimulai per 5 Desember 2016. sebagian besar matakuliah yang saya ampu ujiannya bersifat tutup buku alias closebook dan secara individu. Mahasiswa dituntut untuk mengerjakan sendiri dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran. sembari mengerjakan soal, mahasiswa-mahasiswa ini “ditemani” oleh pengawas ujian yang biasanya  sih dosen pengampu itu sendiri. Ngomong-ngomong tentang ngawas ujian, mengawas ujian itu rasanya campur aduk. tidak sulit. tapi juga tidak mudah. dan seringnya sih, menggelikan.

menggelikan karena yang pertama saya suka inget dulu saat saya di posisi mereka. saya mencoba mengingat ingat bagaimana rasanya. dan suka geli juga kalo kepikiran bahwa saya saat ini di posisi dosen saya dulu. oh begini rasanya ngawas mahasiwa ujian. wkwkwk.  But I wonder, posisi pengawas kenapa harus berhadapan dengan mahasiswa yang ujian ya?  idealnya pengawas tidak di muka kelas dengan berpuluh mahasiswa dihadapannya. karena jadinya suka kebalik bukan dosen mengawasi mahasiswa, tapi mahasiswa mengawasi dosen, mencari celah. kalo kalo siapa tau dosennya lengah terus mereka bisa nyontek.

wahai mahasiswa, ketahuilah, dosenmu dulunya adalah mahasiswa juga. hehehe. they’ve been on your shoes! jadi, dosen itu paham benar gelagat mahasiswa nyontek dan sudah hapal betul 1001 jurus nyontek mahasiswa. Pssst, saya kasih tau ya, mahasiswa nyontek itu punya tingkah yang khas. mereka suka sok sok sibuk, sok sok mikir, sok sok mengalihkan pandangan  biar keliatannya lagi fokus padahal buyar. jadi untuk para mahasiswa, Jangan Nyontek! 🙂

Mom Power #randomthought

Hei blog! Saya baru liat notifikasi ternyata dua bulan yang lalu ada ucapan terimakasih dari penyedia layanan blog ini. Happy anniversary katanya… “you joined us 7 years ago”. Udah lama juga ya, gak terasa. Dan syukur juga saya masih aktif nulis sampe hari ini.. Ya meskipun nggak di blog juga sebenernya saya akan tetap nulis. menulis bagi saya adalah kebutuhan. kalo gak nulis ni kepala rasanya penuh aja. setelah nulis rasanya plong gimana gitu. ya meskipun saya juga sadar sih tulisan saya gak bagus-bagus amat. dan traffic blog ini juga gak rame rame amat. tapi gak ngaruh juga karena saya nulis karena emg pengen menulis, bukan karena biar orang baca *pembelaan wkwk 😛

I’ve been writing diary since I was 5 YO. at that time I was at first grade in elementary school. Tentang per-diary-an ini, Mom yang ngajarin. jadi Mom itu nunjukin diarynya beliau pas jaman masih gadis. bukunya lucu kecil gitu, kertasnya warna warni. seinget saya, gak begitu lama setelahnya, Mom beliin saya buku diary juga.

Anak kecil itu cenderung meniru orang tuanya ya. nah karena udah liat Mom punya diary, maka saya seneng sekali dapet buku itu  horeeee saya juga punya yang seperti milikknya Mom! haha. apa yang saya tulis? hehehe. Lembar pertama pertama adalah menyapa dunia dan deklarasi kepemilikan buku wkwkkw. kalimatnya kurang lebih seperti ini “hai, ini adalah diary milik Nabila, keseharian saya akan saya tulis di dalam buku ini..” dan bla bla bla.. kebiasaan ini terbawa sampai sekarang. saya selalu punya note kecil yang saya bawa kemana-mana, lembar pertamanya bisa dipastikan adalah deklarasi kepemilikan. bedanya sekarang kalimatnya jadi begini “this book belong to Nabila, only opened and used by me. restricted area. leave it.” See, kehidupan telah mengubah saya jadi orang yang galak hahaha.

dulu, karena saya liat Mom membubuhkan tanda tangan di bawah halaman setiap beliau selesai nulis, maka saya juga meniru. hahaha. saya punya tanda tangan dong… tapi tanda tangannya berubah-ubah setiap halaman. maklum. saya belum paham maksud tanda tangan itu apa. Mom juga yang akhirnya ngajarin kalo tanda tangan itu gak boleh berubah-ubah. tapi ya apalah saya ini yg anak kecil sok dewasa saat itu. since i could remember, saya tiga kali berganti tanda tangan. versi yang sekarang itu adalah signature yang saya pake sejak kelas satu SMP. cuma emang kemasannya jadi lebih dewasa aja. dulu ada atribut-atribut khas ABG wkwk.

Mom power ya. kebiasaan baik itu diturunkan. Saya bersyukur sekali punya ibu yang seperti Mom. I couldn’t ask for more. Duh, jadi gak sabar pengen kasih adik ke bang Zhafran. Gak sabar mau mengajarkan padanya banyak ilmu. Gak sabar untuk mengenalkan kepadanya banyak hal. Gak sabar untuk mengenalkannya tentang siapa Penciptanya, dan bagaimana cara menyapaNya.