Mahal Tapi Setimpal

Laptop saya pake Windows 10 original yang diperoleh bundling dari Asus. setelah kira-kira 6 bulan pemakaian, office selalu muncul notifikasi kalo software butuh aktivasi. setelah proses akivasi saya skip terus akhirnya office di laptop ini resmi tidak bisa digunakan untuk edit. dia cuma bisa dipake untuk view doang. dan apalah artinya software pengolah kata yang tidak bisa mengolah kata? useless!

Pernah saya mencoba install office bajakan, tapi it doesn’t work. jadi beralihlah saya ke beberapa software office opensource yang tersedia bebas, sebutlah WPS, Libre Office, dan Open Office. ketiganya bisa dipake, tapi emang fiturnya tidak sehandal Microsoft Office terutama untuk grafik, smart art, dsb. Tapi okelah sampai sejauh beberapa bulan saya cukup bisa survive dengan segala kelebihan dan kekurangan dari tiga software office open source tersebut.

Sampai akhirnya, beberapa minggu terakhir saya disibukkan dengan kegiatan akreditasi jurusan yang cukup menyita pikiran sih karena kebetulan bagian yang saya kerjakan adalah yang menyangkut data mentah yang harus diolah sedemikian rupa dengan scoring menggunakan rumus-rumus. Ada beberapa file yang harus saya lengkapi untuk akhirnya di compile dengan pekerjaan dari teman-teman saya lainnya. Karena file akhir yang harus dikompilasikan dengan pekerjaan teman saya yang lain, maka otomatis format file dan template yang digunakan harus sama, margin, spasi dsb.  Ternyata, disini baru muncul masalah.. Proses menyatukan files ini tidak semudah yang kita pikir seperti tinggal cut+paste saja. Karena masing-masing orang menggunakan software pengolah kata yang berbeda, format penulisan yang sudah diatur sedemikian rupa sering tidak konsisten begitu file tersebut dibuka dengan software lain.  Akhirnya ini jadi PR bagi koordinator akreditasi yang menyamakan kembali format files tersebut.

Satu yang saya amati adalah beberapa teman saya juga mengalami nasib serupa dengan saya. dan teman-teman saya juga beralih ke office opensource. kalo gak WPS, biasanya Libre. mungkin ini adalah imbas dari windows ori yang dipakai.. kebanyakan laptop sekarang sudah bundling dengan OS original. langkah yang smart menurut saya. akhirnya kita digiring untuk membeli office original juga.

Akreditasi usai sudah, tapi bukan berarti urusan saya dengan per-office-an ini selesai. ada beberapa laporan yang menunggu untuk saya kerjakan, ada bahan ajar yang menunggu untuk saya rapikan, dan untuk itu semua saya butuh perangkat yang reliable, dan user friendly dengan smartchart yang banyak pilihan dan saya sudah biasa pakai.. ah andai ms office bisa digunakan.. hiks.

Saya udah nanya ke ICT kampus tentang program kerjasama Microsoft dengan kampus. karena setahu saya biasanya kampus-kampus punya kerjasama  software gratisan gitu. tapi so sad ternyata kampus saya blm ada kerjasama tentang itu. seinget saya dulu ada deh pas saya S1. ini kok makin kesini kenapa ilang program tersebut. sedih banget sih ya… saya nyobain untuk register Office 365 yang untuk education…. karena murah bisa dapet dg harga 999ribu untuk 4 tahun.  atau bisa pake versi online secara gratiss dengan syarat kita terdaftar sebagai civitas akdemika dari kampus yang punya kerjasama dengan Microsoft. Saya berhasil dapat previlege sebagai student (modal email kampus pas S2) tapi gak bisa dikibulin juga sih… program tersebut tidak berlaku untuk alumni..  😛

Akhirnya, karena alasan efisiensi dan setelah melalui tahap pertimbangan cukup alot, maka saya memutuskan untuk beli microsoft office original untuk pertama kali dalam hidup saya.  achivement unlock!!! hahaha.  yah ditimbang-timbang, saya emang cari makan pake software ini kan ya… mau ngajar, mau meneliti, mau mengabdi, tetap ada sangkutannya ke office ini. mungkin hikmah yang bisa saya ambil adalah sudah saatnya saya memperhatikan yang kecil tapi penting begini, betapa kita harus menjaga rezeki kita hanya dari jalan halal dan toyyib. say no to bajakan 😀 minimal mulai mencoba untuk mengurangi. yakinlah, biar mahal, tapi yang kita dapat setimpal.

Advertisements

There is A Will, There is A Way

I didn’t tell much people about my plan to go to Mecca past couple months. and this girl, Meylani, was one of those I told. The day before my departure she texted me about her wishes, and asked me If I would to read her wishes at Multazam. there are two main subjects included her study plan… 🙂

I remember her wishes during my tawaf. and I asked Him Who Hear All Prayers to make it true.. I expect nothing but may Allah bless my friend. She has been a nice girl, and these wishes what she has dreamt since long time ago.

Last night, she informed me that the scholarship finally hers! and the study will start on 20th of August. I can feel the excitement in her tone, and a little bit nervous actually.. she couldn’t belief.. her dream comes true. Then we talk about the necesarry stuff she couldn’t miss to bring, things she should prepare ASAP, and many more.

Some warmness heat my heart, flow in my vein and make my eyes are about to shed a tears. oh What happy I am for you dear. Congratulation for the achievement!