yang muda yang berkarya

apa yang terlintas dalam pikiran orang-orang mengenai seorang mahasiswi semester enam, berusia 19 tahun, dan memiliki indeks prestasi yg cukup baik? umumnya orang menilai pastilah ia seorang yg muda, energik, kreatif, cerdas, dan agen perubahan bagi bangsa. begitu memang potret ideal seorang mahasiswi seharusnya. tapi bicara hal ideal, tentu tak terlepas juga dari hal yang tidak ideal… dan saya adalah contoh nyata ketidakidealan seorang mahasiswa.  :hammer oke, saya masih muda, kadangkadang energik, kreatif kalo terpaksa, dan agen perubahan bagi bangsa (masih dipertanyakan). :berduka
belakangan, saya suka mikir.. saya ini kok sebagai generasi muda ga produktif sekali ya? jadi mahasiswi kok hidupnya gitu gitu aja, kupu-kupu alias kuliah pulang kuliah pulang. kadang kadang saya jadi kunang-kunang juga sih, kuliah nangkring kuliah nangkring. dan setahun kemarin beberapa kali menjelma jadi kura-kura, yg kuliah rapat kuliah rapat. tapi semenjak lepas dari masa kerja Duta Pendidikan dan Budaya, saya sudah mengucapkan salam perpisahan bagi kura kura, saya sekarang hanya mahasiswi berhidup dataaar sekali… mahasiswi jelmaan siluman kupu-kupu, yg kadang jadi siluman kunang-kunang. *woii ga jelas banget! bicara apa sih nabil?????? -___-‘
singkatnya, saya malu dg apa yg sudah saya lakukan 3 tahun ini. saya malu dengan hidup saya yg gitu gitu aja. saya adalah mahasiswi  hampir mandul karya. arrrgh…. saya malu dg teman teman yg di usia sebelia saya tapi sudah kemana mana,  jadi delegasi konferensi tingkat nasional lah.. jadi finalis karya ilmiah tingkat nasional lah. atau pertukaran kebudayaan ke luar negeri. dan balik ke judul : yang muda yang berkarya. saya lagi concern betul sama hal ini, I wanna make an improvement, apapun itu, meski sekecil apa pun itu. saya pengen berkarya di masa muda saya. saya ga mau masa muda yg singkat ini tersia-sia. 
readers, pengennya sih paling lambat satu bulan kedepan, harus ada something new yg saya lakukan. yang muda yang berkarya! ayo semangat!
      
Advertisements

the stowaway!

