Cinta Satu Malam – Afgan

youtube youtube youtube… post saya akhir akhir ini ttg youtube aja ūüôā dankedepan mungkin juga masih tentang youtube. gapapa lah ya. btw banyak banget yang kita bisa temukan di youtube ya, seperti yg satu ini..

beberapa waktu lalu, udah lumayan lama juga. teman2 SMA saya heboh sama Cinta Satu Malam versi Afgan yang katanya keren abis. saya yang bukan seorang penyuka televisi kecewa karena ga sempet liat, tapi ternyata sekali lagi saya harus bilang “Oh thanks God you give Youtube to me.” ada aja orang yang upload videonya! hahaha! check it out!

keren banget yaaaa????? jadi ngejazz gitu… beneran deh ternyata penyanyi dan aransemen berpengaruh banget thd citra lagu. begitu Afgan yang nyanyi.. kesan alay berubah keren. dari ajep-ajep jadi ajiiiiiib~ hehehehe. I love Afgan. Fakta membuktikan kalo ‘pelaku’ mempengaruhi tingkat ‘kealayan’ suatu tindakan. wahahaaha…

 

Advertisements

Traalala~ Selamat Hari Lingkungan Hidup Ya……

“Selamat Hari Lingkungan Hiduuup…!! Bu, Pak, Kami dari Ikatan Bujang Gadis Kampus Sumatera Selatan, mengajak masyarakat palembang untuk terus mencintai dan melestarikan lingkungan, ini ada saputangan yang bisa digunakan sebagai upaya meminimalisasi penggunaan tissue, silahkan diambil Pak, Bu, gratis kok. Permen dan stikernya juga yaa… jangan lupa ditempel, biar kita ingat terus sama lingkungan…¬† Terimakasih ya, Pak, Bu. Selamat Hari Lingkungan Hiduuup…!! “
“Bumi kita sekarat! terdengar menyedihkan, tapi itu sungguhan!” Semboyan itu kemarin terasa lengket sekali di kuping saya, pun serentet kata-kata diatas. IBGK tepat pas peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, tanggal 5 Juni kemarin mengadakan sebuah acaray yang specta! ahaha~¬† IBGK GOES GREEN, GREEN GENERATION START HERE! …………Ceritanya kami ngumpulin dana lewat daur ulang barang bekas dan sumbangsih uang seikhlasnya, partisipasi lebih dari 1000 pemuda di kota Palembang. Uang yang terkumpul dijadiin modal untuk beli bikin saputangan, ni maksudnya untuk sosialisasi pengurangan penggunaan kertas tissue yang notabenenya dibikin dari pulp alias bubur kayu yang asalnya dari pohon (kedengeran ribet! haha). Puncaknya setalah bagi2 saputangan, stiker dan flyer, kita longmars dari charitas sampe bundaran air mancur…. hohoo~
FYI, satu pohon menyumbang oksigen untuk 8 orang loh, @0,5kg/orang. nah buat numbuhin pohon biar gede kan butuh waktu lama tuh, kesian pohon nya ditebangin mulu, mending pake saputangan aja yaaa… biar pohon pohon kita tetap lestari.. Okay, saya ga akan bicara panjang lebar lagi, saatnya berbagi fotofotofoto… hohoo.. lets cekidot beybehh! ^^¬†
ket.foto
1. Start dari Dinas Pendidikan Prov.Sumsel Jl.Kpt.A.Rivai no.47
2. Simpang Charitas, bagiin Flyer, Stiker, Permen dan Saputangan
3. Longmars,(bener kagak ni tulisan? hehue), simpang cinde
4. Longmars, shooted from jembatan pusri Jl.Jend.Sudirman
5. Finish di Bundaran Air Mancur, Masjid Agung Palembang
6. Singgah ke Hexagon, take a rest for a while (itu apaa coba, kak Ardi kenapa kepalanya? hehue)
7. When I in BAM foto diapit dua bujang (kak Tyan dan kak Bona), 
baru menyadari actually I LOVE THIS CITY, SO MUCH….!!

My Name is Khan

Posting kali ni kita bahas film yaa.. Ada film baru,  judulnya My Name is Khan, film ini mengangkat tema kehidupan muslim di Amerika yang mendapat perlakuan  tidak adil pasca tragedi 11 September yang meruntuhkan gedung kembar.

