Worth to Share

Masih dalam rangka proyek, masih di Jakarta, dan malem ini dihabiskan sendirian. Berhubung ada wifi dan koneksinya lumayan kencang, saya lanjut hobby berselancar di dunia maya. Kali ini Play Store yang jadi sasaran saya, saya akan install-uninstall banyak apps, coba ini itu, trial and error, dan explore hampir semua categories, begitu terus sampe saya ngantuk. Karena surfing pake tablet dan ada kepengen nulis dikit di blog, maka saya nyoba nyari wordpress for android. Jadilah saya sekarang ini sedang menjajal aplikasi tersebut. Hehe..

Actually nothing special to share sih, cuma tadi sebelum surfing saya buka path, dan muncul memories dari dua tahun yang lalu gitu, when I was young in Bandung. Saya tiga tahun di bandung dalam rangka tugas belajar… dua tahun pertama saya habiskan dengan mengaktifkan mode turis. Alias jalan jalan terusss.. kemana mana. Kayanya hampir semua destinasi wisata di Bandung Utara dikunjungi semua. Salah satunya ke tebing yang Instagramable banget, Tebing Keraton. 

Dari kosan saya, Tebing Keraton ini gak begitu jauh, lima belas menit perjalan kita sudah sampai di lokasi (kalo gak macet). Konon katanya Tebing Keraton paling bagus dikunjungin pas sunrise, atau sunset. Tapi karena letaknya yang di dalam kawasan Taman Hutan Raya Juanda, yeah, I mean Hutan, so just a moment after sunset you could not see anything but Hutan, dengan pohon pinus di kanan kiri, and for God’s sake, itu juraaaang… karena alasan keamanan, keterbatasan sumber daya dll dsb maka diputuskan untuk tim jelajah kali ini mengejar sunrise aja. 

Berangkatlah kesana kami bertujuh para putera daerah sumatera selatan, saat itu selain saya ada Reni, Fida, Endah, Kak Julius, Kak Firaz, dan Kak Yusuf. Agak kesiangan sebetulnya, karena kami semua terjangkit penyakit lelet kronis, dari kosan baru gerak jam enam wkwkwk…. harusnya dari subuh sudah di sana, tapi lucky us, pagi itu ternyata Dago Atas diselimuti kabut… jadi datang agak siangan saat matahari sudah lebih tinggi justru langkah yang tepat. 

One of my picture, taken by kakanda Yusuf. Coba lihat perbukitan nun kejauhan, lihat kabutnya, lihat awannya, ni saya bagi biar pada envy semua. Hahaha *ketawasetan. Dan lihat model nya. It’s me! *pernah kurus wkwk… jadi inget sejuknya udara saat itu, hangatnya sinar mentari, suasana yang ngangenin banget. Someday saya akan rindu sekali tempat ini, tapi entahlah sekarang-sekarang sih saya lagi kehilangan minat ngeBandung.. tawaran untuk explore Aceh, atau Pare-pare,malah terdengar lebih menggoda. 
*review saya, wordpress for android ini works well. Easy to use. Worth to try, worth to install. Upload picture juga mudah, insert link dll gak ada masalah, Rates 4,2 sesuailah..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s