Semester Pendek? sepertinya Tidak.

Saya dan suami, atas kesepakatan bersama menjalani LDM atau long distance marriage. setiap sepuluh hari kerja maka kami akan bertemu selama 4 hari. secara hitung hitungan matematis, dalam setahun kami berdua hanya akan menghabiskan 24% dari hari-hari sepanjang tahun untuk bisa bersama. hampir seperempat. kurang sedikit.

Menjalani hidup seperti ini, saya tidak bilang mudah. Sulit, iya. Tapi sejauh ini masih bisa dilalui. Ada rasa sedih saat seharusnya saya sebagai istri mendampingi dia di sana. khususnya saat suami lagi sakit, sedang sedih, dan butuh dukungan. Atau pas bulan puasa. nikmat sekali ya bisa beribadah bersama. Tahun ini sudah saya tekadkan, semoga Ramadhan nanti bisa menemani suami full sebulan. Saya pgn panen pahala dari menyiapkannya sahur, dan menyediakan makanan untuk dia berbuka. Maka bismillah, ketika kemarin rapat jurusan disodorkan surat pernyataan kesediaan mengajar Semester Pendek, saya menyatakan bahwa saya tidak bersedia. Bismillah. semoga Allah ridhoi niat dan lancarkan prosesnya. Aamiin.

Pelaksanaan Semester Pendek itu pas libur semester genap yang kurang lebih hampir tiga bulan. Lumayan lama.. Ada banyak rencana di dalam kepala saya. Sepertinya kami berdua tidak akan liburan.. kami hanya akan menghabiskan waktu di kontrakan. Mungkin saya akan membaca banyak buku. Atau mempertajam skill masak. Atau belajar jahit? kita lihat nanti….. yang jelas semoga Allah memberkahi kebersamaan kami nanti, memberikan zuriyat yang baik dari sisiNya, yang sehat dan selamat, yang lengkap dan bagus rupa, yang arif pikirannya,  yang lembut hatinya, yang kokoh jiwanya, yang nanti akan kami didik menjadi pemimpin bagi orang mukmin, yang cerdas, bijaksana, dan menyejukkan hati kedua orangtuanya. Aaaamiiin yaa robbal alamin…..

Advertisements

Worth to Share

Masih dalam rangka proyek, masih di Jakarta, dan malem ini dihabiskan sendirian. Berhubung ada wifi dan koneksinya lumayan kencang, saya lanjut hobby berselancar di dunia maya. Kali ini Play Store yang jadi sasaran saya, saya akan install-uninstall banyak apps, coba ini itu, trial and error, dan explore hampir semua categories, begitu terus sampe saya ngantuk. Karena surfing pake tablet dan ada kepengen nulis dikit di blog, maka saya nyoba nyari wordpress for android. Jadilah saya sekarang ini sedang menjajal aplikasi tersebut. Hehe..

Actually nothing special to share sih, cuma tadi sebelum surfing saya buka path, dan muncul memories dari dua tahun yang lalu gitu, when I was young in Bandung. Saya tiga tahun di bandung dalam rangka tugas belajar… dua tahun pertama saya habiskan dengan mengaktifkan mode turis. Alias jalan jalan terusss.. kemana mana. Kayanya hampir semua destinasi wisata di Bandung Utara dikunjungi semua. Salah satunya ke tebing yang Instagramable banget, Tebing Keraton. 

Dari kosan saya, Tebing Keraton ini gak begitu jauh, lima belas menit perjalan kita sudah sampai di lokasi (kalo gak macet). Konon katanya Tebing Keraton paling bagus dikunjungin pas sunrise, atau sunset. Tapi karena letaknya yang di dalam kawasan Taman Hutan Raya Juanda, yeah, I mean Hutan, so just a moment after sunset you could not see anything but Hutan, dengan pohon pinus di kanan kiri, and for God’s sake, itu juraaaang… karena alasan keamanan, keterbatasan sumber daya dll dsb maka diputuskan untuk tim jelajah kali ini mengejar sunrise aja. 

Berangkatlah kesana kami bertujuh para putera daerah sumatera selatan, saat itu selain saya ada Reni, Fida, Endah, Kak Julius, Kak Firaz, dan Kak Yusuf. Agak kesiangan sebetulnya, karena kami semua terjangkit penyakit lelet kronis, dari kosan baru gerak jam enam wkwkwk…. harusnya dari subuh sudah di sana, tapi lucky us, pagi itu ternyata Dago Atas diselimuti kabut… jadi datang agak siangan saat matahari sudah lebih tinggi justru langkah yang tepat. 