Film dimulai saat seorang anak, Rizwan Khan (Tanay Chheda), seorang muslim yang mengidap sindrom Asperger, hidup bersama ibunya (Zarina Wahab) di wilayah Borivali di Mumbai. Saat ia dewasa Rizwan yang diperankan oleh Shah Rukh Khan pindah ke San Fransisco dan hidup bersama adik dan iparnya. Selama disana, ia jatuh cinta kepada Mandira kajol. Mereka menikah dan memulai usaha. Setelah peristiwa 9/11, Rizwan dan Mandira mulai menghadapi beberapa kesulitan. Dimulai dari sebuah tragedi, mereka berpisah. Ingin kembali memenangkan hati istrinya, Rizwan melewati sejumlah petualangan diberbagai negara bagian di Amerika.

Selain menuai sukses, dari beberapa artikel yg saya baca ternyata My Name is Khan juga menuai kotroversi. Di Mumbai, India, My Name is Khan sempat mendapat protes dari ekstrimis Hindu. Pada 12 Februari, sejumlah pendemo menurunkan poster dan melempari bioskop yang memutar film tersebut. Kaum ekstrimis Hindu memboikot film tersebut bukan karena ceritanya menyinggung SARA, tapi mereka kecewa dengan sang bintang utama, Shah Rukh Khan yang memiliki sebuah klub kriket mengungkapkan kalau dirinya kurang setuju kalau pemain kriket Pakistan dilarang untuk bermain di liga India.

Pengen nontooon… penasaran banget… kenapa? ya karena selain udah liat trailer keren nya di¬† web resmi 21, ato bole juta tuh liat yg versi you tube diatas. Nah denger2 ni film berhasil mencetak rekor film terlaris di India, Eropa, & Canada. Di Amerika sendiri terjual 12 juta tiket dalam htungan 5 detik dengan US$1,86 juta pada box office di minggu pertamanya!!¬†DON’T MISS IT lah pokoknya, musti nonton! ^ ,^

Give Them U’r Coins

Tersebutlah Koin untuk Prita, berawal dari Seorang Ibu bernama Prita Mulyasari yang ‘berseteru’ dengan suatu rumah sakit perihal pencemaran nama baik yang telah dilakukan Prita melalui curhat nya di milis. Ibu Prita sempat ditahan dan diharuskan membayar ganti rugi sebesar 210 juta rupiah. Hal ini langsung diprotes banyak pihak. Saya setuju dengan protes ini, logikanya gini “Konsumen bicara, kok malah masuk penjara?”. Koin Untuk Prita, adalah sebuah wadah yang menampung koin-koin sumbangan masyarakat untuk meringankan beban Prita. Mengejutkan, angka yang terkumpul dari penggalangan dana ini diluar dugaan. 600 juta lebih! Penggalangan dana yang lagi santer terdengar sekarang ialah Koin Cinta Bilqis. Bilqis Anindya Passa, seorang gadis kecil¬† penderita Atresia Bilier berumur 17 bulan, akibat dari saluran empedu bilqis tidak terbentuk sempurna. Untuk transplantasi hati, dana yang diperlukan tidak sedikit : 1 Milyar rupiah. Koin Cinta Bilqis ternyata mendapat respon masyarakat yang lebih spektakuler, 1,3 Milyar Rupiah berhasil terkumpul¬† dalam waktu kurang dari 1 bulan saja.
Satu lagi penggalangan dana yang terbilang cukup unik karena sebetulnya berawal dari peristiwa pencurian.  Penggalangan dana ini digawangi komunitas forum online terbesar di indonesia, kaskus. Mbah Miswan adalah seorang penarik beca, suatu pagi  klo ga salah 4 Februari 2010 kemarin, Mbah Miswan dengan beca nya pergi kepasar sejauh 15km untuk mengangkut sayur mayur. Saat ia menurunkan barang-barang nya di pasar, seketika beca Mbah Miswan hilang dicuri orang. Mbah yang kala itu tidak punya uang sepeserpun tidak berani pulang, ia mengaku takut titanya juragan yang punya beca.  Dalam waktu kurang lebih 4 hari, uang yang terkumpul untuk si Mbah berjumlah 24 juta rupiah. Rencananya, uang ini akan digunakan untuk memesan beca baru untuk si Mbah, dan modal jualan nasi rames untuk istrinya si Mbah, selebihnya digunakan untuk biaya kesehatan si Mbah yang memang sudah uzur. Mengharukan bagi saya, selengkapnya  mengenai Mbah Miswan bisa teman teman baca disini.
Saya yakin, semua pun akan sepakat jika saya bilang penggalangan dana adalah salah satu wujud kepedulian sosial. telah menjadi akrab di telinga kita mulai Koin Untuk Prita, Koin Cinta Bilqis, sampai yang terbaru (kaskuser pasti tau), Receh Untuk Mbah Miswan. Sebetulnya ada beberapa lagi penggalangan¬† koin dana serupa, tapi ga bisa saja ulas semuanya di sini.¬† Kegiatan penggalangan dana seperti itu tampaknya makin mudah ditemui, mungkin karena masyarakat Indonesia telah mulai tergugah hatinya untuk lebih peduli pada sesama. Yang jelas saya angkat topi pada jiwa sosial dan kreativitas dibalik itu semua…

