Dear Mahasiswa

Hari ini 4 Mei, hari ke tiga setelah pekan UAS semester genap di mulai. dengan segala hectic pekan UAS, lembar jawaban yang menanti dikoreksi sebanyak satu tas penuh, selalu ada rasa was was setiap saya bagian soal ujian ke siswa. entahlah, dalam lubuk hati saya sedikit khawatir: Anak-anakku. bisa gak ya kalian ngerjain soalnya?

karena buat saya, UAS bukan cuma kemampuan peserta didik yang diuji, tapi juga kemampuan saya sebagai pengajar.. berhasilkah saya mentransfer ilmu ke mereka? berhasilkah mereka mendapatkan pengetahuan selama satu semester perkuliahan?

Dalam dunia IT, khususnya bidang informasi, pengolahan data itu berawal dari input, melalui proses maka akan menghasilkan output. seharusnya output yang dihasilkan akan berbeda dari input, dan berkualitas lebih baik. kalau output masih sama dengan input, artinya tidak ada proses di sana. Miriplah seperti perkuliahan, kalau kemampuan problem solving mahasiswa prakuliah dan pascakuliah itu sama aja, ya bisa dibilang kuliah ini cuma buang-buang waktu.

Mahasiswa saya ada banyak sekali jenisnya. Ada yang rajin, yang cerdas, yang cerdik, yang malas, ada satu yang unik yaitu tipe mahasiswa yang membingungkan. saya gak ngerti yang satu ini tipenya apa.  Marilah kita bahas tingkah pola mahasiswa. Mahasiwa curang, bukan hal yang spesial, saya nemu banyak! mahasiswa jujur, agak langka, tapi ada! nah mahasiswa yang tanpa dosa meninggalkan lembar jawaban tidak terjawab, dengan permintaan maaf semacam “Bu, maafin saya, saya gak bisa ngerjain soalnya..” saya nemu beberapa!

Temen-temennya pada bisa ngerjain, temen-temennya bisa jawab. ini dia gak belajar? gak menyimak selama satu semester? gak fokus? mengganggap kuliah ini tidak penting? menganggap kuliah cuma lelucon?

Anakku, kalau saja kamu membaca tulisan saya ini, kamu harus tau kalau ada perih yang kamu torehkan ke hati saya dengan sikap kamu yang seperti itu. kalau bagimu ini lelucon, maka maaf,  perbuatanmu sama sekali tidak lucu.

Tau kah setiap malam sebelum kuliah saya selalu sempatkan baca materi menyiapkan ilmu yang akan saya beri ke kamu besok paginya. Tau kah kamu setiap sebelum memulai perkuliahan, saya berdoa untukmu, untuk keberkahan perkuliahan agar menjadi pengetahuan dan ilmu yang bermanfaat untukmu?

atau kamu  malah belum paham kenapa dan mengapa kamu harus kuliah?

Anakku, coba pikir dan resapi, kamu sudah mulai dewasa. Masa depanmu adalah kamu sendiri yang membentuk. Mau jadi apa kamu nantinya adalah kamu sendiri yang menanggung.

Anakku, mungkin jika luang waktu kita, saya akan panggil kamu untuk kita bicara secara personal. Karena jika arahmu kuliah ini masih belok kiri kanan, maka tugasku juga untuk meluruskannya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s