Kuncup yang Berusaha Keras Pun Akan Mekar

Ibaratnya air, sudah semestinya bahwa air diberi gula itu akan jadi manis. Kalo belum manis, bisa jadi gulanya kurang atau kita belum mengaduk gula hingga larut. Tidak ada ceritanya bahwa air yang dikasih gula tidak jadi manis. Pasti ujungnya manis, sudah hukum alamnya begitu.

beberapa hari yang lalu saya tergelitik dengan pesan WA yang dikirim teman sejawat juga dari program studi sebelah, isinya adalah sebuah screenshot pesan WA dari seorang oknum mahasiswa. Yang bersangkutan (mahasiswa) menceritakan bahwa nilai salah satu matakuliah yang diampu dosen lain berakhir buruk, dapat E, yang artinya dia tidak lulus matakuliah tersebut dan IPK dia turun drastis. Karenanya dia melobi teman saya ini untuk menaikkan nilainya di matakuliah yang teman saya ampu, baca sekali lagi: MENAIKKAN NILAINYA, yang semula C (nilai angka 61) biar jadi B. Obrolan dilanjut dengan teman saya ini mengirimkan sebuah screenshot lagi dari mahasiswa berbeda, yang ini kasusnya adalah nilainya B (nilai angka 80) dan ybs melobi biar bisa jadi A.

Dua hari setelah teman saya kirim-kirim begitu, ada seorang mahasiswa yang ngontak saya dan cerita kalo dia dapet nilai jelek di satu matakuliah dengan dosen lain (sebetulnya gak jelek-jelek amat karena dapet C itu masih kategori lulus dan gapapa kalo gak diperbaiki)  terus ybs bilang, kalo matakuliah yang saya ajar nilainya belum keluar, dan kalo misalnya nilai yg saya kasih nanti itu C atau B maka IPK dia tetap akan dibawah 3,00. ybs gak bilang minta perbaikan, ybs gak bilang minta dinaikin nilai, ybs cuma cerita begitu. doang. titik. Terus maksudnya apa? anda pikir saja ya sendiri. hehehe…

Mengamati fenomena ini, saya sebenernya miris-miris sebel gimana gitu. ternyata apa yang teman saya alami juga terjadi pada saya. Apa yang terjadi sebenernya pada kids zaman now ini? zaman saya dulu, untuk nanya Pak/Bu Dosen sedang ada dimana saja saya baca sms berulang ulang sebelum akhirnya pencet send dengan jari gemetaran.

Masalah ya kalo nilai buruk? masalah ya kalau IPK jatuh? ya kalo masalah maka jangan sampai dapat nilai buruk. gimana caranya, caranya adalah mahasiswa harus memperbaiki proses belajarnya.  Nilai adalah hasil dari pembelajaran selama satu semester. atau empat bulan. alias enam belas minggu. Maka sungguh mahasiswa punya waktu cukup untuk itu.  Nilai diraih dengan belajar berminggu-minggu, ada evaluasi yang kita lakukan (Tugas Harian, Kuis, UTS dan UAS, atau Tugas Besar), bukannya setelah nilai keluar terus malah lobi-lobi untuk perbaikan. pret lah ini.

perbaikan loh yaa…. masih mending. ini minta dinaikkan! zzzzzzz (-_-)”

yang lebih pret lagi adalah, mereka melobi untuk menaikkan nilai di matakuliah yg saya ampu (pada kasus teman saya, pada matakuliah yang teman saya ampu) untuk nutupin nilai jeleknya di matakuliah yang dosen lain ajarkan. Pret pret mah kalo ini. Double pret.  why don’t you kontak dosen yang mengajar matakuliah yg dapet jelek itu terus perbaikan dengan dosen tsb? kenapa malah ngontak saya untuk nampal bocormu ditempat lain, why? WHY? WHY??!

yang lebih miris lagi adalah…… ini terjadi dimana-mana.  tiga kasus yang saya singgung di atas itu mahasiswanya beda-beda loh…. artinya ini udah common alias biasa banget kali ya. tidak ada rasa segan dengan pengajar. tidak ada rasa malu untuk minta nilai bagus. nih saya kapital, GA ADA MALU MINTA NILAI BAGUS. nilai itu diusahakan masbro mbaksis.

kalo mungkin mereka-mereka ini ngontak saya dan temen saya karena kami dianggap dosen junior yang mungkin menurut mereka akan lebih negotiable. ya… kita gak ngasih nilai itu gratis ya. bukan juga kita jualan nilai. what you do, is what you get.  as simple as that. saya akui ada sedekah nilai, kalo mahasiswa nilainya 85,3 terus saya amati proses dikelasnya bagus maka saya gak ragu naikin nilai dia jadi 86.0 biar dapet A.  tapi kalo 61 dapet C terus mau minta jadi B nilai angka 76? hellowwww… 61 ke 76 itu 15 point dek.. 15 poin itu adalah hasil akhir beberapa komponen yang sudah diolah loh…. (25% dari tugas, 35% dari UTS dan 40% dari UAS) bukan 15 poin dari nilai mentah.  maka 61 ke 76 itu jauuuuh sekali. yang begini mau disedekahin, wakaf ini mah. hibah!

what I wanna tell is, nilai itu bukan segalanya. kita kuliah cari ilmu. kalo menurut anda-anda nilai bagus itu penting, maka bersikaplah dan berlakulah selayaknya nilai bagus itu penting: belajar rajin. kalo merasa diri ini odong, maka anda perlu belajar lebih keras dari rata-rata orang belajar.

PS. untuk mahasiswa yang merasa, I don’t get mad at you. I just bring up what happened to us yesterday as a learning for others.  cuz with you personally, I already told you what you should do. and we are clear with no problem. Tetap semangat, nilai bukan segalanya, kalo mau nilai bagus maka usahakan dengan cara yang baik dan benar.

Kalo katanya sodara saya, Nabilah JKT48, “usaha keras itu tak akan mengkhianati…”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s