jalur kereta api terpendek se-Indonesia adalah jalur Palembang-Indralaya yang menghubungkan jarak 32 KM saja. jalur kereta ini khusus diperuntukkan bagi mahasiswa Unsri, sebagai jalan alternatif selain jalur darat dengan bus yg memakan waktu tempuh relatif lebih lama. Pada awalnya, efektivitas pengadaan jalur kereta ini menjadi polemik, banyak pihak yg menyangsikan kalau nantinya setelah dibuat jalur ini hanya menjadi sia sia saja karena bus akan tetap jadi pilihan utama para mahasiswa. sebenarnya pendapat tersebut bukan tidak berdasar, akses dari kampus ke stasiun memang tidak bisa dibilang simpel, mahasiswa yg hendak menggunakan jasa kereta harus ke stasiun kertapati yg jaraknya lebih kurang 5 KM dari kampus Unsri di Bukit Besar, Palembang. sedangkan setibanya di stasiun Indralaya mahasiswa juga masih harus menggunakan jasa angkutan lagi untuk sampai di kampus karena stasuin kereta di Indralaya tidak berada di dalam kampus.
Pernah, sekitar dua tahun yg lalu saat saya masih seorang maba, mekanisme keberangkatan ke kampus indralaya sedikit berbeda. Bus yg berangkat sebelum jam 07.00 pagi akan mengantarkan mahasiswa ke stasiun Kertapati, bukan langsung ke Indralaya. menurut kabar burung yg beredar hal ini dikarenakan adanya komplain dari pihak PT.KAI karena sepinya penumpang, statistik menunjukkan kalau mean penumpang perharinya hanya dua orang saja. DUA ORANG SAJA. menyedihkan.
namun sekarang, jalan Palembang-Indralaya sedang dalam kondisi yg tidak fit. jalanan yg memang cuma satu lajur itu rusak parah dengan bolong bolong segede gaban. belum lagi truk-truk pengangkut batu bara yg berjejal memenuhi jalan, juga dengan alat berat mulai dari eskavator-motor grader-tandem roller dsb yg parkir d bahu jalan. kita akan sangat mudah menemukan para pekerja yg katanya memperbaiki bolong-bolong yg menganga itu, atau bus-bus yg saling salip ga sabaran, atau mahasiswa yg menatap jalan dengan jemu. begitulah suasana perjalanan sekarang. penderitaan semakin lengkap karena ditambah dengan debu tebal yg membawa ancaman ISPA bagi siapa saja yg berada disana. Palembang-Indralaya yg dulu ditempuh dalam 45 menit, kini tiada sudah. 2 jam saja sudah syukur.. apes-apesnya pernah 6 jam kejebak macet.
Jenuh, mengantarkan sebagian besar mahasiswa beralih menggunakan kereta. ketidakpraktisan sekarang bukan lagi masalah. daripada harus menebalkan pantat duduk jemu selama 6 jam di lautan debu yg menyiksa? terang saya juga akan lebih memilih kereta! …cuma bukan berarti masalah selesai sampai disini. operasional kereta juga belum memadai untuk menampung penumpang sebanyak itu. alhasil beberapa hari ini tiket selalu sold out. punuh jejal, berdesakan, tidak tertib karena terlalu ramai, dan ruang yg terbatas, juga para pemumpang gelap merajalela. yeah, the stowaways! saya adalah salah satunya… hahaha.. bukan tidak mau membayar, tapi memang tiket sudah sold out. *alibi
jiwa blogger saya tiba-tiba terpanggil untuk mengabadikan suasana dalam sejumlah foto. belakangan ini saya suka tiba-tiba menjadi seorang fotografer dadakan. 😀 saya pikir saya perlu membeli sebuah pocket cam untuk menyalurkannya. hahaha
masi sepi…
para calon penumpang yang bingung 
suasana di gerbong satu
 masih di gerbong satu
 pulang kuliah apa mudik lebaran nih?
  

that’s why i’ve never been loving dorama!

to be honest, I’d love to watch movie in all genres like comedy, romantic, horror, action, film keluaran hollywood, ato asian, even it bollywood aku jg suka. wkwkwk. tapi sesukanya sama film, aku bukanlah penonton fanatik. terlebih lagi buat dorama, aku suka sih, tapi aku agak sedikit membatasi konsumsiku terhadap itu. kenapa? hehee ada alasan rada konyol dibalik itu semua
aku adalah cewe pribumi 100% yg dari mbah-mbah buyut aslinya ga ada gen blasteran eropa, cina, arab, apapun itu at all, that’s why kulit aku langsat cenderung cokelat dan bukan putih, idung standang ga bangir2 amat dan badan aku jg ga tinggi2 amat, nyentuh angka 159an’cm syukur banget deh.. dan soal cowo, hehe aku jg punya selera cowo orisinil pribumi banget. klo kamu nanya siapa sih cowo guantweeng~ versi aku? jawabnya tegas: Bambang Pamungkas! *ini soal selera man.. lo ga setuju diem aja gyahaha!* 😀 oke dari sini aja sebenernya udah bisa ditarik kesimpulan kenapa aku ga suka dorama. soalnya cowo cowo disana cantik, bukan ganteng 😀
alasan lain yg lebih utama atas kenapa aku kurang suka dorama adalah, karena dorama membuat kita bermimpi. dorama membuat kita berkhayal. dorama membuat kita berandai-andai, dan dorama menjerumuskan kita untuk membanding-bandingkan. juga karena dorama membuat aku jadi ribut sama si pacar tersayang. wkwkkw. kenapa, ya aku bisa jelasin dikit disini. Drama Jepang kek, Korea kek, ga ada yang ga romantis, ga ada yang ga nyuguhin adegan dimana saat kamu nonton kamu bakal senyum senyum sendiri, ga ada juga yg pemainnya ga cute abis. kamu nyadar ga setelah kamu(aku juga) nonton dorama kamu akan segera berkhayal.. “ya ampun… enak ya jadi dia…”  ato “pengen deh punya cowo kek itu…” ato minimal ni kamu bakal bergumam “so swiiiiiit……” sambil berlinang air mata. hahaha!
yaah romantisme2 dorama itu cuma di dorama man! ga ada di dunia nyata. er.. oke mungkin ada, tapi ga ada di dunia gw. cowo cowo cute itu juga, itu cuma di dunia dorama man! ga ada di dunia gw, cowo gw ga cute, dia item cokelat, dan sekarang rada gendut pula, brewokan, kumisan, jenggotan, buluan, hahaha.. dan cuek pula! ga romantis sama sekali.. so cute? ooh no, cute dari mana, sangar ada! *tapi gw cinta dia man! cintaaa~ ohohoho..*
so, klo nonton dorama cuma bikin aku membanding2kan, bermimpi, berkhayal, pengen ini itu macem di film, dan ujungnya bikin ribut sama si kebo sayang, well… itulah alasan aku lebih milih bikin mindset untuk ga suka sama dorama. walau dalem ati, yaa lumayanlah nonton sekali kali utk hiburan 😛
  

