Tak Lagi Peduli

Berakhir,
Maka tuntas
Lalu lepas
Bebas…

Itu maumu wahai kaisar?
silahkan, aku tak lagi peduli….

(Alfathunnisaa 0710)

Advertisements

LUKA

seperti elegi, pilu
bukan drama, apalagi cerita sedih

kau anggap aku apa, hah?
boneka yang bisa seenaknya kau peluk
lalu kau campakkan saat kau bosan

kau anggap aku apa, hah?
pelacurmu yang bisa kau cium, kau sedot habis wangi tubuhnya
dan kau kaparkan begitu saja kemudian

kau anggap aku apa, hah?
seonggok tai kucing di pinggir jalan
yang biar kau injak pun tak punya perasaan

kau anggap aku apa, hah?

(Alfathunnisaa, 0710)

Old File

Hehehe dan satu ini adalah puisi lain. sepertinya bukan karya ku deh, boleh copy dari mana lupa. tapi isinya dalem gitu. pedih aja ngebacanya. lets cekidot!

Mereka tertawa seolah aku tak merasakan apa-apa
Seperti perpisahan hanyalah sebuah fase biasa
Mengolok-olok dan memberi semangat seadanya
Kawan… aku baru saja kehilangan cinta

Semua melarangku menangis, hatiku tak boleh menjerit
Tapi mereka tertawa… bukannya memapah jiwaku yang lemah
Tak ada lagi singa dan serigala di dalam jiwaku kini
Kumohon tolong, berhentilah menertawakan kepergiannya !

Aku hanya ingin engkau tahu, bukan menertawakanku
apalagi menghujatku… sebab engkau kawanku
Jika tak bisa kau berikan aku empatimu
Jika tak bisa kujadikan engkau penguatku

Kumohon berikan aku ruang sunyi untuk mendamaikan diri
tuk mengenangnya pergi…
tuk menantinya datang kembali…
tuk membangun semangatku lagi…

Another Old File

Cinta adalah tentang rasa, tentang kepedulian, pengorbanan
yang tumbuh dan merekah dari dua hati yg tersiram anugerah
Engkau begitu kupuja, yang membanjiri pikiran penuh harap dan tanya
engkaukah sang Raja, yang akan benar benar merajai hatiku?

yay! haha tadi barusan ngobrak abrik kumpulan notepad yang ada di kompi, dan aku nemu empat baris puisi yang liatnya aku jadi mikir dan senyum sendiri. Puisi ini dibikn dulu saat aku suka sama seseorang, hahaha. Tapi orang itu ga
suka sama aku. hahahahha. meski gitu kita juga sempet deket sih, ya gitu deh nonton bareng, aku sempet dikasih cokelat n kado. berlebihan klo aku nganggap dia ada rasa juga? dan salah kah klo aku nunggu dia? blo’on mode on, gw beneran nungguin dia (ga muna.. kan gw suka dia? hahaha). But sepertinya dia ga suka deh sama aku, cumapelarian setelah dia ditolak cewe. yeah somethin’ like that. Buktinya aku digantungin hampir setahunan. Dan saat aku deket sama seseorang dia juga ga ada usaha utk nahan aku! so emng hipotesis gw ga salah kan? dia ga ada rasa.

Gimana rasanya klo kamu dijadiin pelarian seseorang? yang ketika kamu akan pergi ga ada sepatah kata pun terucap untuk nahan kamu? kamu akan merasa kalo kamu itu ga berharga.. yang ada atau nggak nya dirimu kagak ada ngaruhnya bagi dia. kecewa? banget! tapi mesti gimana cinta ga bisa dipaksa. dan pengalaman ini justru jadi penyemangat aku untuk ngebuktiin ke dia kalo gw bisa bahagia tanpa dia. sekarang dia juga kagak ada ngaruhnya buat aku. hehehe.. lanjutin aah puisinya..

Bukan mauku pergi,
engkau sendiri yang membuatku harus pergi
Biar sakit, biar pedih, atau apapun rasanya
Tetap tersimpan selama-lamanya
Hingga angin dan air mengaburkan semua
Hingga cinta yang lain mengubur rasa

Selamat tinggal, selamat tinggal…
Semua salahmu sendiri

DKD

Aku mencintaimu sejak awal mula
mencintaimu dengan apa ada nya
bukan mencintai karena ada ‘apa’ nya
Seandainya aku hanya bisa menjadi temanmu,
bahkan jika hanya itu tempat untukku dihatimu,
maka akan ku terima itu dengan bangga.
‘kan ku jalani dengan suka cita.
Kau, Cerita
yang tertulis dengan pasti, selamanya.. dalam pikiranku..