Ngisi Liburan (part 1)

Saya adalah salah satu dari beribu orang yang berpendapat bahwa merantau itu seru. Sebelumnya, sempat terpikir kalau kuliah di unsri *kandang sendiri* itu ga asik banget, ga seru banget. Saat itu saya pikir alangkah malangnya saya, di saat teman teman saya belajar beradaptasi dengan lingkungan dan masyarakat yang baru nun jauh disana dan berkutat dengan pengalaman dan tempat-tempat yang asik untuk ‘dijelajahi’, disini saya justru terpenjara dalam rutinitas menjemukan. Menjadi mahasiswi yang mesti kuliah di kampus yang terpisah jarak 32 kilometer dari pusat kota Palembang (tu berarti kurang lebih 42 kilometer dari rumah orang tua saya, di barat daya kota ini) bukan suatu kegiatan mengasyikkan, sepanjang perjalan kita hanya disuguhi pemandangan hutan, semak, rawa, sawah dan sungai. sekali dua kali, ya cukup seru. tapi jika setiap hari? yang hadir justru jemu. tapi sekarang, setelah satu setengah tahun menjadi mahasiswi, saya rasa kuliah di kota sendiri bukan pilihan yang buruk. Positifnya saya ga perlu pusing berhadapan dengan yang namanya homesick, ga perlu ribet mikirin pulang kampung. Dan yang penting, disini ada banyak hal positif yang bisa saya lakukan bersama teman2 ‘senasib’, hal2 yang¬† berkontribusi besar dalam membuat masa muda saya lebih berarti dan ‘berisi’.hehehe..
Kemarin 17 Januari 2010, saya dan beberapa teman-teman berkunjung lagi ke panti asuhan tempatnya 9olden9en bakti sosial Ramadhan kemarin.. Semuanya berawal dari short message service yang dikirim ibu pengurusnya ke hp temen saya. “mengharapkan bantuan sembako”. kurang lebih inti pesannya begitu. Saya bangga punya temen-temen yang sigap, cepat tanggap, dan cermat. Secara dadakan kita semua berinisiatif untuk ngumpulin duit dan barang yang masih pantas untuk disumbangkan. Uang pun terkumpul sekitar tigaratus ribuan, sekejap lantas lami sulap jadi sekarung beras, 2 kilo minyak, 2 kilo gula, 2 kaleng ikan kalengan, 1 botol kecap, 2 bungkus abon sapi, 2 kardus mie instant, 2 kaleng susu, 1 bungkus biskuit crakers kacang, 1 kaleng chocolate stick. dan apa lagi saya lupa. ada juga berpuluh potong baju bekas yang terkumpul dan beberapa pasang sepatu second yang layak pakai. Semuanya langsung dianter ke panti asuhan hari itu juga. Saya nulis ini bukan riya ato pengen pujian. Ini gambaran bagi kita semua para generasi muda, kalau sesungguhnya kita bisa mengisi hidup kita dengan hal2 bermanfaat. kita bisa saling membantu sesama dengan hal2 kecil, seperti yang telah kami lakukan disini.
*Adalah sesuatu yang khas dari bakti sosial kepanti asuhan :
Degup jantung yang mengencang saat kau lihat anak-anak itu menanti kedatangan mu di ujung lorong. Mata mereka penuh harap, bibir nya menyungging senyum. Kemudian akan ada rasa haru saat anak-anak itu menyambut dengan cara mereka : berebut mencium tanganmu lalu mengucapkan terimakasih karena kamu peduli pada mereka.¬† Mata nya yang menatap nanar pada kantong2 dan kardus2 yang kami bawa,¬† seakan bicara “apa isinya? apakah suatu hadiah untukku?” menjadi suatu pemandangan yang pasti akan kau dapatkan. Dan saat mereka tau apa isinya, saat tercipta satu senyum dari bibirnya dan kau ikut tersenyum, maka saat itu kau akan pahami nikmatnya berbagi.
ada beberapa foto yang sebetulnya bisa saya share, ASAP posting ini akan saya update.