belajar jadi manager

ada banyak sekali barang yang ikut nimbrung di dalam wanna buy-list gw, mulai dari yg dirasa memang perlu sampe yg mere desire ga penting penting banget. dan jumlah duit yang gw punya ga seberapa. gw harus cerdas disini sehingga nantinya bisa memilah milah sesuai dengan prioritas dan bikin list itu jadi affordable.
saat ini pikiran gw terkotak kotak, terpisah menjadi beberapa bagian yg sebetulnya saling berhubungan. semuanya antara organisasi, kesibukan kuliah, rentetan tugas, persiapan kerja praktek, waktu untuk diri sendiri, istirahat, pacaran, shopping, nyalon, renang, nguli, nyawah, nyangkul, nebas rumput *ngga ding, beberapa hal terakhir hanya kelebayan gw semata :P*  ditengah sibuk sibuk itu, gw harus bisa jadi seorang manager yang baik agar semuanya tetap bisa berjalan tanpa saling ganggu, dan tanpa ada yang terabaikan.
hari ini saya temukan lagi betapa pentingnya arti sebuah systematization dalam hidup. kamu tau, kita semua sebetulnya manager loh, paling ga jadi manajer untuk diri sendiri lah… yok belajar jadi manager yg baik? 😀

 
 

theory? practice?

gw kuliah udah tiga tahun, nilai bisa dibilang bagus, tapi ga punya skill apa apa. komputer rusak gw ga bisa ngapa-ngapain, okelah..orang bilang emng sistem informasi bukan kerjaannya teknisi, tapi sebagai mahasiswi ilmu komputer, bisa ‘ngobeng’ keknya suatu kewajiban, citra diri yg melekat. #ciye bahasa gw. perlu bukti? ya.. gw berapa kali ketemu orang dijalan, mereka nanya ttg penyakit kompinya yg rusak. dan tepat! gw ga bisa jawab! mereka sih mana tau bedanya SI, IF sama SK, atau beda programmer,analis, teknisi hardware, software apa kek, mereka ga ngerti. yang mereka tau mahasiswi ilmu komputer harus bisa benerin kompi. WTH!
kasus lain. gw beberapa kali terjerumus dalam lobang yg sama, gw bahkan lebih parah dungunya dibanding keledai. lo para pendengar pembaca mungkin udah bosan baca cerita gw yg ngerasa salah jurusan ato apa. tapi beneran, hal itu masih mengusik gw sampai detik ini. sebuah mimpi yang telah lengket di hati dari jaman gw masih bocah, tapi ternyata ga bisa gw raih dan idup gw bener-bener melenceng jauh dari itu. gw jadi ga fokus dg apa yg gw jalanin sekarang, gw jadi ga tau apa yg gw mau sebenernya. ngeliat orang wisuda gw mau nangis! ngeliat orang meraih apa yg gw  ga bisa, gw mau teriak teriak! ngeliat mereka senyum gw sedih banget! iri parah! huhuhu gw ga mau jadi manusia SMOS coy…. yah well gw tau ini ngerugiin, dan ga ada untungnya bagi gw. gw tau, dibalik plan A kita musti nyiapin plan B. gw jg tau kita harus bisa nerima kalo hidup bukan fairy tale yg happy ending terus, gw tau hidup kadang berjalan ga sesuai rencana. dan gw tau klo ga semua mimpi bisa kita capai. gw tau banget!! tapi apa kenyataannya? gw cuma sekedar tau. implementasinya NOL BESAR.
inilah ruginya manusia yg paham teori saja tapi NOL BESAR dalam prakteknya.
   

