Mom Power #randomthought

Hei blog! Saya baru liat notifikasi ternyata dua bulan yang lalu ada ucapan terimakasih dari penyedia layanan blog ini. Happy anniversary katanya… “you joined us 7 years ago”. Udah lama juga ya, gak terasa. Dan syukur juga saya masih aktif nulis sampe hari ini.. Ya meskipun nggak di blog juga sebenernya saya akan tetap nulis. menulis bagi saya adalah kebutuhan. kalo gak nulis ni kepala rasanya penuh aja. setelah nulis rasanya plong gimana gitu. ya meskipun saya juga sadar sih tulisan saya gak bagus-bagus amat. dan traffic blog ini juga gak rame rame amat. tapi gak ngaruh juga karena saya nulis karena emg pengen menulis, bukan karena biar orang baca *pembelaan wkwk 😛

I’ve been writing diary since I was 5 YO. at that time I was at first grade in elementary school. Tentang per-diary-an ini, Mom yang ngajarin. jadi Mom itu nunjukin diarynya beliau pas jaman masih gadis. bukunya lucu kecil gitu, kertasnya warna warni. seinget saya, gak begitu lama setelahnya, Mom beliin saya buku diary juga.

Anak kecil itu cenderung meniru orang tuanya ya. nah karena udah liat Mom punya diary, maka saya seneng sekali dapet buku itu  horeeee saya juga punya yang seperti milikknya Mom! haha. apa yang saya tulis? hehehe. Lembar pertama pertama adalah menyapa dunia dan deklarasi kepemilikan buku wkwkkw. kalimatnya kurang lebih seperti ini “hai, ini adalah diary milik Nabila, keseharian saya akan saya tulis di dalam buku ini..” dan bla bla bla.. kebiasaan ini terbawa sampai sekarang. saya selalu punya note kecil yang saya bawa kemana-mana, lembar pertamanya bisa dipastikan adalah deklarasi kepemilikan. bedanya sekarang kalimatnya jadi begini “this book belong to Nabila, only opened and used by me. restricted area. leave it.” See, kehidupan telah mengubah saya jadi orang yang galak hahaha.

dulu, karena saya liat Mom membubuhkan tanda tangan di bawah halaman setiap beliau selesai nulis, maka saya juga meniru. hahaha. saya punya tanda tangan dong… tapi tanda tangannya berubah-ubah setiap halaman. maklum. saya belum paham maksud tanda tangan itu apa. Mom juga yang akhirnya ngajarin kalo tanda tangan itu gak boleh berubah-ubah. tapi ya apalah saya ini yg anak kecil sok dewasa saat itu. since i could remember, saya tiga kali berganti tanda tangan. versi yang sekarang itu adalah signature yang saya pake sejak kelas satu SMP. cuma emang kemasannya jadi lebih dewasa aja. dulu ada atribut-atribut khas ABG wkwk.

Mom power ya. kebiasaan baik itu diturunkan. Saya bersyukur sekali punya ibu yang seperti Mom. I couldn’t ask for more. Duh, jadi gak sabar pengen kasih adik ke bang Zhafran. Gak sabar mau mengajarkan padanya banyak ilmu. Gak sabar untuk mengenalkan kepadanya banyak hal. Gak sabar untuk mengenalkannya tentang siapa Penciptanya, dan bagaimana cara menyapaNya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s