Umroh Mandiri #4 Umroh Sambil Hamil

Januari 2018, Surprise! Test pack nunjukin ada dua garis! Allahuakbar…. campur aduk rasanya. senang sudah pasti karena ini adalah yang saya dan suami nantikan selama ini, tapi ada juga rasa takut karena trauma. Setelah dua minggu telat haid saya dan suami ke dokter kandungan dan alhamdulillah kantung kehamilan sudah tampak. saya betul positif hamil.

sampai sini kita berdua pulang dengan senang, tapi ad kegalauan dalam hati, gimana dengan rencana umroh bulan Mei nanti? apa kita refund aja tiketnya? orang tua juga pasti ngelarang ni hamil susah-susah terus mau jalan jauh? apa sehat nanti badan kita? apa aman? apa gakpapa?

yang jadi opsi saya dan suami tempo hari adalah,

  1. refund tiket, undur keberangkatan.
  2. refund tiket saya aja, suami tetap berangkat.
  3. tetap berangkat apapun yang terjadi
  4. tetap berangkat dengan banyak penyesuaian

maka setelah berminggu-minggu dalam kegalauan, saya dan suami memutuskan untuk ambil opsi keempat. kami akan tetap berangkat… hanya saja dengan banyak penyesuaian.

Kami sempet mikir untuk keluar dari grup umroh awal ramadhan dan mencoba ikutan travel aja dengan modal tiket yang udah ditangan… caranya adalah nyari  open trip awal ramadhan yang hari keberangkatannya sama…. terus membujuk ke biro perjalanan untuk bisa gabung dengan mereka tapi dengan kondisi kami berdua yang sudah issued tiket sendiri. tapi emang ada gitu biro perjalanan yang mau ngangkut kita berdua? bukannya keuntungan mereka itu justru banyak dari tiket ini? rugi dong mereka?

ditimbang-timbang, dipikir-pikir, ada sih beberapa kenalan biro perjalanan umroh yang kenal karena jasanya pernah kita pake, tapi kok mau ngomong ya malu.. malah takut merusak relasi selama ini. wkwkwk. terus lama aja berhari-hari sama suami saling suruh untuk ngontak travelnya duluan.

sampai tiba saatnya kita kontrol lagi kedokter kandungan, suami nanya sama dokternya, S: Suami, D: Dokter.

S: dok, kita berdua mau umroh….

D: berangkatlah… (jawabnya spontan tanpa mikir)

S: Gapapa dok?

D: Berangkatnya kapan? (baru deh dia mikir)

S: masih Mei nanti sih dok

D: oooh ya gapapa, berangkatlah…

terus saya mikir, Mei nanti usia kandungan saya kurang lebih 21-22 minggu.  betul juga ya kondisi yang sangat pas untuk melakukan perjalanan agak jauh. kandungan sudah kuat, ibu sudah gak mual lagi. kalo Allah mau bisa saja saya dikasih hamilnya pas Mei kan? jadi berangkat pas hamil muda banget. atau bisa aja Allah kasih hamilnya pas baru mau issued tiket yang malah bikin kami gak jadi issued tiket. kenapa Allah kasih hamil setelah tiket dibeli? kenapa positif hamilnya bulan Januari? mungkinkan ini adalah Izin Allah untuk saya bisa tetap berangkat umroh tanpa membahayakan kehamilan?

langsung mengalir air mata… duhai Allah… Engkau Maha Baik….

dan suami saya punya pikiran yang sama. kata suami saya, kehamilan ini adalah jawaban atas doa kami… ketika kami baru berniat saja mau umroh untuk berdoa khusus minta keturunan, tapi Allah sudah memberi bahkan sebelum kami minta. Lantas pantaskah kami membatalkan rencana berkunjung ke Baitullah, bukankah kami seharusnya lebih banyak mengucap syukur atas anugerah yang sudah Allah beri?

maka kami berdua jadikan perjalanan ini sebagai nazar yang harus kami tunaikan…. bismillah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s