Umroh Mandiri #5 Tips Umroh Saat Hamil

Bepergian naik pesawat selama hamil adalah totally aman, dengan catatan ibu dan janin yang dikandung sehat. dalam posting kali ini saya akan berbagi pengalaman, tips dan trik untuk yang akan berangkat umroh saat hamil.

  1. Berangkatlah di waktu yang tepat.  waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan jauh saat hamil adalah dalam rentang trimester kedua. bulan ke 4 sampai 6. pada masa ini kandungan sudah cukup kuat, dan ibu hamil sudah cukup terbebas dari gejala morning sickness yang  menyebalkan. Alhamdulillah perjalanan umroh kemarin bertepatan dengan usia kandungan 21 minggu, dan kondisi saya dan janin alhamdulillah sehat
  2. Siapkan Obat penguat kandungan. kendati perjalanan ini dilakukan pada usia kandungan sudah cukup mapan, obsgyn saya tetap merekomendasikan saya untuk mengkonsumsi obat penguat kandungan sepanjang saya melakukan perjalanan. selain obat penguat kandungan, dokter juga meresepkan obat pereda kontraksi yang harus saya minum sewaktu-waktu saya merasa perut saya kencang.
  3. Siapkan surat keterangan sehat. Maskapai penerbangan di Indonesia punya syarat khusus untuk ibu hamil yang hendak berpergian dengan pesawat udara. kebanyakan maskapai memiliki aturan ibu hamil yang diperbolehkan terbang adalah yang usia kehamilannya kurang dari 32 minggu. Tidak jarang kita sebagai penumpang akan ditanyai dan diminta surat keterangan dokter yang menyatakan bahwa usi akandungan kita < 32 minggu dan ibu dalam kondisi sehat dan layak untuk terbang.  Saya juga menyiapkan fotocopy surat keterangan sehat ini, in case saya butuh surat keterangan lebih dari satu mengingat penerbangan kali ini multiple cities. Nah yang mengherankan adalah, bandar udara luar negeri tidak sesaklek bandara Indonesia perihal surat keterangan sehat bagi ibu hamil ini. dari KLIA2, KLIA1, King Abd Aziz In’t Airport, kayanya saya perut mblendung lewat-lewat aja tuh gak ada yang banyak tanya. sampe di SHIA dan SMB-II langsung deh muncul lagi pertanyaan, “ibu sedang hamil??”
  4. Banyak minum air putih. perjalanan udara membuat tubuh kita lebih mudah dehidrasi. apalagi bagi ibu hamil, asupan air harus lebih banyak dari orang normal. dokter saya menyarankan saya untuk konsumsi air putih paling sedikit 3 liter per hari. Untuk perjalanan jarak jauh macam KL-Madinah, waktu tempuh kurang lebih sembilan jam, dan pastikan selama di pesawat kita harus minum banyak. Karena membawa air bervolume lebih dari 100ml ke dalam kabin pesawat itu dilarang, saya menyiasatinya dengan membawa sebuah botol kosong.  Beberapa saat setelah take-off, kita bisa hubungi cabin crew untuk minta botolnya di refill air mineral. kalo habis, boleh minta lagi. hehe.. sesampainya di tanah suci tetap ingat untuk memastikan bahwa asupan cairan kita selalu cukup. mintalah tolong kepada suami, atau rekan perjalan untuk mengingatkan kita supaya minum yang banyak.