Dina, Dini dan Deni.

Dina dan Dini, classmate yang udah berteman sejak SD. bisa dibilang kemampuan akademik keduanya bersaing, walau lebih sering Dina yang sedikit lebih unggul daripada Dini. suatu ketika keduanya berkesempatan utk ikut kompetisi bergengsi yang ga sembarang orang bisa ikut serta. Hari pertama kompetisi, sejenak sebelum kompetisi dimulai:

Dini: “Na, gw cemas.. ni orang-orang pada pinter-pinter semua…”
Dina: “ah Jangankan elo~ gue ajah cemas!”
Dini: “!@#$~%^”

Deni dan Dini, sama sama tergabung dalam pengurus kepemudaan yg cukup eksis. Dini sempat beberapa waktu ‘menghilang’ dari rapat-rapat kepengurusan dan acara-acara organisasi karena kerjaan kampus yang ga bisa ditinggal. Deni lalu berbaik hati mnghubungi Dini utk kembali aktif dlm organisasi

Deni: “Din, ayo. bantuin ya, ni proker terakhir loh.. selanjutnya kan kita ganti kepengurusan”
Dini: “Iya, tar gw bantuin. btw gw d kepanitiaan apa ya? lo tau?”
Deni: “kagak tau.. oke deh klo gitu, ygjelas lo jgn menghukum diri sendiri ajah”
Dini: “ap mksudnya menghukum diri sendiri..??”
Deni: “yaa jangan minder sama anggota yg laen mksudnya..”
Dini: “?????????” (dalem ati) “ni org ngapain ngomongin minder sih. kenapa juga gw minder??”

apa yg kamu dapet simpulkan setelah baca dua penggalan dialog diatas? hehe. well, yg pertama itu ttg orang sombong sengak ga nginjak bumi lagi saking angkuhnya. dan yg kedua itu ttg orang sotooooy~ sotoy sotoy sotoy nyebelin! mereka berbeda, tapi mereka sama : sama-sama ngerendahin Dini secara tersirat. sama-sama secara ga langsung bilang kalo Dini adalah makhluk inferior.

saya beberapa kali ada di posisi Dini. dan saya beberapakali juga membenci ga suka sama orang orang semacam Dina dan Deni. dalam catatan harian Dini:

kenapa lo mikir orang itu lebih rendah, lebih ga bisa, lebih ga mampu segitunya? klo iya juga oke itu terserah elo.. mungkin elo-elo ngerasa superior. tapi bisa ga sih kalo mau ngomong yg sopan? bisa ga kata-katanya dipikirin dulu? bisa ilangin sikap angkuh elo?

“jangankan elo! gw aja cemas!”
what??? lo mau bilang kalo udh sepatutnya gw cemas gitu??? lo mau bilang kalo “gw yg lebih pinter aja cemas apalagi yg bodoh kaya elo….” gitu?? sombong banget ya! ga guna tu ilmu lo! ampe mampus juga ga ada org yg suka sama elo! kelaut aja orang kaya elo ga pantes! ikan-ikan juga pada muak liat tampang elo!

“jangan minder sama anggota yg laen…” oke makasih udah mau ngajakin, dan ngingetin gw. tapi ni kaliamat maksudnya apa ni??  lo mau bilang gw orang ga punya duit jadi patut minder? lo mau bilang klo yg laen gaul dan gw engga, jadi gw patut minder? lo mau bilang kalo yg lain cantik-cantik sedangkan gw engga, jadi gw patut minder? lo mau bilang yg laen pake BB, nyetir sendiri, fashionable dan gw engga makanya gw harus minder? lo mau bilang gw lebih rendah dari mereka dan elo gitu?? halooooo! gw samasekali ga minder tauk! gapernah terlintas sama sekali. apa yg mesti gw minderkan? aku bahagia gini, dengan apa yang aku punya! jangan sotoy ya, gw ga pernah terlintas buat minder at all. kamu terlalu sotoy ttg apa yg aku rasa sehingga ngasih advice nyakitin ati kaya gitu.

