Sebal

Dear mahasiswa! if only you read this post. kalo kalian berhalangan untuk ikut UAS, kontak dosen yang bersangkutan. via email, via socmed, via sms/telp apapun itu. kasih kabar, dan tanya kelanjutannya kapan kalian bisa ikut ujian pengganti. fyi, pekan input nilai itu cuma satu minggu setelah UAS. which is klo lewat dari itu maka nilai tidak bisa di ubah lagi. makanya kalo ngerasa ada utang UTS atau utang UAS cepetan dibayar utangnya, cari dosennya! kami, pada dosen, juga butuh waktu utuk ngoreksi, ngerekap nilai segala macem. kalo anda baru nongol sehari sebelum pekan input nilai berakhir, maka mending gak usah nongol sama sekali deh! akan lebih mudah bagi saya. jangan sekali kali berlaga gak peduli, menganggap enteng, menganggap mudah. Karena yang butuh nilai itu kalian para mahasiswa, dosen cuma fasilitator saja, maka anda para mahasiswa dituntut untuk proaktif. Sudah seharusnya mahasiswa yang nyari dosen.

ini kok kebalik?

maybe next time,  I’ll just tell you in the begining of the class. ujian susulan/pengganti/perbaikan dilaksanakan selambat lambatnya tiga hari setelah tanggal ujian. lewat dari itu tidak ada kata susulan. semester depan saya tidak akan mencari-cari lagi mahasiswa yang tidak ikut UTS/UAS, saya tidak akan berbaik hati untuk nawarin mahasiswa mau ikut ujian tidak? kamu belum uas, kapan mau uas? SEBODO AMAT!

Ceritanya, ada seorang mahasiswi saya tidak ikut UAS. terus yang bersangkutan gak nyari saya mau minta ujian susulan. kalo gak dicari kagak nongol. diajak ketemuan malah ngaret. Maunya saya, kalo ada halangan mbok ya kasih kabar, klo ada kendala bilang kek, hari gini mau telpon sms atau line wa email rasanya sudah push notification ke hape semua. kalo gak tau ruang dosen, ya nanya. jangan nanya dengan orang, anda cari dan liat pake mata kepala sendiri dong. pekan setelah UAS ini pekan yang sibuk. saya sudah bela-belain ke kampus anda pikir saya tidak ada kerjaan lain apaa…. hadeh

kurang-kurang, anda pake acara ngaret pula…. 40 menit ngacangin saya. helooooo who do you think you are? saya sudah sebal tingkat dewa dan mau balik ke rumah aja. maka begitu yang ditunggu-tunggu menampakkan muka, terjadilah jatuh satu korban. saya ngomel-ngomel. untung hape butut ini gak sampe kelempar. untung meja gak sampe terbalik. saya meluapkan emosi, meluapkan harga diri yang tadi jatuh. saya marahi dia. ya daripada nyampe rumah kepala saya pusing nahan marah?

Eh eh terus dianya kok.. begitu.. matanya berkaca-kaca. kok dia nangis…. oh, Come on.  looking at her tears, it hurts my heart….. please don’t cry.  Saya marah, karena saya sayang. Alhasil saya sudahi acara ngomel, saya kasih lembar jawaban saya suruh kerjain ujiannya. terus dia bilang  “Bu, boleh pinjem pena?”

GUBRAK.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s