Umroh Mandiri #2 Teknis Perjalanan

Hal selanjutnya yang menjadi concern saya adalah mempelajari bagaimana teknis umroh mandiri itu dilakukan.

Seperti yang kita tau term backpacker (orangnya) atau backpacking (kegiatannya) ini memiliki definisi melakukan perjalanan dengan hanya bermodal satu backpack doang. Otomatis barang bawaan akan disortir sedemikian rupa sehingga tersisa yang memang necessary aja, dan biaya akomodasi dipangkas seirit-iritnya (penginapan, transportasi, dsb). Perjalan backpacking pertama saya dan suami dulu adalah ke Jogja, Solo dan Semarang selama seminggu, dengan satu backpack dipundak masing-masing. Perjalanan ketiga kota ditempuh dengan kereta api kelas ekonomi, serta transportasi city tour dilakukan dengan cara sewa motor harian. Kami makan dipinggir jalan, nginep dihotel pinggir juga dan kelas melati. atau jangan-jangan tidak berkelas. wkwkw. it’s Ok sejauh itu nyaman, bersih, dan aman.  Itinerary juga disusun sendiri, tiket dan segala macam dipesan sendiri. hemat? banget! dan kita bisa liburan quality time tanpa guilty feeling sudah nguras tabungan hehe.

Nah, pertanyaannya adalah, dapatkah pola travelling seperti ini diterapkan juga untuk melakukan ibadah umroh?

Emang dasarnya tadi niat, saya jadinya sekalian juga beli beberapa buku bertema umroh backpacker untuk nambah wawasan. Dari apa yang saya baca, bahwa jamaah umroh asal Indonesia tidak bisa melakukan perjalan umroh yang betul-betul backpacker-an.

dalam prosesnya kita butuh ngurus visa umroh. dan regulasi pemerintah arab saudi sono, penerbitan visa tidak bisa diajukan oleh perseorangan, melainkan perseorangan tersebut haruslah berada dibawah naungan biro perjalanan. hal ini merupakan upaya preventif pemerintah arab saudi terhadap kemungkinan jamaah terlantar, nyasar, ujung-ujungnya jadi gembel disana. to make sure bahwa ada yang “bertanggung jawab” atas diri para jamaah ini makanya diharuskan setiap jemaah umroh dinaungi oleh biro perjalanan. dari sini kita simpulkan bahwa proses penerbitan visa ini saja tidak bisa dilakukan ala backpacker. kita perlu jasa pihak lain.  Maka, yang disebut umroh backpaker sebenarnya bukan backpacker betulan, tetaplah nanti pake koper, wkwk, nginep di hotel, transportasi dalam kota dengan bus premium, hanya saja, saya ulang ya, HANYA, kita memangkas biaya tour travel yang sebetulnya tidak necessary.  tiket kita booking dan bayar sendiri, koper angkut sendiri, dan biaya service lain-lain itu yang dipangkas. hemat? iya! masih jauh lebih hemat ketimbang gabung tour travel.

Sebagai perbandingan, biaya untuk Umroh 10 Hari pertama Ramadhan adalah 36 juta rupiah versi travel sebelah (kamarnya quad alias sekamar berempat). sedangkan yang dihabiskan saya dan suami tempo hari kurang lebih 21 juta rupiah / orang (kamar double, cuma isi dua orang) dengan rincian:

  1. Tiket Jakarta- Kuala Lumpur
  2. Tiket Kuala Lumpur – Madinah
  3. Tiket Jeddah – Jakarta
  4. Hotel di Kuala Lumpur
  5. Biaya Visa
  6. Biaya Koper
  7. Biaya Land Arrangement (akomodasi 9 hari di Saudi)

berapa yang berhasil kita hemat untuk perjalan berdua ini? 15 juta x 2 orang. Hemat 30 juta saudara-saudara! harga segitu  sebetulnya masih bisa dipangkas lagi, gimana caranya? caranya adalah saya dan suami nyari tiket Jakarta-KL yang mepet2 waktu departure KL-Madinah jadi kita bisa pangkas biaya hotel di KL.. dan kalo mau ngirit lagi bisa ambil kamar yang sekamar berempat… jadinya campur dengan jamaah lain. itu bisa cuma habis 17 juta loh saudara-saudara… masyaAllah luar biasa.  tapi kenapa kita akhirnya nyari hotel dan ambil kamar double alias sekamar berdua doang? bagian ini nanti ada ceritanya, hehehe.

Oke untuk teknis perjalanan, berikut ini step by step yang saya rangkum apa yang kita lakukan:

  1. Gabung dulu komunitasnya di social media. ada banyak banget ini mah… cari yg reliable ya! caranya gabung agak lama, pelajari dulu pola bisnisnya, siapa-siapa orang dibalik layar, dan pastinya cek portofolio keberangkatan yang pernah komunitas tersebut lakukan.
  2. Pantau jadwal open trip
  3. Pilih kloter yang sesuai jadwal dan budget kamu
  4. Issued tiket sesuai dengan yang sudah disepakati bersama (maskapai, rute, waktu)
  5. Gabung grup khusus kloter
  6. ikutin aja petunjuk dan arahan dari ketua grup (banyak ni rangkaiannya, ngumpulin syarat visa, terus kirim syarat visa (visa diurus kolektif ), terus visa yang dah jadi dikirim balik ke kita, kolektif manggil ustadz bagi yang merasa perlu manasik, koordinasi name tag segala macem, terus janjian spot ketemuan dimana, dsb)
  7. tiba hari keberangkatan, ketemuan sama temen-temen seperjalanan deh
  8. enjoy your trip!

dan apa syarat ikutan pola travelling seperti ini:

  1. Kamu kooperatif, punya kemauan. tentang biaya, kamu gak harus punya duit banyak untuk ikutan. Biaya di pola travelling seperti ini dikeluarkan dengan cara dicicil.. jadi terasa ringan. macem saya kemarin, bulan oktober saya bayar tiket, bulan april baru saya bayar LA. rentangnya lama.. kita punya banyak waktu untuk nabung lagi kurangnya berapa.
  2. Tidak malas membaca info yang beredar via grup.
  3. Kamu mandiri dan bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Karena perjalanan ini dilakukan tanpa tour travel maka tidak ada pihak yang akan melayani kebutuhan kamu. tidak ada tempat kamu komplain kalo terjadi hambatan dan masalah. semua dihadapi sendiri, masalah diselesaikan bersama, sesama jamaah saling jaga. dengan catatan: tidak ada tempat untuk traveller manja
  4. Kalo kamu kebetulan solo traveller, maka pastikan kamu tidak gaptek, dan berbadan sehat. susah nih kalo solo traveller tp gak paham teknologi, apa-apa gak paham terus gak mau belajar pula.. ditambah badan gak fit pula. ini bakal jadi beban orang banyak. Untuk jamaah lanjut usia sebaiknya didampingi keluarga.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s