#kala emosi mengalahkan logika

   

Cinta Satu Malam – Afgan

youtube youtube youtube… post saya akhir akhir ini ttg youtube aja 🙂 dankedepan mungkin juga masih tentang youtube. gapapa lah ya. btw banyak banget yang kita bisa temukan di youtube ya, seperti yg satu ini..

beberapa waktu lalu, udah lumayan lama juga. teman2 SMA saya heboh sama Cinta Satu Malam versi Afgan yang katanya keren abis. saya yang bukan seorang penyuka televisi kecewa karena ga sempet liat, tapi ternyata sekali lagi saya harus bilang “Oh thanks God you give Youtube to me.” ada aja orang yang upload videonya! hahaha! check it out!

keren banget yaaaa????? jadi ngejazz gitu… beneran deh ternyata penyanyi dan aransemen berpengaruh banget thd citra lagu. begitu Afgan yang nyanyi.. kesan alay berubah keren. dari ajep-ajep jadi ajiiiiiib~ hehehehe. I love Afgan. Fakta membuktikan kalo ‘pelaku’ mempengaruhi tingkat ‘kealayan’ suatu tindakan. wahahaaha…

 

ber-wifi ria dengan speedol~

liburan ini hidup saya datar sekali, seharian ngerjain hal yang itu itu aja, inet-an melulu. dan hidup saya seperti berputar putar pada facebook-kaskus-youtube-facebook-kaskus-youtube lagi. selingan juga  paling ke yahoo answers, dan googling.. lumayanlah nambah wawasan ttg apa apa yg sempat bikin saya penasaran.

o iya, udah hampir sebulan ini saya ganti koneksi inet, rencananya udah lama mau ganti tapi bru kesampean, saya udah lama ngiler buat pasang koneksi wireless d rumah seperti rumah sorada sorada nyokap, mereka pake mdp, ada jg yg pke elnus, bukan speedol. akhirnya kesampean cooyy! dan itu ga sengaja pula 🙂 jadi ceritanya telkom speedol lg promo, mbak-mbak marketingnya getol nelponin kerumah  tiap hari (beneran tiap hari, gue ga lebay!) buat nawaran dia punya produk. tawarannya sih cukup menarik, kita cukup bayar biaya instalasi, modem kita dapet gratis, biaya perbulan di diskon smpe setahun kedepan, dan tanpa ngurus apa-apa lagi. adminstrasi dll, dsb, ga perlu dipikin, ga perlu ngisi form ini itu. mudah banget yak? tinggal bilang ‘iya’ dan mas-mas tukang instal akan datang kerumah kita. ya udiin deh, akhirnya saya bilang aja iya, wahahahaha!

pic. penampakan  modem IM2
yang saya relakan wariskan  pada adek utk dbawa ke asrama

cuma… sebelumnnya saya sempat dilanda ragu selama hampir dua minggu, pasang ga pasang ga pasang ga begitu seterusnya. soalnya klo emng mau gnti koneksi, saya maunya yg wireless sekalian, biar bisa dipake bareng sama orang dirumah dan ga perlu antri utk make inet lagi. soalnya saya mikir, klo tu speedol ga dibikin wireless alias cm dipake di dekstop doang ya artiny cm abang saya sendiri lah yg bisa make nya? apa bedanya sama im2 klo gitu.. toh klo mau make ngantri.. fiuuh~ tul ga? tul..!

setelah tanya-tanya kiri depan kanan belakang, tanya2 forum IT dan browsing juga, ternyata speedol bisa dibikin wireless dg bikin access point, nambah router, dan what the hell lain lainnya itu… wtf gua ga ngerti jaringan coy!!! mati aja ni, ga jadi deh gnti speedol -_-a hohoho tapi setelah korespondensi sama mbak-mbak yg nelpon tiap hari itu ternyata modem speedol ada dua jenis (maklum gw awam bgt masalah beginian), yaitu modem wireless buat wifi sama modem biasa yg buat di dekstop. kita boleh milih mau yg mana tralalalla~ gue beneran jadi ganti speedol. ^_^

pic. wireless usb adapter Rp69.000
 yg dibeli biar dekstop dirumah bisa ikut inetan pke wifi