Puisi Dari Sang Pecinta

Sempat ku lihat senyum itu.

Sebuah senyum Yg tak kau sembunyikan keindahannya dari dunia.

Mata yang indah .
Meski tak lama ku menatapnya.
Wajah yg oriental meski kau bukan gadis cina..
Poni rata dan kuncir kuda.
Hah..
Reda hujan sore itu.
Kau pun branjak pergi meninggalkan aku dan rasa ingintahu ku …
Ingin engkau ku kejar.
Tapi tidak hari ini.
Tidag juga esok ataun pun lusa.
Tp segera.
Tak sempat ku kenal dirimu.
Hai nona bersepatu merah jambu..

Terkisah seorang teman yang jatuh cinta, cinta yang unik dengan gadis yang melulu pengguna behel, entah apa istimewanya gadis berbehel dimata dia. percaya ga percaya ya yang jelas memang begitulah kenyataannya. Cinta miliknya selalu hinggap pada gadis berbehel. Seperti sekarang, ia sedang jatuh cinta dan ngebikin bikin puisi seperti ini untuk kemudian di post di blog nya. Puisi yang bagus menurut saya, sebuah rangkai indah dalam penuturan yang jujur (jauh dari ambigu dan konotasi berlebih seperti puisi puisi lain yang terkadang bikin saya eneg duluan). Inilah bukti, ternyata cinta emang gila ya, penampilan sedikit horror dan pribadi urakan bisa sekejap disulap menjadi ‘merah jambu’ hay hay.. memang katanya dari dulu begitulah cinta. hahaha… ūüėÄ

Mahakarya Warisan Budaya Manusia

kemarin, 2 oktober, kampus serasa gedung kondangan! hahaha mahasiswa nya pada pake batik soalnya.. sepertinya emng semua bersuka cita atas dicanangkannya batik indonesia sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Tapi yang disesalkan saya sendiri justru ga pake batik.. eiit bukan berarti ga cinta batik ya! batik yang saya punya ukurannya kebesaran… (jadi malu) nih badan tenggelem gitu klo pake baju batiknya.. huhuhu T_T
Batik, berasal dari bahasa Jawa “amba” yang berarti menulis dan “nitik”. Kata batik sendiri meruju pada teknik pembuatan corak – menggunakan canting atau cap – dan pencelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna corak “malam” (wax) yang diaplikasikan di atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna.
Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencarian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Batik cap teknik pembuatan batik dengan cara menge-cap dengan menggunakan cetakan khusus (biasanya berbahan tembaga) ini memungkinkan pengerjaan kain batik menjadi jauh lebih cepat, hanya memakan waktu 2-3 hari, amat singkat jika dibandingkan dengan pengerjaan batik tulis yang memakan waktu 2-3 bulan lamanya.
Masyarakat indonesia memakai batik pada acara-acara formal, pernikahan atau upacara adat lainnya, ini menandakan adanya nilai sakral dari pemakaian batik, batik itu istimewa bukan sekedar pakaian biasa. Sampai saat ini, bahkan ada pola batik yang yang hanya dipakai oleh keluarga kerajaan di keraton Yogyakarta maupun Surakarta. Sebenarnya, batik pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB. Namun UNESCO baru menunjuk batik Indonesia sebagai mahakarya warisan budaya manusia pada 2 Oktober 2009. Harapan kita sih untuk kedepan bukan cuma batik yang jadi warisan budaya dunia, Indonesia punya banyak sekali budaya yang unik dan indah, yg sepatutnya kita lestarikan…