One of my picture, taken by kakanda Yusuf. Coba lihat perbukitan nun kejauhan, lihat kabutnya, lihat awannya, ni saya bagi biar pada envy semua. Hahaha *ketawasetan. Dan lihat model nya. It’s me! *pernah kurus wkwk… jadi inget sejuknya udara saat itu, hangatnya sinar mentari, suasana yang ngangenin banget. Someday saya akan rindu sekali tempat ini, tapi entahlah sekarang-sekarang sih saya lagi kehilangan minat ngeBandung.. tawaran untuk explore Aceh, atau Pare-pare,malah terdengar lebih menggoda. 
*review saya, wordpress for android ini works well. Easy to use. Worth to try, worth to install. Upload picture juga mudah, insert link dll gak ada masalah, Rates 4,2 sesuailah..

Creepy

beberapa hari yang lalu saya harus pergi ke Jakarta karena sebuah project yang ya saya tidak bisa mention itu di sini. kemarin berangkat dari lovely town Palembang ambil penerbangan 20.30 ke Jakarta. pas check in abang-abang ground handler nya bilang kalo penerbangan ditunda 90 menit. lumayan cuy sejam setengah.. jadinya sampe jakarta larut malam.. landingnya jauh pula dari terminal, alhasil nyambung shuttle bus. untung gak bawa bagasi, kebayang mesti nungguin bagasi jam setengah satu malam. zzz.

pas nunggu satu jam setengah itu, ada mbak mbak dua orang, harusnya sih umurnya gak jauh beda sama saya. cuma bedanya adalah mereka mungkin belum pernah hamil dan melahirkan jadi badannya masih kenceng kinyis kinyis. wkwkwk.  karena tiga penerbangan yang tersisa disatuin diikutkan dengan penerbangan terakhir 22:30 malam, dan tidak ada penerbangan lain kecuali dari maskapai yang saya tumpangi, maka bisa dipastiin dua orang mbak-mbak ini nantinya akan satu pesawat sama saya. Nah mbak berdua ini cukup menyolok perhatian. Dandannya tidak seperti pada umumnya, err… sorry to say, semacam yang pengen trendy tapi agak gagal gitu, if you know what I mean. Dalam ruang tunggu mereka pindah pindah gitu duduknya, hilir mudik kesana kemari, sambil menggeret dua koper gede warna warni, dalem hati saya langsung bergumam, set dah tu koper gede amat! emang muat masuk kabin pesawat? dan gumaman saya ini terjawab karena dipesawat emang tu koper gede akhirnya dikeluarin sama pramugara utk dimasukin ke bagasi barang. wkwkwk…

sampe mendarat, penumpang diangkut bus ke terminal. Lucky me, saya dapet tempat duduk di bus, meskipun gak nghadap ke depan tapi gapapalah. di perjalan singkat ini mau gak mau lagi jadinya mengamati mbak berdua yang berdiri. and something creepy happend. in a deep of my thought. saya merasakan sesuatu yang aneh sama mbak yang satu. entah, yang terlintas adalah semacam kekuatan, magic, sihir, seperti itu. lantas saya reflek baca-baca ayat-ayat untuk penjagaan diri. dan tiba tiba dia lihat saya dan kita berdua beradu mata. dia senyum tipis,  tapi saya tau senyum itu bukan dari dia. bukan untuk saya. but something behind her, to something behind me. damn…. entah apa arti senyumnya, tapi atmosfer creepy as hell bener-bener saya rasakan. entah kenapa juga saya gak kuat liat mata dia. jadilah saya alihkan pandangan ke luar jendela, sambil mulut komat kamit makin jadi. dada saya berdebar. ada takut. ada khawatir. dalam hati saya harus meneguhkan azzam, kalau saya gak kuat menatap dia, maka betulan ini ada yang salah.  jadilah seluruh ayat penjagaan yang saya tau, saya baca, terus berulang ulang, sampai saya berani menatap dia lagi. and guess what? dia masih dengan mimik muka yang tadi. anjirrr.. begitu kontak mata, rasa ngeri muncul lagi lantas saya alihkan pandang lagi, begitu terus sampe sekitar tiga kali, dan akhirnya dia yang mengalihkan pandangan. dan saya berasa di atas awan, ayat-ayat penjagaan diri tadi tidak sedetik pun berhenti dari mulut saya, sampai si mbak aneh menghilang dibalik bahu bahu orang yang bergelantungan.

entahlah. mungkin sixth sense nya lagi kebuka. udah lama juga gak begini. tapi kalo sampe beradu sama manusia baru kali ini sih. biasanya sama sesuatu yang tidak kasat mata. seringnya sama perasaan takut dalam diri saya sendiri.

terus, out of topic, ada yang juga tau tentang hastag yang populer baru-baru ini? #makanmayit proyeknya seniman yang menurut saya weird, cenderung creepy.  lupakanlah segala menu bayibayian bikian dia. lihatlah orangnya, si seniman bersangkutan. kenapa ya kok banyak sekali orang orang weird yang creepy?  ngeri gak sih lo liatnya? udah macem liat jigsaw di film the saw. Do you want to play a game?   *kaburrr