  5. Pilih seat yang tepat di pesawat. Menurut pengalaman saya, seat yang tepat untuk ibu hamil adalah seat yang berada di gang, dan tidak begitu jauh dari toilet. karena kita minum banyak air, kebutuhan untuk mengunjungi toilet bakal lebih sering. that’s why kita perlu tempat dipinggir gang biar gak ganggu orang lain kalo pas kita butuh wara-wiri ke toilet. dan sebaiknya, tempat duduk kita tidak begitu jauh dari toilet.. tapi jangan terlalu dekat juga. Penumpang pesawat itu macam-macam. pengalaman saya umroh tahun 2013, saat itu kita naik maskapai Emirates, Jakarta-Jeddah, transit di Dubai. guess what? penumpangnya jorokkk sekali. campur aduk dari india, pakistan, orang-orang timur tengah, orang asia, dan tidak semua penumpang berasal dari kelas atas yang sudah biasa naik pesawat, dan tidak semua penumpang punya edukasi yang baik tentang sanitasi di toilet pesawat. banyak bahkan yang gak ngerti cara pakai toiletnya, gak ngerti cara flush toilet, bahkan gak ngerti gimana cara ngunci pintunya.  so sad but true, seorang jamaah cerita kalo dia mergokin nenek-nenek buang hajat ditoilet dengan pintu terbuka karena dia gak paham cara ngunci pintu toiletnya. kalo nih, ketiban sial dapet yang seperti ini, maka duduk di seat yang terlalu dekat dengan toilet bau pesing selama sembilan jam perjalanan adalah sebuah kutukan. hehehe.
  6. Jalan-jalan di dalam pesawat. ibu hamil kakinya akan mudah bengkak. badannya mudah pegal, dokter saya menyarankan untuk setidaknya berdiri lima menit setelah kita duduk satu jam. kebanyakan duduk akan bikin kaki bengkak.
  7. Gunakan stocking khusus selama terbang. bisa dibeli di toko alat kesehatan, namanya stocking untuk orang parises. ibu hamil bisa pake itu untuk mencegah terjadinya kaki bengkak.
  8. Gunakan alas kaki yang tidak sempit atau sepatu/sendal yang terbuka. karena kemungkinan kaki yang akan bengkak, disarankan tidak mengenakan sepatu yang ngepas di kaki. lebih baik sendal yang terbuka aja, atau oversized sepatu juga boleh. kalo misalnya pas kaki kita bengkak… begitu landing sepatu yang semula muat itu akan jadi kesempitan. ga mau dong nyeker di bandara di negeri orang? atas udah cantik, bawahnya nyeker. wkwkwk. sampai di tanah suci sebernya sepatu sempit ini bisa disiasati dengan beli sepatu baru wkwkwkw…
  9. Bawa bantal sendiri. perjalanan jauh si biasanya dipesawat disedian bantal dan selimut yang bisa dipakai, tapi kalo saya kemarin, saya siapin bantal boneka super empuk untuk ganjel pinggang dan punggung. trust me 9 jam cukup melelahkan dan bikin punggung pegal.. bantal untuk ganjel pinggang akan sangat membantu.
  10. Gunakan Wheel Chair. Selama beribadah umroh, saya menggunakan kursi roda. kursi roda ini bisa diperoleh dengan menyewa, banyak sekali jasa sewa kursi roda di masjidil harom. bisa menyewa jasa kursi roda via mutawwif juga, karena mereka biasanya dengan senang hati menyediakan. pasaran biaya kursi roda plus jasa dorong adalah sekitar 200 SAR… kalo pas peak season macam bulan puasa bisa 300 SAR untuk sekali rangkaian umroh (tawaf + sai). Alhamdulillah, hotel tempat kami menginap menyediakan jasa kursi roda ini gratis. kursinya doang sih tanpa jasa dorong. tapi itu sudah lebih dari cukup.. dan suami saya kebagian tugas dorong-dorong saya pas tawaf dan sai. hehe
  11. Jangan Memaksakan diri. yang tau kondisi badan kita adalah kita sendiri. ibu hamil perlu istirahat ekstra dan tidak boleh terlalu capek. begitu badan anda pegal, istirahat. capek jalan, stop dulu terus duduk istirahat. karena gembira ibu hamil banyak yang lupa kalo dia sedang hamil.. jadi gesit aja bawaan pengen kesana sini. pokoknya gapapa hidup slow motion banget asal ibu dan janin tetap sehat.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s