Buka Bersama

Hei ho, akhirnya menulis lagi, masih kelanjutan posting sebelumnya nih, selain Bakti Sosial rangkaian acara yang diadakan keluarga besar angkatan 9 adalah buka bersama seperti biasa. Tahun ini BuBar diadain di Kolonial Cafe di seputaran KI Palembang, tempatnya terbuka, jadi tema acara lebih terkesan sebagai pesta kebun. Acaranya di mulai pukul 16.00 setelah Bakti Sosial selesai..
Sebenernya ga ada yang spesial dengan bubar tahun ini, karena emang yang di tonjolkan adalah Bakti Sosialnya. heheu. Ga mau dong buka bersama kita kerjanya cuma makan doang? nah rencananya Buka bersama akan di isi dengan acara akustikan bareng, tapi gagal karena ada kesalahan komunikasi antara PJ Perlengkapan dg PJ Humas, yup masalah sepele sih : sound system. wakakak. ada something yang tertinggal jadi ya terpaksa dengan berat hati akustikan barengnya tahun ini di tiadakan. Untungnya satu microphone yang berfungsi dengan baik berhasil menyelamatkan acara (thx banget Saga dan Agung atas game teka-tekinya ^.^)

Kangen kangenan! itu sih aca ra wajib yang musti ada.. hehehe. tapi untuk hal yang satu ini keknya tanpa ada koordinasi sebelumnya juga bakal terselenggara dengan alami.heheu. Oia, Kolonial Cafe ternyata menyediakan berbagai permainan gratis yang bisa dipinjem oleh pengunjung Cafe, ada monopoli, ular tangga, kartu bridge, gaplek, catur dll.. Saya sempet ikutan maen gaplek sama temen-temen, sebenernya pengen nyobain main set sot, tapi semenjak kejadian sekitar 5 tahun lalu saya sedikit anti dengan kartu remi. Huhuhu..

Bakti Sosial

Ramadhan kali ini Angkatan Sembilan udah ngadain suatu acara yang dirasakan lebih bermanfaat dibandingkan sekedar buka bersama biasa, ide dari teman teman akhirnya di sepakatin klo kita ngadain bakti sosial ke panti asuhan. Penyelenggaraan baksos nya di satu hari yang sama dengan penyelenggaraan buka bareng, jadi masih satu rangkaian acara meskipun di selenggarakan di dua tempat yang berbeda.
Ceritanya, temen temen yang kepengen ikutan ke panti asuhan kumpul di almamater pukul 14.00, untuk kemuadian konvoi ke panti asuhannya. barang-barang yang terkumpul adalah barang-barang dari temen temen seangkatan juga, ada barang layak pakai, seperti alat tulis, pakaian, buku bacaan, ada juga sembako macam beras, minyak goreng, sirup, mie instan, dan otomatis ada sumbangan uang. Hehehe. dan inilah kontribusi saya, bukan suatu yang berharga, tapi saya harap bisa memberi hiburan dan pengetahuan adek adek disana: Setumpuk Majalah Bobo. Heheu, ada banyak majalah bobo dirumah dengan kondisi yang masih (sangat) baik. ^.^

sesampai di panti asuhan kita langsung disambut sama anak anak disana, campur aduk perasaan yang timbul, yang jelas ada haru di hati kami semua, senang sekali bisa berbagi dengan sesama yang membutuhkan. Ada acara semiformal untuk serah terima barang-barang sumbangan, sekapur sirih dari ibu pengurus panti, dan Abdul Hafiz, teman seangkatan yang ditunjuk jadi ketua panitia penyelenggara rangkaian acara Baksos-Bubar Angkatan Sembilan.

Untuk simbolis, si hafiz memakaikan jilbab ke anggota panti yang paling kecil, rencananya sih sekalian di pakein sama baju lebarannya, cuma si vira rewel malah sempet nangis gitu, jadi ya udah yang gampang aja cuma jilbabnya doang yang dipakein. hihihi. penghujung acara kami nyempetin untuk foto bareng adek adek panti nya. 3.. 2.. 1.. Cheers…!!