pic. penampakan ADSL2+ Modem Router gratis dr speedol

setelah saya iya-in, besoknya dua mas-mas tukang instal beneran dateng, nyolokin modem ke kabel telepon, setting modem ga sampe 10 menit, gue tanda tangan di berkas, bayar duit mapuluhribu. dan taraaa~ hotspot nyala. mudah abis cooy! mau nyoba juga?? hubungi telkom di kota anda! wkwkw 😛

btw, muncul masalah satu lagi, setalah pake hmpir sebulan, dan ini udah masuk bulan baru. that’s mean udah waktunya bayar speedol dong.. sebagai konsumen yg baik saya berusaha menghindari tunggakan -_-a tapi belief it or not, gw ga ngerti prosedur pembayaran speedol -_-a liat-liat menu ibank BNI sih ada pilihan utk bayar speedol, tpi hrus tau id pelanggan. nah sumpah bahkan id pelanggan saja saya ga tauuu -_-a wajar dong ya gw ga tau apa-apa ttg administrasinya, lah wong pas masang saya ga ngurus apa-apa, cuma bilang iya, tanda tangan dan bayar 50 ribu… keknya besok perlu nelpon 147 deh buat nanya nanya lebih jauh. wahahaha!

random

It’s holiday, and I just spend my all day with watch on some movies. romantic. sarcastic. funny. 🙂 thx so much to Tami whose those movies belong to. I’ll be wait for your next nice recomended movies.
I went out with Tiwi for swimming as usual. after that we went lunch, and i found new worth lunch menu, sapi cah cabe. soo hot~ it tastes delicious~ and terrible yummy ya know~  ^_^
I bought some stationaries, like new pens, notebook, yadda yadda. with its purple-pinky, those are being fuckin cute 🙂  perhaps it could be my mood booster *whooozz~* say welcome to new semester..!!
I’ve gotten A for my internet-programming-lab. I wish I’ll get full of A filled my KHS.
I got Fathur back to my arms! hehehe. he is the one and only my-lil bit weird-fuckin great-funny-male-friend who knows and understands me so much. I’ve been make friend with him for almost six years. and there’s just too much the time cannot erase between us. wkwkwkwk. long time not make a joke at ya, dude!
*on this couple years we anyway kinda “be a part” due to study time and etc.. but i promise I’ll keep this friendship as possible as I can. I promise to never forget your birthday like last year. I feel soo~ guilty, I’m sorry friend.. hiks…
otherwise, I feel alone. kinda pathetic when my bf doesn’t gimmie time as much as usual. knowing that he is bussy make me try to be patient, hehe, i’d love to, but I’m afraid I can’t honey. but i’ll try 🙂  I really miss him. I really miss my bf , to whom I always share my stories, my life, and my love with. I miss him.
  
  
 

don’t be stupid

Do you ever stalking someone who don’t know you? or do you ever worried about someone who actually don’t mind about you? I do.

Consciously or not, I might actually be a paparazzi for somebody’s life. stalking someone anytime, open their social account just for ‘wanna know’ everything about ’em, then I start to comparing. I often feel inferior when seeing someone smarter, richer, happier, someone more beautiful, or more stylish than I. I feel inferior when seeing someone could did anything that I couldn’t.

why did I do that stupid things? wht’s I get from it? errrr…. actually there is nothing I get from these all.  I didn’t get anything moreover I feel unsafe, and worry. what a fuckin stupid! yeah I realy stupid!

but now, not anymore.  Thnks God, I realize it. What we see about them is not always what we get, ya know. It isn’t their real life, right?

They can be soooooo beutiful on photos, but who knows they let their photo edited to be look like a porcelain, it just about camera trick. Other can be look like the richest ppl in d world by riding  their new  fantastic car but who knows actually they have so many debt. or you can look somebody sooo happy with their Mom doing fuckin sweety things. but who knows actually the family was broke up. who knows actually his Dad leave him. and who knows that they just publish their best family time to make other convinced that they are happy but actually not! who knows? no one.

we never know surely about their life anyway. even you can’t judge someone who always smiling in their virtual profile as a happiest girl. you never know what’d happened actually til you know their real life. what we see in virtual world might be only big falsehood. even a monkey, ppl don’t know it is monkey when  it use internet. so how could we feel unsafe? lol.

and “try to stop comparing” comes to be my resolution. yeah, I dont wanna comparing anymore. 🙂